Minggu, 20 Mei 2012

FF# WHY-WHY LOVE part 9








haeppi readinggg




[donghae pov’s]
setelah menghubungi hyukie aku segera bergegas menuju taman itu juga.
Sesampai di sana aku mengedarkan pandanganku mencari meiri
“dimana dia”gumamku yang terus mencari
“eoh, itu dia. Sepertinya dia bête menunggu. Ah~ aku kagetkan saja ahhh”batinku dan perlahan mendekati meiri yang asik memandan kiri kanan

“duarrr”aku mengagetkannya
“eommo, aiss ya~ oppa kau mau membunuhku”ucapnya saat aku mengagetkannya dari belakang
“hhehe, apa mereka sudah datang”
“molla, aku tidak melihat batang hidung mereka sedikitpun saat ini”
“kita tunggu saja”ucapku

Aku dan meiripun menunggu, kami bersembunyi di semak semak untuk melihat mereka
“ah~ mereka lama sekali”gumam meiri
“sabar chagii”
Dia hanya memonyongkan wajahnya, lucu sekali.
Tak lama kami berdebat aku meliaht kedatangan chaeri
“eoh, chaeri sudah datang chagii”
“mana?”
“itu”ucapku menujuk kearah chaeri
“ah~, kita tinggal tunggu hyuki saja lagi”

Cukuplama aku dan meiri menunggu hyuki akhirnya kami melihat hyuki juga
“dia datang akhirnya”gumamku
“hmm, kita tunggu dulu samapai mereka bertemu”
“nde, arraso chagiiyaaa”ucapku
“ck, kau ini”

Aku dan meiri melihat keadaan, dan samapai akhirnya hyuki dan chaeri bertabrakan.
“ah~ pasti chaeri sakit itu”gumam meiri
“tentu saja samapai jatuh begitu, anak itu juga tidak meliaht jalan malah main hp”

Kami memperhatikan mereka lagi dari jarak yang cukup jauh, kami tidak mendengar apa yang mereka bicarakan. Sepertinya mereka berkelahi, dan kini chaeri terjatuh
“eommo, aishh hyukii diaaa”ucap meiri kesal dan hendak beranjak
“usss, sudahlah jangan kau buat rencana kita gagal”
“tapi chaeri..”
“tenang saja aku yakin hyuki tidak akan membiarkan chaeri begitu saja”ucapku

Meiri aku dapat meliaht wajah kesalnya pada hyuki, terhadap perlakuan hyukii pada chaeri. Kami melihat mereka lagi dan benar dugaanku hyuki tidak mungkin membiarkan chaeri begitu saja, ah anak itu
“aku bilang juga apa kan chagii”
“hmm, meski aku kesal dengan sikap hyuki tadi”
“ah~ kaki chaeri terluka ternyata”
“mwoo!!”ucap meiri dan melihat mereka
“sepertinya dia kesakitan, dan mau kemana lagi anak itu”ucapku saat melihat hyuki pergi meninggalkan meiri
“mungki hyukii membelikan obat untuk luka chaeri”ucap meiri
“benar juga”

Tak lama hyuki kembali lagi dengan membawa obat luka chaeri,
“chagii, sepertinya rencana kita berhasil”ucapku
“hmm, aku senang sekali rasanya”
“chagiii”
“hmm, nde”
“urusan kitakan sudah selesai, jadi kita jalan2 kah”
“boleh, kemana?”
“ikut saja”ucapku menggandengnya
“arra”
Aku dan meiripun pergi beranjak meninggalkan mereka

Aku mengajak meiri ketaman bermain, yah itung2 kenczn pertama J
“eh taman bermain??”ucapnya
“hmm, aku ingin berdua denganmu di taman bermain, ya di hitung2 kencan pertama kita”ucapku berbisik
“m…mwo!!”
“aigoo~ wajahmu lucu sekali”ucapku mencubit lembut hidungnya
Aku dapat melihat wajahnya sangat merah, ishh apa dia benar2 malu sekarang >//<

[meiri pov’s]
Hae mengajakku ketaman bermain, ngapain juga kesini??
“eh taman bermain??”ucapku
“hmm, aku ingin berdua denganmu di taman bermain, ya di hitung2 kencan pertama kita”ucapnya berbisik
“m…mwo!!”ucapku tergagap, apa yang diaaa katakan
“aigoo~ wajahmu lucu sekali”ucapnya mencubit lembut hidungnya

Aishh jantungku sangat berdetak cepat sungguh cepattttt, aigooo~. Ishh dia tersenyum sangat manis sekali aku menyukai itu sangat menyukai nya
“kajja, kita main apa dulu”ucapnya
“hmm, molla”ucapku mengedarkan pandanganku kesana kemari
“kita main itu saja”ucapnya menunjuk arah rolercouster
“ah~ itu, baiklah siapa takut”ucapku
“kajja”ucapnya menggandeng tanganku

Kamipun menaiki rolercouster itu, kami menjeritttt huwaaaaaaaaaaaaaaaa~~~ saat permainan itu di mulai. Jantungku sangat berdegup cepat saat menuruniii jalur demi jalur rolercouster itu.
“tenanglahhh ada akuu di siniiii”teriak haeppa dan mengenggam tanganku erat,akupun memngenggam tangannya erattt membalss genggamannyaaa, yah~ meski rasa deg2kanku masih ada tapi sedikit berkutrang karena dia ada di sini

Akhirnya selesai, ah jantungku masih saja berdetak agak cepat. Aku memegangi jantungku dan mengatur nafasku. Ah sungguh menyenagkannnn
“oppa, lainkali kita main ini lagi ya”ucapku
“mwo!!”
“wae?”
“ani, hmm kita akan main ini lagi lain kali, tapi dengan 2 insan manusia(dibacaeunhyukdanchaeri) yang lagi apa sekarang entahlah?”
“nde, kita adakan double date hahhahaha”tawaku

Dia hanya tersenyum”terus kita naik apa lagi sekarang”tanyanya
“molla”ucapku seraya mengangkat kedua bahuku
“ck, kau ini”
“eh tapi oppa aku haus, kita cari minum dulu ya. Tenggorokanku rasanya kering”ucapku mengusap leherku
“ya sudah, ayo kita cari”ajaknya

Kamipun mencari minuman, dan akhirnya kami mendapatkannya juga, aku segera membuka tutup botol minuman itu dan menegak minumannya#lokiranegaktubotol.
Ah~, segar sungguh segar rasanya. Akupun menegok kesampingku tapi eh diaman haeppa, dimana? Dimana? Dimana?
“oppa, kau dimana?”teriakku dari posisisku tadi. Trapi aku tidak mendapatkan jawaban
“apa jangan2 oppa tersesat, ah tidak mungkin oppakan sudah besar tapi dai dimana sekarang”batinku seraya mengedarkan pandanganku kesana kemari

Hatiku mulai galau sudah hampir 10 menit aku tidak melihat haeppa, aigooo dia kemana? Apa perlu aku melapor ke petugas taman hiburan ini. Ah aku putuskan untuk melapor saja deh. Akupun melangkah tapi tiba2 ada yang menarik lenganku, akupun menoleh, siapa yang menarik lenganku dan dia adalahhh…ya haeppa dia haeppa.

“ya~ oppa kau kemana saja eoh, memebuatku khawatir saja, hampir saja aku tadi menemui petugas taman hiburan ini memberitahukan kau hilang”
“mwo! Aku hilang, aku memang sengaja meninggalkanmu”
“eoh, ya~ oppa kau mempermainkanku”ucapku mulai memonyongkan bibirku
“hhahahhaha, mianhae. Oh iya ayo ikut aku”
“kemana?”
“ikut saja?”ucapnya menarik lenganku dan aku menigkutinya saja

Mau kemana dia membawaku itu pikirku, tapi syukurlah dia sudah ada lagi di hadapanku. Jujur aku sungguh takut kalau tidak dapta melihatnya lagi gara2 menghilang di taman bermain ini,

“nah~ kita sudah samapai”ucapnya di depan sebuah photobox
“ngapain oppa”
“kau tidak membaca ini apa”ucapnya menunjuk arah tulisan yang tertulis PHOTHOBOX
“ya aku tahu, tapi untuk apa kesini”
“kau masih tidak mengerti chagii?”tanyanyaa dan aku hanya mengangguk menjawab pertanyaanya itu
“aigooo~, kita kesini untuk beerphoto, aku ingin ada photomu dan photokita berdua”ucapnya seraya memegani bahuku dan bicara tepat di hadapanku
“oh, itu. Kalau itu sih tidak usah di sini kan oppa, pake ponsel juga bisa kan”ucapku meperlihatkan ponselku
“tapi aku tidak mau di ponsel, aku mau di sini denganmu. Lainkali saja kita berphoto di ponsel,hmm.  Ayo sebaiknya kita cepat masuk dan berphoto”ucapnya
“baiklah oppaku sayang”ucapku dia tersenyum dan kami memasuki arena(?) berphoto itu

Kamipun berphoto mengunakan bernbagai pose, hhahha posekami aneh aneh kurasa.
Selesai berphotoria kami, melihat hasil photo itu. Kekekek haeppa lucu sekali apa lagi wajahnya cemberu begitu sungguh lucu
“liat kau jelek sekali”ucapnya menunjukkan photo wajahku yang sungguh memang  jelek
“kau tidak kalah jeleknya oppa”ucapku

Dia hanya mengacak lembut rambutku, dan tersenyum aigooo~ please oppa jangan tersenyum terus kalau kau tersenyum terus nanti semua orang melihat karena aku tidak mau berbagi dengan orang senyuman mu itu
“oppa, bisakah kau berhenti terseyum”ucapku
“mwo! Wae? Kau tidak suka aku tersenyum, apa senyumanku jelek”
“bukan begitu oppa”
“jadi”
“senyumanmu itu terlalu manis oppa, jadi oppa jangan sering tersenyum apalagi di tempat seperti ini,karena kau tidak suaka oppa memperlihatkan senyuman itu pada semua orang, aku tidak rela oppa”
“mwo!! Apa yang kau katakana tadi?”ucapnya tersenyum
“tidak ada reply!!”ucapku kesal
“baiklah, aku tidak akan tersenyum terlalumanis di hadapan oranglain kecuali di hadapanmu hmm?”ucapnya mengelus lembut pipiku
Aku hanya dapat tersenyum.
“baiklah kita naik bianglala dulu sebelum pulang, otthe?”ucapnya
“okey, aku juga sudah lama tidak naik bianglala”jawabku

Kamipun menuju wahana itu, kamai memesan dua tiket lebih dulu, hmm kami mendapatkan tepat nomor 7.
Wahana itu mulai bergerak dan dimasuki orang orang samapai akhirnya nomor tujuh itu datang.  Kamipun segera menaikinya. Kami memakai 2 kali putaran dalam wahana ini. Ckckck ternyata seoul indah juga malam begini, aigooo lampunya terang terangggggg
“woahh~ opppa seoul neomu yeppeo”ucapku
“kau ini seperti anak kecil saja”
“ih oppa~ wajar dong aku sangat takjub terakhir naik bianglala saat umurku 10 tahun deh kau tidak salah bersama appa dan eomma”
“nde, arrasoo”ucapnya yang kini tiba2 memelukku dari samping

Deg~
Tubuhku rasanya menegang, saat dia memelukku dan menaru dagunya di bahuku, ah~ hembusan nafasnya menerpa kulit leherku, aku sungguh merasa geli.

Satuputaran sudah selesai sekarang putaran terakhir dan dia masih saja memelukku begini, aku tak mampu rasanya berkata meminta agar dia berhenti memeluku begini.
Eommo~ dia mengecup leherku sekilas. Ah darahku berdesirr sangat cepat, dan dia mempererat pelukannya di pinggangku, ya tuhannn aku mau pingsan rasanya. Tapi aku penasaran apa yang akan dia lakukan selanjutnya, hmm aku hanya dapat menunggu dan melihat saja

[chaeri pov’s]

Apa dia katakana tadiii?, aku berhenti memakan permenku
“k..au b..bilang ap..a ta..di”gugupku
“joahaeyo, ah ani saranghae…saranghae chaeri~ya”ucapnya
“k..au  j..ang..an b..ber…canda hy..ukie”
“aku tidak bercanda chaeri, coba tatap saja mataku ini, apa mataku berkata bohong”ucapnya mengarahkanku menghadapnya
Aku menatap matanya, nde aku tidak mendapati kebohongan dimata itu. Mata itu sungguh indah seakan dia berkataa “aku benar-benar mencintaimu chaeri”
Deg~~
Jantungku mulai tidak karuann kenapaaa inii, apa ini karna matanyaa, atau ungkapannya tadii.

“chaeri…”ucapnya menyadarkanku
“eoh,?. Nde? Wae hyukie”
“jadi apa kau mau jadi yeojachinguku”
“ahh kenapa dia mendadak mengatakan begini sih, saat ini juga”batinku
“chaeri”ucapnya lagi
“hmm, hyukie. Dapatkah kau member ku waktu”
Dia terdiam sejenak dan tersenyum menatapku
“nde, tentu aku akan member mu waktu, tapi jangan lama2 hmm. Aku bisa tidak tahan  chaeri”ucapnya
“hehehe, nde, aku akan menjawab secepatnya kok”ucapku dan memakan permen itu lagi
“ihhhs”gumamnya geregetan  dan mengacak rambutku
“hmm, ini sudah malam sebaiknya kita pulang saja hyukie, lagian haarinya juga mau hujan”ucapku

Tiba2 bruzzzzzz, hujan kini menguyur lebat
“ah baru saja di bicarakan dia sudah turun, ck”gumamku dan berlari mencari tempat teduh bersama hyukie
“kita berteduh di sini dulu hmm, sepertinya hujanya lebat dan akan lama”ucapnya saat kami sampai di depan toko yang sudah tutup
Ah~ untung saja di depan toko itu ada kursi aku segera duduk di situ, aku menghempas pelan tubuhku ke kursi itu, ishh kenapa harus hujan sihh, saat ini juga, ahh dan ada dia lagiii bagaimana? bagaimana?

ah tubuhku rasanya dingin sekali aku lupa mengunakan jaketku tadi, ck sial, aku meniup2 telapak tanganku dan mengosok-gosokanya mengurangi rasa dingin.
“kau dingin”Tanya hyuki tiba2
“eoh, ani. Gwechana”ucapku
Dia mentapku, eommo tatapan itu..dia mendekatiku dan melepaskan jaketnya
“gunakan ini hmm, aku tidak ingin kau sakit, arra?”ucapnya memasangkan jaket itu kebahuku
Aku menatapnya lekat, dia….
“wae?”tanyanya
“eoh, ani. Hmm gomawo”ucapku dan memakai jaket itu dengan benar
“hmm, tapi apa kau tidak apa2”tnyaku
“apanya?”
“jaketmu ini”
“gwechana, kau lebih memerlukanya”ucapnya tersenyum gummy

Kami duduk di kursi itu menati hujan reda
5 menit
10 menit
15 menit
Hujan masih saja mengguyur rerumputan jalan dan apapun yang ada di bawah langit
Aku mulai merasa bosan benar2 bosan, ihhh

“kau bosan”tanyanya
“eoh, hmm begitulah”ucapku menatapnya sekilas
Dia mendekatkan duduknya padaku dekat tepat di sampingku,
“ini”ucapnya menyodorkan sebelah hadsat
“untuk apa?”
“bukankahn kau bilang kau bosan, jadi dengar ini saja”ucapnya memasangkan hadsat itu di kuping sebelah kananku
“eotthe? Kau suka lagunya?”tanyanya
“hmm, joa”ucpaku melihatnya tersenyum

Akupun mengguman mendengarkan lagu yang kami dengar, hmm hmm hmm hmm hmmm hmm. Aku memejamkan mataku dan menyadarkan kepalaku ke tembok di belakangku, tapi aku merasakan ada yang mengangkatkepalaku dan menaruhnya ke bahunya, aku tersentak dan membuka mataku,
“sebaiknya kau taruh saja di sini kepalamu, di sini lebih hangat dari pad di tembok”ucapnya
“sudahlah,”ucapnya dan menaruh kepalaku lagi di bahunya dan memelukku
Deg~
Jantungku mulai berdetak begini lagi, aishh siall.
“eoh, hujanya sudah reda”ucapku dan berdiri dari tempat dudukku
“hmm, sebaiknya kita pulang hmm, kajja”lanjutku dan melangkah lebih dulu
“chaeri tunggu aku”ucapnya menyusulku


TBC
mohon RCLnyaa ^^

FF# WHY-WHY LOVE part 8

ahayy aku persembahkan foto suamiku yang ganteng kerennnnnn yaaa









kita langsung ajaaa
haepiii readinggg










[eunhyuk pov’s]
Aku mencari-cari kemana-mana, setelah istirahat dia langsung ngilang begitu aja
Akupun menanyanyai teman satu satu, apa mereka melihat cahaeri. Tapi mereka menjawab tidak

“aishh, kemana sih si siput ini”dengusku kesal
Aku tetap bertanya pada teman yang lain

“mianhae, apa kau melihat chaeri”tanyaku pada meiri
“ciyeeeeeeee, cari chaeri”ledek hae
“ya~, apa kau melihatnya”ucapku kukuh
“eoh, arrasoo. Ya~ hyukie apa benar kau menyukai chaeri”Tanya meiri tiba2
Aku langsung melirik tajam donghae

“hehehehhe, mianhae”ucap hae
“kau…isssh”ucapku
“jawab saja”ucap meiri
“eoh…aku menyukainya”ucapku tersipuu
“eommooo lihat wajahmu hyukiee merahhh merahhh”ejek meiri
“oh iya, kau cari merikan tadi”sambungnya
“hmm, apa kau melihatnya”
“nde, aku melihatnya ketaman belakang”
“ngapain dia kesana”
“entahlah”
“ya~ sudah aku kesana dulu”ucapku dan beranjak
“ya~ hyukie jangan terlalau lama memendamnya ungkapkan sajaaaaa”teriak hae
“ya~’teriakku kesal tapi aku tetap saja melangkah mencar chaeri

Tapi benar juga apa yang di katakah hae, aku sudah hampir meledak memendam rasa ini, apa sebaiknya ku ungkapkan saja????

Akupun menuju taman belakang dan aku melihat ada chaeri di sana tapi, tunggu duluuu
Mwooo!!!! Diaa berpelukan dengan namja lain
Aku sedikit melangkah manju untuk melihat jelas siapa namak itu
“dong hyun”gumamku

Hatiku sakit kali ini, mereka melapas pelukan mereka dan apa yang mereka bicarakan aku tidak dapat mendengarnya
Dan kini aku melihat kalau dong hyun mencubit pipi chaeri. Ini benar2 membuatku gerah
“apa mugkin mereka?”gumamku dengan pikiran yang macam2
“cih, mereka tertawa segembira itu menyebalka”ucapku dan beranjak dari sana

Sakit sangat sakit, yang kurasa kali ini. seakan mau mati saja. Dada sesak pikiran kacau sungguh menyiksakuuuu

Xxx~
Akku kembali kekelas saja
Kesal hmm hatiku saat ini kesal, apa mungkin chaeri dan dong hyun pacaran isssh. Sesakkkkkk
Entah kenapa airmataku kini jatuh membasahi pipiku
“hiskk..hisk..hiskk”isakku kecil
Dan syukur di sini Cuma aku sendiri saat ini.
Aku bergegas menyekah airmataku saat ada beberapa orang chingudeulku masuk kekelas

Dan tak lama hae dan meiri juga masuk. Dan kemudian chaeri dan dong hyun
“cih, mereka tertwa, sepertinya bahagia sekali”gumamku saat melihat chaeri dan dong hyun tertawa bersama

Aku menatap chaeri
“ya~ hyukie, aku jadi takut dengan tatapan mu itu”ucap chaeri
“hmm, benarkah. Ya sudah aku tidak akan melihatmu lagi”ucpku sinis
“kau kenapa?”
“apa ada urusannya denganmu”ucpaku dingin dan memalaingkan wajahku darinya


[chaeri pov’s]

“kenapa denganya”batinku
“kau dan hyuki berantem”ucap meiri
“ani”
“trus kenapa dia bicara dingin begitu tadi denganmu”
“entahlah”ucpaku dan duduk di bangkuku dan menatapnya
“oppa, coba aku tanyakan dengan hyuki dong”ucap meiri pada hae
“mwo!! Aku”
“hae~a tolonglah, aku tidak tahu salah apa. bicara padanya ya”
“ih kenapa tidak kamu aja yang nanya langsung”
“kau liatkan tadi dia bagaimana denganku”
“oppa, batu chaeri dong”ucap meiri
“aisshh, okey aku tanyakan nanti dengnnya”
“nanti sekarang aja”ucapku
“ya~ kau ini. kenapa eoh?”
“ah~..hmm, sudahlah nanti juga tidak apa”ucapku dan memandang hyuk sekila lalu menatap luar
“kenapa sebenarnya dengannya, aku ada salah kah?. Harusnya dia bicara kalau aku ada salah?”batinku
Dan entah mengapa air mata ini mengalir begitu saja menyelusuri pipiku
“aishh, kenapa aku menagis”pikirku dan menyekah air mataku


[donghae pov’s]

Sebenarnya kenapa dengan hyuki, tadi mencari chaeri semangatnya 45 toh udah ketemu malah dingin cuek begitu
“oppa, sebaiknya aku tanyakan dengan hyukii. Kenapa dengan sikapanya pada chaeri. Kasiankan chaeri?”ucap meiri
“iya sih, tapi..”
“oppa ayolahh”
“ah~ baiklah baiklah aku akana bicara dengan hyuki”
“aishh oppa kau baik sekalia”ucapnya mencubit pipiku
“ya~ aku ini memang selalu baik dan juga tampan”
“hahah, aku ini. hmm memang aku juga tidak dapat memungkiri kalau kau tampan”
“ya~ kau mengakui ku tampannnnn”
“issh, sudahlah cepat temui hyuki sana tanyakan masalahnya “
“hmm, chagiiiiiii”ucapku dan mengelus pelan pipi kirinya
“oppa~”
“aku temui hyuki dulu”ucapku dan beranjak

Akupun menemui hyuki
“ya~ ada apa denganmu, kenapa kau jadi judes begitu dengan chae ri”
“tidak ada urusannya denganmu”
“tentu ada urusannya denganku, kau dan chae ri adalah temanku, dan juga chae ri kan yeoja yang kau sukai, kebnapa kau menyakitinya eoh”
“diamlah kau, ini urusanku. Urus saja urusanmu sana”ucapnya
“kau.., baiklah ini memang urusanmu terserah denganmu. Aku tidak mau mengurusinya”ucapku beranjak ke bangkuku
“di benar2 menyebalkan”batinku
“oppa, apa katanya”Tanya maeri menemuiku
“molla chagi, aku Tanya baik2 dia malah ketus padaku. Membuatku jengkel saja”
“aigooo~, kasian chaeri”
“sudahlah chagi, nanti lagi kita pikirkan hmm.”
“arraso”sahutnya dan kembali ke bangkunya

[maeri pov’s]

Ah sebenarnya kenapa sih dengan eunhyuk, membuatku kesal saja sikapnya dengan chaeri begitu, apa benar dia menyukai chaeri aku meragukannya.
Aku pusing memikirkannya, nanti saja aku bicarakan dengan haeppa.

Kini waktu pulang sudah tiba, aku melihaat eunhyuk langsung ngeloyor(?) aja keluar tanpa sapaan sedikitpun, anak itu. Mau rasanya aku membununhnya,
Akupun menengok kea rah chaeri, aku dapat melihat seberkas kekecewaan di wajahnya. Kini dia sangat lesu keliahatannya
“maeri~ya aku pulang duluan”ucapnya lirih
“ah~ kita pulang bersama ya”ucapku
“ani, aku pulang sendiri saja. Annyeong aku duluan, hae aku duluan”
“hmm”gumam haeppa
“ah~ chaeri, aku sedih melihaatnya begini”
“hmm, chagii sepertinya aku mencium sesuatu di antara mereka”
“mencium sesuatu, memang bau apa oppa”
“ya~ chagii aku serius”
“aku juga serius, bau apa?”
“bukan begitu maksudku chagiii”
“trus”
“aishh, bagaimana ya menjelaskannya, sepertinya mereka berdua itu mencurigakan”
“oh maksud oppa, mereka saling menyukai begitu”
“bingooooo, kau pintar sekali chagii”ucapnya mencubit halus hidungku
“tentuuu park maeri begituuu”
“trus apa yang kita lakukan, untuk mempersatukan mereka”Tanya haeppa
“hmm, apa ya…”gumamku dan berfikir berfikirrr
“ah haaaa oppa, kita lakukan ini saja”ucapku dan membisiknya
“oahh, aku setuju. Mungkin saja itu berhasil, tapi kita pertemukan mereka dimana?”
“di mana ya? Ah di taman jam dekat tower namsan aja gimana”
“okeyy aku setuju, kapan? Malam ini?”
“hmm, malam ini saja”ucapku
“kajja, kita pulang”
“kajja”ucapku dan merangkul tangannya

Xx~
Heheh semoga rencanaku dan haeppa berhasil, aku segera bersiap untuk merencanakan semuanya
“ah~ aku lupa sesuatu, aigooo”ucapku aku segera meraih ponselku dan menghubungi haeppa

“yobseyo oppa”ucapku saat telponnya sudah di angkat
“hmm, wae chagii?”
“aku lupa mengatakan sesuatu padamu”
“mwo?”
“kau saja yang menghubungi eunhyuk ya”
“oh, itu mah gampang chagiii”
“baiklah, biar kau yang mengurus chaeri. Annyeong oppa. Sampai bertemu di sana”
“nde”sahtunya dan di ikuti dengan putusnya sambungna telpon kamu

Semua sudah beres sekarang, aku tinggal menghubungi chaeri saja
“aku telpon atau sms ya, kalau aku telpon pasti dia banyak nanya, ah sms aja. Sekalian irit kekek”ucapku terkekekh

To: Chae ri
From: Maeri
“ya~ chaeri datang ke taman jam ya dekat namsan tower itu, hmm jam 7, aku tunggu. Awas saja kalau kau tidak datang kau akan menyesal olehku”
“tidak ada alasan pokonya kau harus datang titik tidak ada koma apalagi titik dua J

Yup send è
Pesan itu sudah terkirim, hha.
Aku segera beranjak dari rumah ku menuju tempat tujuan

Xxx~
Akhirnya aku sampai juga tapi dimana donghae oppa. Aku menunggu dan menunggu mereka.

“duarrr”
“eommo, aiss ya~ oppa kau mau membunuhku”ucapku saat haeppa mengagetkanku dari belakang
“hhehe, apa mereka sudah datang”
“molla, aku tidak melihat batang hidung mereka sedikitpun saat ini”
“kita tunggu saja”ucap haeppa

Dan kami layaknya penguntit bersembunyi di semak semak, menunggu kehadiran 2 insan manusia yang sedang entahlah apa galau mungkin??

[Chaeri pov’s]

Kenapa apa yang terjadi denganmu hyuki, ah sungguh menyebalkannnnn. Aku melempar boneka beruangku jauh
“kau jahat hyukie, setelah membuat ku jatuh cinta padamu, kau merubah sikapmu begini. Menyebalkannnn”ucapku terisak

Say my love
When you see my heart
Say my love
When you see my heart
[SS5O1-you are my heaven]

Ponselku bordering
Aku segera meraihnya, dan segera membuka sms
“hmm, maeri tumben sms”
From: Maeari
“ya~ chaeri datang ke taman jam ya dekat namsan tower itu, hmm jam 7, aku tunggu. Awas saja kalau kau tidak datang kau akan menyesal olehku”
“tidak ada alasan pokonya kau harus datang titik tidak ada koma apalagi titik dua J
“mwo apa-apaan ini, isss”gumamku

Aku meninbang2 dulu apa aku pergi ya, ah sebaiknya aku pergi saja dari pada aku bête begini. Akupun pergi dari rumaku muju taman jam itu.
“memangnya ada apa anak itu menyuruhku kesana”pikirku
Xx~

Taklama kini aku sudah samapai di taman itu
“mana dia?”gumamku dan melihat2 keliling

Aku lelah aku putuskan duduk saja dulu sebentar, kalau dia melihatku di pasti akan datangkan

Aku lama duduk, tapi batang hidung maeri tidak terlihat
“ck, kemana akan itu”gumamku dan mulai melangkah lagi

Saat aku hendak melangkah tiba2 ada yang menabrakku dari sarah lain. Langsung saja aku sukses jatuh
“ah~ apphoo”ringisku
“gwencahan”ucap orang itu
“ya~ kau…”ucapanku terhenti saat ku meliaht siapa dia, dia eunhyuk eunhyukku
“oh~ kau ternyata. Ah sudah pasti kau baik2 saja”ucapnya
Aku berdiri dihadapannya
“ya~ aku salah apa padamu smapai kau sebegitu bencinya dnganku eoh”tanyaku
“salahmu, tidak ada”
“trus kenapa kau bersikap begini”
“kenapa? Tanyakan saja pada dirimu”
“ya~ katamu bukan slahku, kenapa harus aku menanyakan pada diriku”
“ah~ membosankan bicara dengnmu”ucapnya beranjak
“ya~ hyukie tunggu dulu”ucapku mencekal lengannya
“lepaskan aku”ucapnya dan menghempaskan tanganku hingga aku terjatuh
“ah~ appho”gumamku kecil
“hyukie~ya kau jahat, kau jahat”ucapku terisak menahan perih hati dan juga lututku saat ini


[eunhyuk pov’s]

“Ada apa juga sih donghae menyuruhku kesini”gumamku sesampai di taman jam
“diaman dia”batinku dan berjalan mencarinya

Aku membuaka ponselku dan memainkan gaem di ponselku aku tidak meliahat jalanku dampai2 aku menabrak seseorang
“ah~ appho”ringisnya
“gwechana”tnyaku khawatir
“ya~ kau…”ucapnany terhenti, akupun terkejut melihat siapa dia dia chaeri. Untuk apa dia di sini, ah mungkin dia kencan dengan dong hyun
“oh~ kau ternyata. Ah sudah pasti kau baik2 saja”ucapku
Diapun kini berdiri di hadapanku
“ya~ aku salah apa padamu smapai kau sebegitu bencinya dnganku eoh”tanyany
“salahmu, tidak ada”
“trus kenapa kau bersikap begini”
“kenapa? Tanyakan saja pada dirimu”
“ya~ katamu bukan slahku, kenapa harus aku menanyakan pada diriku”
“ah~ membosankan bicara dengnmu”ucapku beranjak
“ya~ hyukie tunggu dulu”ucapnya mencekal lenganku
“lepaskan aku”ucapku dan menghempaskan tangannya hingga dia terjatuh
“ah~ appho”gumamnya kecil
“hyukie~ya kau jahat, kau jahat”ucapnya terisak
“ya~..”teriakku dan berbalik aku meliaht lututnya
“ah aku tidak tahan melihat dia menangis begini”batinku
Aku mendekat padanya dan menyentuh bahunya
“jangan sentuh akuu”teriakknya
“ya~ mianhae, mianhae”ucapku memeluknya
“hiks hiks hiks hisk”dia masih terisak
Aku segera membopongnya menuju bangku taman. Dia masih terisak
“kau tunggu di dini dulu”ucapku dia hanya diam, dakupun beranjak menbeli plester dan anti septic

Tak lama untung dekat sini ada mini market, aku segera mencarinya dan membelinya.
Aku kembali menemui chaeri lagi
Aku dapat meliaht wajahnya yang kini sudah basah di penuhi air mata
“ya~ mianhae janagn menangis lagi”ucapku
Dia hanya diam
Aku pun membersihkan lukanya
“ahhmmp..”ringisnnya
“appho”tanyaku
Dia menatapku dan mengangguk
“mianhae, kau jadi terluka begini”ucapku dan melanjutkan memplester lukanya
“cah..sudah selesai. Masih sakitkah”
Dia hanya diam
“fiuhh~ mianhae jeongmal mianhae”
“sudahlah hyukie”
Kini hanya diam yang terjadi antara kami

Aku tidak tahan berdiam diri dan marah padanya
“kau kesini dengan siapa?”tanyaku membuka pembicaraan setelah bebeapa lama kami dia
“sendiri, dan kau sedang apa di sini?”tanyanya tanpa melihatku
“aku sedang…ingin bertemu seseorang”
“oh, kencan”
“anak ini, issh”batinku
“ani, ingin bertemu dengan donghae dia ingin bertemu katanya di sini”
“mwo!! Donghae”ucapnya dan membalikan wajahnya padaku
“hmm,…… eeh chaeri?”
“mwo”ucapnya
“ya~ janagn marah lagi”
“siapa yang marah, bukannya kau yang marah padaku. Dari sekolah tadi”
“ah~ mianhae”
“baikalh, kumaafkan”ucpanya tersenyum gummy
Deg~
Jantungku semain berdebaar di buatnya, aigoo apa aku nyatakan saja sekarnag perasaanku, aku tidak peduli dia mau menerima atau tidak yang penting dia harus tahu perasaanku
“eh..chae..”
“ya~ aku mau itu, belikan untuku yaa”ucapnya memotong ucapanku
“mwo!!”
Dia terkejut saat ucapanku terlalu tinggi tadi mungkin?/
“kau marah,..tidak jadi deh aku minta belian itu”ucapnya innocent
“a..ani, aku tidak marah. Kau mau aku belikan apa tadi”
Di menunjukan telunjuknya kearah sebuah kedai pembuat permen kapas
“kau mau itu”tanyaku
Dia hanya menganggku menjawabku, sepeerti anak kecil saja
“baiklah, kajja”ucapku dan berdiri
Di tersenyum melihatku, akupun mulai beranjak menuju kedai itu
Aku memaesan 2 permen kapas, aku dapt melihatnya melihatr ajjhussi yang membuatknya itu, wajahnya sangat takjub dan matanya berbinarr, benar2 seperti anak kecil
“ini”ucap ajjhumma itu dan menyerahkan 2 permen itu
“gomawo ajjhumma”ucapku dan membayarnya
“ini untukmu”ucapku menyerahkan satu permen itu
“ah~ gomawooo”ucapnya dan mengambil permen itu
“hmm”aku hanya menggumam

Aishh, susah sekali sih mengatakan suka aku sukaa aku cinta kamuu, aigoo~ aku bisa gila sekarang,
Aku melihatnya yang asik memakan permen itu
“hmm, masitaaaa”gumamnya sanagt cute
Aku terseyum melihatnya begitu gmbira sangat senag rasanya melihat semua itu
“kenapa kau melihatku begitu, ada yang salahkah dengan wajahku”ucapnya menyentuh2 wajahnya
“ani”
“terus”ucapnya dengan tampang innocent itu, ishh chaerii kau benar2…
“emm,,.a..e…”
“kau kenapa?, sakit perutkah?”
“ani, akkuu..akuu”ucapku gugup
Dia melihatku dengan wajah itu, ishh membuatku semakin gugup saja
“chaeri..”
“hmm”
“sebenarnya aku…”
“nde”
“joahae….”




TBC

RCL WAJIB NO COPAS

FF# SARANGHAEYO [part 6 Ending]












>하니 KHANIY POV'S
aku.. aish kenapa aku tidak bisa mengendalikan diriku sih tadi. aduh, aku malu sungguh malu kenapa juga aku haru menangiss ih memalukan.
aku melangkahkan kakiku kekelasku

"kau kenapa senyam senyum begituh"tanya youngra

"ada deh, apa aku tidak boleh begitu senyum"

"boleh sih, tapi gak biasanya aja gituh, sudah semingguan kau merenung bagemana gituh, sekarang malah senyam senyum senyam senyum sendiri. aku jadi ngeri melihatmu"ucap youngra panjang lebar

"kau ini"ucapku dan tersenyum lagi

"aduh, kau bagus sih tersenyum jadi cantik sekali tapi apa yang terjadi dengan otakmu eoh"sahut hyemi

"otakku baik2 saja chiguku sayang"ucapku

"ah terserah kau saja"ucap mereka

aku duduk kekursiku dan menatap langit biru dari jendelaku, ah aku hampir tidak pernah merasa hari begituu indah sungguh indah seperti ini.

xxx~

aku bergegas pergi ketaman belakang, untuk bertemu dengannya. dia eunhyuk seorang namja yang membuatku sadar selama seminggu ini bahwa aku benar2 mencintainya. sungguh sangat.
aku melihatnya tengah berdiri dibawah pohonnya rindang dan besar
aku berlari menemuinya

"mianhae, apakau sudah lama menunggu"ucapku seraya mengatur desah nafasku

"ah~ gwechana, aku baru datang kok"sahutnya

aku tersenyum melihatnya.
tiba2 dia menarikku kepelukannya

deg~

degup jantungku mulai berantakan sangat berantakan

"kau tahu aku sangat merindukanmu khaniy~ya"ucapnya lembut

aku hanya dapat terdiam mendengar perkataanya itu, senang sungguh senang mendengar kata itu dari mulutnya secara live.kini aku hanya tersenyum di pelukannya
aku menggigit bibir bawahku tak mampu berkata apa2
dia melepaskan pelukannya dan kini menatapku dalam, tersenyum penuh keteduhan kasih sayang.

entah kenapa saat seperti ini aku malah cegukan, aihss memalukan

"waeyo"

"hmmp..gwe..hmmp..chana..hmmp."ucapku menah cegukan itu agar berhenti
tapi tetap saja cegukan itu ada

"aku belikan minuman dulu ya, sebaiknya kau duduk saja di sini dulu"ucapnya memdudukanku ke bangku dekat pohon itu

"tunggu disini jangn kemana2"ucapnya dan beranjak

kenapa juga si ini cegukan selalu datang aduhh memalukan

taklama dia membawa sebotol minuman

"ini minumlah dulu"ucapnya membuka minuman itu dan menyerahkannya padaku

"go...hmmp...mawo..hmmp"ucapku dan mengambil minuman itu

akupun meminum minuman itu, setelah minum iya sih agak lumayan cegukanya berkurang.

"hmm, khaniy~ya"ucapnya

"nde"sahutku



>은혁 EUNHYUK POV'S
"hmm, khaniy~ya"ucapku

"nde"sahutnya

dia memalingkan wajahnya kearahku

deg~

aigooo jantungku jantungku

"waeyo"tanyanya

"ak..aku"

di menatapku

"aku menyukaimu, maukahkau jadi yeojachinguku"ucapku cepat

"kau mengatakan apa, aku tidak jelas mendengarnya"

"saranghae khaniy~ya"ucapku jelas dan menggenggam kedua tangannya
aku dapt melihat wajhnya terkejut, dan beberapa detik kemudian

"hmmp..hmmp...hmmp"
dia dia cegukan lagi, sebenarnya dia kenapa sih perasaan cegukan mulu deh  dari tadi.

"sebenarnya kau kenapa sih, dari tadi cegukan aja"ucapku

"ya~ hmmp.. kau itu. ini juga gara2 siapa eoh..hmmp"

"maksudmu ini gara2 aku"

"siapa lagi kalau bukan kau"

"maksudmu apa, aku tidak mengerti"

"babo, kenapa kau tadi mengatak itu dadakan sih, akukan..jadi..hmmp"

"eoh, jadi apa kau mau jadi yeojachinguku"ucapku mengerti

"menurutmu hmmp.."ucapnya seraya menahan cegukannya

"kau mau"ucapku

dan dia malah bertambah parah cegukannya

"ya~ gwechana"ucapku mulai panik
tapi dia tak dapt berkata apa2 cegukanay terlalu sering sih

"aduh, bagaimana ini. coba kau minum lagi"ucapku
dia menurut dan minum lagi, tapi tak berhasil.
dia menggelengkan kepalanya menandakan belum hilang cegukannya

"bagaimana ini"batinku
aku berpikir mencari cara agar dia berhenti cegukan. tapi apa??
entah apa yang ku pikirkan, atau juga aku di sebut tanpa pikir panjang
aku menarik wajahnya mendekatiku dan perlahan menempelkan bibirku pada bibirnya aku bisa membayangkan exspresinya saat aku melalukan itu, perlahan aku mengisap bibir bawah dan atasnya bergantian membuka sedikit mulutnya mengirup menghisap udara dari rongga mulutnya. aku dapt mendengar desah nafasnya dan nafasku memburu.
taklama mungkin semenit aku melepaskan ciuman itu, menatapnya. perlahan dia membuka matanya. aku tersenyum melihatnya

"ah~ akhirnya berhenti juga, hahah ternyata manjur juga ciumanku ini"ucapku

aku dapat melihat matanyaseperti hendak keluar dari tempatnya

"mwo~ya"teriakkya

"benarkan, akhirnya cegukanmu berhenti"ucapku

"kau, isshh"sahutnya memalingkan wajahnya dariku

"ya~ chagii, jangn marah dong"

"siapa yang marah"sahutnya tanpa menatapku

"wah benar2 marah, chagii~ya"ucapku berpindah duduk di sisi lain

dia meamlingkan wajanya lagi

"mianhae"ucapku tertunduk



>하니 KHANIY POV'S
aku memalingkan wajahku lagi

"mianhae"ucapnya
aku melihatnya tertunduk menyesalinya, sebenarnya sih aku menyukai sikapnya tadi, eommo ya apa yang aku pikirkan uss pergi ku pikiran ngacoo aduhh aku tertular virus yadong lee hyuk jae super junior itu ini ==".

"sudahlah, kumaafkan"ucapku menatapnya

"jeongmal"sahutnya menatapku

"hmm"gumamku

"ah~ chagii kau baik sekalii"ucapnya dan memelukku

aku hanya tersenyum di pelukannya

"saranghae"ucapnya

"nado..nado saranghae"sahutku

dia melepas pelukannya dan menatapku dalam lagi

"eommo, apa dia akan menciumku lagi"batinku

perlahan dia mencondongkan wajahnya kearahku
hya aku tak sanggup, aku menutup mataku saja.
taklama aku merasakan sesuatu di bibirku, lembut sungguh lembut
benar dia menciumku lagi

dia menghisap bibirbawahku dan mengambil persedian udara dari mulutku
desah nafaskami semakin membuaru dan ciuman itu semakin lama semakin ganas, bahkan aku tak mampu menahan sikapku. sungguh.

"ya~ apa yang kalian lakukan di situ"teriak seseorang tiba-tiba

sontak kami melepaskan ciuman itu dan mencari arah suara itu

"eommo, pak kangin"gerutu kami

"ya kalian tidak mendengar bel masuk eoh, kenapa kalian malah dia sana"ucapnya dan mendekat

"chagi~ya dengarkan aku dalam hitungan ketiga kita lari, arra"ucap hyuki

"arra"

pak kangin semakin dekat

"hana.. set lari"teriak hyuki dan menarik lenganku dan aku berlari mengikutinya

"ya kalan berdua, awas kalian"teriak pak kangin ngeri dan mulai mengejar kami
aku dan hyuki berlari semampu kami,

"aku senang benar2 senang saat ini, bisa menjadi yeojachingunya. orang yang aku cintai"batinku

"ya sepertinya kita harus lebih cepat lagi, kalu tidak mau di tangkap"

"tapi aku, sudah tidak kuat lagi"

" kau ini cepat naik kepunggungku"ucapnya

"tapi"

"ya kalian"teriak pak kang in

"cepat"desaknya

akupun naik kepunggungnya dan dia mulai berlari dengan keadaan aku di pungungnya

"aigoo~ kau berat sekali"ocehnya

"cih, salah kau sendiri"

"sudahlah. aku tidak mau berdebat"

"aku juga chagii"ucapku menyandarkan kepalaku di bahunya dan mengeratkan pelukanku

"kau ini"sahutnya

aku dan hyukipun masih berlari menjau dari pak kangin, yah dengan keadaan aku di gendong di punggungnya. bukan salahku, dia sendiri yang mau
hihiii :D
kasian namjachinguku ini.
eunhyuk saranghae
aku mengecup kilat pipi kirinya
diapun terhenti dari larinya

"waeyo"

"kau ini hampir membuatku syok saja menciumku tiba-tiba"

"heheh, mianhae"

"ya~ berhenti kalian"teriak pak kang in

"eommo"gerutu hyuk dan dia berlari lagi
berlari kami kabur dari cengkraman pak kang in yang pasti saat ini kami lolos, entah nanti atau besok apa kami bisa lolos yang pasti saat ini kami lolos

"hahahahhahha" kami tertawa dan terus berlari

the end___
 selesai jugaaaaaa xD
mian kalauu ngeboringin kaliannnn

FF# SARANGHAEYO [part 5]











>하니 KHANIY POV'S
ah sudah seminggu aku tidak melihatnya. dia kemana ya
hyaa apa yang kupikirkan, kenapa aku memikirkan eunhyuk lagi sih.
eum, memang sih gak bisa di pungkiri sepertinya aku merindukanya. ah apa mungkin aku menyukainya. tidak tidak.

"ah sebaiknya aku bertanya pada sungmin saja kemana dia selama seminggu ini"batinku
akupun keluar dari kelasku setelah pelajaran usai
aku menuju kantin, bisanya dia ada di sana dengan dongsaengku

"ah~ itu dia"gumamku melihatnya sedang dengan nika

"ya~ sungmin bisakah kau ikut denganku"ucapku setelah menghampirinya

"mau kemana eonni membawa namjachinguku"ucap nika

"kau diam saja ini bukan urusanmu, ayo cepat"ucapku menari lengan sungmin

"ya~"teriak nika

"sudahlah chagii, aku akan kembali tunggu aku di situ"ucap sungmin

"cih"cibirku
aku menarik lenga sungmin ketempat yang cukup sepi

"apa maumu"ucapnya

"hmm, kau tahu hyuki kemana"tanayku blak2kan

"mwo, kau mencari hyuki, ada angin apa ini"ucapny

"ya~ jawab saja"

"eh, apa kau merindukan hyuki"

"eoh, a..ani"

"benarkah, tidak. tapi ini tidak apa tidak salahkah atau tidak salah lagi"godanya

"ya~ jawaban saja pertanyaanku kau tidak usah tahu"ucapku memalingkan wajahku

"ya ketahuan kau merindukanya, lihat saja wajahmu samapi memerah begitu"

"jawab saja pertanyaanku"ucaku dan kenap juga jantungku jadi berlomba begini

"dia tidak sekolah, karna neneknya yang di busan meninggal"

"mwo, jeongmal"ucapku terkaget

"mm, aku juga baru tahu setelah 3 hari.aku tahu itu juga dari guru kami"
aku hanya dapat mengigit bibir bawahku, pasti itu berat baginya

"ya~ kau kenapa bengong begitu"ucap sungmin menyadrkanku

"eoh, ah nde"

"ya~ kau memikirkan hyuk, eommo sebegitu rindukah kau denganya"
aku hanya diam, karna aku tidak dapat berkata apa2 yang di katakan sungmi itu benar sih

"ah bengonga lagi, sudahlah aku pergi saja, kasian chagii ku menunggu lama"ucanya dan beranjak

"ternyata neneknya meninggal"gumamku
ah kenapa aku jadi merasa sangat sedih ya. oh god apa mungkin aku menyukainya. tidak melihat wajahnya saja rasanya sesak sekali, seakan kehilanagn oksigen
aku kembali kekelasku dengan sedikit lesu

"kau kenapa?"tanya hyemi

"molla"ucapku berpangku tangan

waktu pulang tiba, aku keluar dari kelasku dengan langkah yang gontai. ah sungguh tidak enak tidak melihat wajahnya itu

"hyukie~ya bogosipoyo"batinku

akh~ aku tidak dapat memungkiri aku kini benar-benar sudah jatuh cinta pada seorang namja yang bernama "EUNHYUK"은혁
aku melangkahkan kakimu melaui koridor dan kini aku sudah berada di halaman sekolah

"eonni"teriak nika dari belakangku dan mendekaat

"waeyo"ucapku lemas

"kau kenapa eon"
aku hanya dia dan tetap melangkah, dan nika hanya terdiam binggung di tempatnya
aku masih melangkah dalam keadaan yang sangat menyedihkan, menurutku.



>AUTHOR POV'S
"kenapa dia, tidak biasanya"gerutu nika

"chagii"teriak seseorang dari arah belakang nika

"eoh, oppa"

"kau kenapa, kok mematung begitu"

"gwechana, aku bingung aja dengan eonniku, lemas sekali"ucap nika memandangi eonninya dari belakang
"apa dia sakit ya"sambung nika dan menatap sungmin

"hmm, sepertinya memang lagi sakit"ucap sungmin

"mwo, dari mana oppa tahu"

"tentu saja aku tahu, dia memberikan gambaran kalau dia sakit"

"mwo, apa mungkin tadi saat dia bicara padamu. trus mengatakan kalau dia sakit, aigoo~~ eonniku yang malang, dia memang sakit apa oppa, kau tahukah??"

"tahu, dia sedang sakit malarindu"

"mwo, penyakit apa itu. aku baru dengar deh perasaan"

"tentu saja itu penyakit yang sedang populer sekarang"

"mwo, penyakit ada masa populer juga ya oppa"ucap nika manggut-manggut

"hmm"

"tapi apa penyakit itu bisa di sembuhkan"

"tentu sangat bisa, sangat mudah malah menyembuhkan penyakit itu"

"mwo, benarkah dokter mana yang bisa menyembuhkannya"

"dia bukan dokter"

"kok, bageman bisa dia menyembuhkan penyakit eonniku kalau dia bukan dokter"

"itulah kehebatannya"

"sepertinya oppa yakin sekali, memang oppa mengenalnya"

"tentu dia teman baikku"

"siapa dia, sampai oppa yakin sekali, kalau dia bisa menyembuhkan penyakit eonniku. kali aja aku bisa
berguru dengannya"

"mwo!! berguru? untuk apa?"

"akukan punya cita-cita jadi dokter oppa"ucap nika menerawang

"jeongmal chagi"

"hmm"gumam nika mantap

"jadi siapa dia"sambung  nika

"siapa apanya"

"ih oppa, dia yang bisa menyembuhkan penyakit eonniku"

"owh, dia.. liat saja sampai orangnya muncul, mungkin besok dia muncul"

"ih oppa. tidak bisakah kau memberitahuku sekarang"

"tidak"

"ayolah oppa"

"baiklah aku akan memberitahumu. tapi cuma inisalnya aja, gimana?"

"yah~~ boleh deh dari pada gak""

"E"

"E"

"hmm, sudah ah ayo kita pulang saja biar kuantar"ucap sungmin menarik lengan nika.
nika masih berfikir siapa orang yang inisialnya "E"

xxx~

khaniy menaiki bus yang sudah sekian lama dia menunggu di bus itu datang
dia duduk di pojok dekat jendela.
buspun mulai berjalan.
khaniy hanya diam dala bus itu, pikirannya melayang entah kemana
dia menatap jalan-jalan dari jendela tapi pikirannya tidak di tempatnya.
saking asiknya dalam lamunanya membuat khaniy melewati jalan menuju rumanhnya
dan akhirnya dia tersadar

"eommo, ajjhusi berhenti"teriaknya dan buspun menepi lalu berhenti
khaniy keluar dai bus itu

"aigoo~ aku harus berjalan memutar"gerutunya
diapun menlangkah berbalik melewati totowar khusus pejalan kaki

"aihh, ini semua gara-gara kamu hyuk. kenapa juga aku harus kepikiran kamu terus eoh"teriak khaniy

teriakannya itu membuat orang-orang yang ada di jalan itu memandanginya.
khaniy yang sadar dipandangi, hanya dapat melangkah dengan secepat mungkin sabil senyam senyum gaje dan menundukan wajah malu

"isshh, babo kenapa kamu berteriak di tempat umum khaniy"gerutunya
"babo babo"sambungnya seraya memukul pelan kepalanya.

xxx~

"kenapa baru sampai eon"tanya nika yang ada di ruang keluarga

"eoh, ini berkat seseorang"ucapnya dan beranjak kekamarnya

"seseorang, siapa?"gumam nika binggung
"ah gak usah di pikirin, baik aku nonto dramanya kibum oppa ini"ucapnya dan menyaksikan drama yang sedang tanya

>은혁 EUNHYUK POV"S
akhirnya aku sekolah juga lagi, ah aku merindukan sekolah ini tapi lebih merindukan si khaniy gadis pemarahku itu.
aku melewati koridor sekolah untuk menuju kelas sesekali aku menaiki tangga dan melewati koridur lagi.
langkahku terhenti saat melihat sesosok yeoja yang ada di depanku yang sedang menundukan kepalanya lesu

"kenapa dengannya"batinku

aku melangkah agak mendekat, dan kini dia memgangkat kepalanya. dia terdiam di tempatnya menatapku seakan mau memakanku, tapi beberapa detik kemudian aku melihat suatu cairan bening yang keluar dari matanya

"mwo! dia menagis, wae?"batinku
tak lama dia berlari kearahku

"aihh, mati aku"gerutuku
tapi takku sangka apa yang dia lakukan dia dia memelukku erat

"ya~ kau kemana saja eoh, membuatku menderita begini. kau tau"ucapnya terisak

apa katanya membuatnya memderita. apa maksudnya

"b..bogosipo"ucapnya lemah yang dapt ku dengar jelas

aku terkejut saat dia mengataka itu di hadapanku.
aku membalas pelukannya

"nado, nado bogosipoyo"ucapku neneluknya erat

"emhh. jadi maksud oppa inisial "E" itu ini orangnya"ucap seseorang

"nde"sahutnya

aku dan khaniy melepas pelukan kami, dan mendapati nika serta sungmin

"ah aku tidak mau jadi muridnya"ucap nika

"aku juga tidak mau kau jadi muridnya"sahut sungmin

"apa yang kalian bicarakan"ucapku

"ah~ bukan apa2"ucap mereka senyum gaje
aku menapa khaniy dan dia menatapku.

"hyaa, wajahnya memerah lucu sekali"batinku

"emm, sepertinya kami harus pergi, ayo chagii"ucap sungmin dan beranjak

aku dan khaniy kini ada di tempat waktu udara yang sama
terjadi sedikit kecanggunggan antara kami sampai akhirnya khaniy bicara

"aku, kekelas dulu"ucapnya dan mulai beranjak

aku menanhya sejenak

"bisa kita bicara nanti"tanyaku

"hmm"gumamnya

"aku tunggu di taman belakang sekolah, saat istirahat"ucapku

dia tersenyum simpel dan pergi

"yuhuuuu, khanaiy ternyata merindukanku, ah asikk tidak sia2 aku tidak hadir seminggu"ucapku girang loncat2
akupun menuju kelasku dengn perasaan yang sangat happi luar biasa happi



TBC again hahaha


FF# SARANGHAEYO [part 4]






>AUTHOR POV'S
kini hyuki dan sora sudah tiba di rumah almarhum neneknya

"hyuki, ayo kau makan dulu"ucap eommanya

"nanti saja eomma aku belum lapar"ucap hyuki yang masih memeluk bingkai poto neneknya

"hyuki, kau harus makan. kalau kau tidak makan nanti kau sakit dan itu dapt membuat nenek di sana bersedih"bujuk eommanya

hyuki menatap poto neneknya

"baiklah eomma"ucapnya

"ayo"ajak eommanya

mereka keluar dari kamar dimana kamar itu adalha kamar bekas neneknya
kini hyuki dan keluarganya makan bersama, dalam keadaan yang tanpa suara bicara satu sama lain
setelah makan hyuki langsung masuk kamar almarhum neneknya
appa eomma dan nunnanya hanya dapat diam melihat sikap hyuki yang diam dari sejak dia pulang memakamkan neneknya

"ah~ sepertinya aku harus menelpon kepala sekolahnya, mungkindia masih syok atas kepergian eomma"ucap eomma hyuki
eomma hyukipun menuju telpon dan menelpon kepala sekolah hyuki. dan memberi tahukan mungkin hyuki tidak dapat masuk sekolah beberapa hari ini.



>하니 KHANIY POV'S
kenapa akujadi memikirkan eunhyuk ya. aigooo~, aku mengacak acak rambutku dan berbaring di kasurku

"aihhh, kenap wajah eunhyuk itu sih yang terus terbayang"ucapku
aku membenamkan wajahku dengan bantal, tapi tetap saja hatiku merasa gelisah, selalu dan selalu kepikiran eunhyuk, hingga akhirnya aku tertidur.
pagi tiba aku segera beranjak dari tempat tidurku dan bersiap berangkat
aku turun kebawah dan menyempatka sarapan pagi

"eonni, apa hari ini kau mengamb sepedamu"tanay nika

"hmm, wae"tanyaku seraya mengunyah makananku

"ani, aku cuma amu nanya aja"


"ayo, kita berangkat"ucap appa

"nde"sahutku juga nika

aku meminum susuku dulu sebelum menyusul appa dan nika.

"eonni cepat"teriak nika yang kini sudah ada di dalam mobil

"nde, arra"ucapku mempercepat langkahku dan masuk mobil

"pasang sabuk kalian"ucap appa

"nde"shutku dan nika

kamipun berangkat

xxx

"gomawo appa"ucapku dan nika lalu mencium kedua pipi appa

"yang rajin belajarnya, jangan pacaran aja"ucap appa

"ih, aku rajin appa. npeonni tuh yang pacaran aja. maklum appa baru jadian"ucap nika

"mwo, ya~ nika kau jangan mengada ada, appa jangan percaya nika"ucapku sedangkan nika pergi masuk duluan

"sudahlah, benar juga tidak appa, sudah masuk sana"

"appa, issh"
aku melangkah memasuki sekolahku

"ah anak itu, lihat saja ku nika kalau bertemu denganku"ucapku melangkah menuju kelasku
aku memasuki kelasku dengan tampang yang bad mood

"kau kenapa khaniy"tanya youngra

"bukan urusanmu"

"ya~ kau marahan sama hyuki kah"ucap dira

"bisakah kau tidak menyebut namanya, aku lagi malas berdebat sekarang"

"oww, ternyata benar. ah wajar saja sepasang kekasih baru"

"ya~"teriakku

"okey kami diam"ucap mereka duduk dan senyam senyum melihatku

xxx

"eonni, aku pulang bareng dengn mu ya"ucap bika memasuki kelasku

"kau~"ucapku kesal

"ayolah eonni jangn marah lagi"ucapnya

okey aku masih malas berdebat sekarang, jadi aku maapkan saja dia.
aku dan nika pulang bersama, sebelumnya aku ke bengkel dulu mengambil sepedaku
kami tiba di bengkel

"ajjhusi, aku mau mengambil sepedaku"ucapku menghampirinya

"eoh, nona. itu sepedanya sudah beres"ucapnay menunjuk diman sepedaku sekarang

"gomawo ajjhusi"ucapku dan membayar upahnya
aku mengambil sepedaku
akupun mengayuh sepedaku yah tentunya ada nika yang sedang ku bonceng sekarang. aduh berat sekali

"ya~ nika turun kau"ucapku dan berhenti

"mwo, wae?"ucapnya turun

"sekarang kau yang memboncengku, aku cape memboncengmu"ucapku menyerahkan sepeda itu padanya

"aishh, eonni"

"cepat, nanti kita samapai rumah bisa2 sudah gelap"

"ah~ arra, naik lah"ucapnya

"baik"ucapku dan duduk di boncengan belakang

"ayo berangkat"ucapku
nikapun mengayuh sepeda itu

"aigoo~ eonni, sebainya kau diet. berat sekali"ucapnya

"ya~ janagn banyak omong"balasku

"issh"
dia melanjutkan kacuhan sepedanya

"haha, siap suruh kau ikut denganku, kenapa juga gak pulang dengan namjachingumu yang namanya sung..sung.."

"sungmin"

"nde sungmin itu"

"ih, masa ku minta antar terus tiap hari denganya, maka arah rumah kan berlawanan"

"ya~ mau gak mau dong demi yeojachingu"

"ih, malas ngomong denga eonni"

"idih siapa juga yang rajin ngomong sama kamu"ucapku dan tersenyum puas dapat membuatnya kesal.
akhirnya kami tiba juga

"ah bisa kurus 5 kilo nih aku"ucap nika masuk rumah

"idih, 5 kilo, emang beratmu nyampe 5 kilo"ejekku

"aishh, eonni. menyebalkan sekali"sahutnya

aku hanay tertawa puas atas kemenangankuuu.
aku memasuki kamarku dan berbaring dikasurku dengan perasaan yang sangat puas karena sudah dapat membuat nika dongsaengku tersayang itu kesal hahahahah.


>은혁 EUNHYUK POV'S
"hyuk, ayo kita pulang kerumah kita sudah seminggu di sini"bujuk eomma
apa sudah seminggu ternyata aku di busan. ah pa khaniy merindukanku

"baiklah eomma, tapi kita pulang besok saja. inikan sudah malam"

"baiklah, eomma turuti maumu"ucap eomma dan keluar dari kamrku
aku berbaring kekasurku lagi

"apa kabarnya khaniy sekarang ya"gumamku dengan kedua tanganku menjadi bantalku

"ah sebaiknya aku tidur saja lagian besok aku pulang juga. tapi mungkin lusanya baru sekolah"ucapku dan memperbaiki posisiku untuk tidur

xxx

hari ini aku pulang ke seoul juga, ah seminggu ku tinggalkan sepertinya seoul sudah agak berubah suhunya. menjadi semakin dingin

"ayo turun kita sudah sampai"ucap eomma

"ya hyuki bantu aku mengangkat koper"ucap nunnaku

"nde"sahutku

aku membantu nunnaku mengangkat barang2 kami





TBC ahhahah sengajaaaa, biar bisa buka dari hp :)