haeppi readinggg
[donghae pov’s]
setelah menghubungi hyukie aku segera bergegas menuju
taman itu juga.
Sesampai di sana aku mengedarkan pandanganku mencari
meiri
“dimana dia”gumamku yang terus mencari
“eoh, itu dia. Sepertinya dia bête menunggu. Ah~ aku
kagetkan saja ahhh”batinku dan perlahan mendekati meiri yang asik memandan kiri
kanan
“duarrr”aku mengagetkannya
“eommo, aiss ya~ oppa kau mau membunuhku”ucapnya saat aku
mengagetkannya dari belakang
“hhehe, apa mereka sudah datang”
“molla, aku tidak melihat batang hidung mereka sedikitpun
saat ini”
“kita tunggu saja”ucapku
Aku dan meiripun menunggu, kami bersembunyi di semak
semak untuk melihat mereka
“ah~ mereka lama sekali”gumam meiri
“sabar chagii”
Dia hanya memonyongkan wajahnya, lucu sekali.
Tak lama kami berdebat aku meliaht kedatangan chaeri
“eoh, chaeri sudah datang chagii”
“mana?”
“itu”ucapku menujuk kearah chaeri
“ah~, kita tinggal tunggu hyuki saja lagi”
Cukuplama aku dan meiri menunggu hyuki akhirnya kami
melihat hyuki juga
“dia datang akhirnya”gumamku
“hmm, kita tunggu dulu samapai mereka bertemu”
“nde, arraso chagiiyaaa”ucapku
“ck, kau ini”
Aku dan meiri melihat keadaan, dan samapai akhirnya hyuki
dan chaeri bertabrakan.
“ah~ pasti chaeri sakit itu”gumam meiri
“tentu saja samapai jatuh begitu, anak itu juga tidak
meliaht jalan malah main hp”
Kami memperhatikan mereka lagi dari jarak yang cukup
jauh, kami tidak mendengar apa yang mereka bicarakan. Sepertinya mereka
berkelahi, dan kini chaeri terjatuh
“eommo, aishh hyukii diaaa”ucap meiri kesal dan hendak
beranjak
“usss, sudahlah jangan kau buat rencana kita gagal”
“tapi chaeri..”
“tenang saja aku yakin hyuki tidak akan membiarkan chaeri
begitu saja”ucapku
Meiri aku dapat meliaht wajah kesalnya pada hyuki,
terhadap perlakuan hyukii pada chaeri. Kami melihat mereka lagi dan benar dugaanku
hyuki tidak mungkin membiarkan chaeri begitu saja, ah anak itu
“aku bilang juga apa kan chagii”
“hmm, meski aku kesal dengan sikap hyuki tadi”
“ah~ kaki chaeri terluka ternyata”
“mwoo!!”ucap meiri dan melihat mereka
“sepertinya dia kesakitan, dan mau kemana lagi anak
itu”ucapku saat melihat hyuki pergi meninggalkan meiri
“mungki hyukii membelikan obat untuk luka chaeri”ucap
meiri
“benar juga”
Tak lama hyuki kembali lagi dengan membawa obat luka
chaeri,
“chagii, sepertinya rencana kita berhasil”ucapku
“hmm, aku senang sekali rasanya”
“chagiii”
“hmm, nde”
“urusan kitakan sudah selesai, jadi kita jalan2 kah”
“boleh, kemana?”
“ikut saja”ucapku menggandengnya
“arra”
Aku dan meiripun pergi beranjak meninggalkan mereka
Aku mengajak meiri ketaman bermain, yah itung2 kenczn
pertama J
“eh taman bermain??”ucapnya
“hmm, aku ingin berdua denganmu di taman bermain, ya di
hitung2 kencan pertama kita”ucapku berbisik
“m…mwo!!”
“aigoo~ wajahmu lucu sekali”ucapku mencubit lembut hidungnya
Aku dapat melihat wajahnya sangat merah, ishh apa dia
benar2 malu sekarang >//<
[meiri pov’s]
Hae mengajakku ketaman bermain, ngapain juga kesini??
“eh taman bermain??”ucapku
“hmm, aku ingin berdua denganmu di taman bermain, ya di
hitung2 kencan pertama kita”ucapnya berbisik
“m…mwo!!”ucapku tergagap, apa yang diaaa katakan
“aigoo~ wajahmu lucu sekali”ucapnya mencubit lembut
hidungnya
Aishh jantungku sangat berdetak cepat sungguh cepattttt,
aigooo~. Ishh dia tersenyum sangat manis sekali aku menyukai itu sangat
menyukai nya
“kajja, kita main apa dulu”ucapnya
“hmm, molla”ucapku mengedarkan pandanganku kesana kemari
“kita main itu saja”ucapnya menunjuk arah rolercouster
“ah~ itu, baiklah siapa takut”ucapku
“kajja”ucapnya menggandeng tanganku
Kamipun menaiki
rolercouster itu, kami menjeritttt huwaaaaaaaaaaaaaaaa~~~ saat permainan itu di
mulai. Jantungku sangat berdegup cepat saat menuruniii jalur demi jalur
rolercouster itu.
“tenanglahhh ada akuu di siniiii”teriak haeppa dan mengenggam tanganku erat,akupun memngenggam tangannya erattt membalss genggamannyaaa, yah~ meski rasa deg2kanku masih ada tapi sedikit berkutrang karena dia ada di sini
“tenanglahhh ada akuu di siniiii”teriak haeppa dan mengenggam tanganku erat,akupun memngenggam tangannya erattt membalss genggamannyaaa, yah~ meski rasa deg2kanku masih ada tapi sedikit berkutrang karena dia ada di sini
Akhirnya selesai,
ah jantungku masih saja berdetak agak cepat. Aku memegangi jantungku dan
mengatur nafasku. Ah sungguh menyenagkannnn
“oppa, lainkali
kita main ini lagi ya”ucapku
“mwo!!”
“wae?”
“ani, hmm kita akan
main ini lagi lain kali, tapi dengan 2 insan manusia(dibacaeunhyukdanchaeri)
yang lagi apa sekarang entahlah?”
“nde, kita adakan
double date hahhahaha”tawaku
Dia hanya tersenyum”terus
kita naik apa lagi sekarang”tanyanya
“molla”ucapku
seraya mengangkat kedua bahuku
“ck, kau ini”
“eh tapi oppa aku
haus, kita cari minum dulu ya. Tenggorokanku rasanya kering”ucapku mengusap
leherku
“ya sudah, ayo kita
cari”ajaknya
Kamipun mencari
minuman, dan akhirnya kami mendapatkannya juga, aku segera membuka tutup botol
minuman itu dan menegak minumannya#lokiranegaktubotol.
Ah~, segar sungguh
segar rasanya. Akupun menegok kesampingku tapi eh diaman haeppa, dimana? Dimana?
Dimana?
“oppa, kau dimana?”teriakku
dari posisisku tadi. Trapi aku tidak mendapatkan jawaban
“apa jangan2 oppa
tersesat, ah tidak mungkin oppakan sudah besar tapi dai dimana sekarang”batinku
seraya mengedarkan pandanganku kesana kemari
Hatiku mulai galau
sudah hampir 10 menit aku tidak melihat haeppa, aigooo dia kemana? Apa perlu
aku melapor ke petugas taman hiburan ini. Ah aku putuskan untuk melapor saja
deh. Akupun melangkah tapi tiba2 ada yang menarik lenganku, akupun menoleh,
siapa yang menarik lenganku dan dia adalahhh…ya haeppa dia haeppa.
“ya~ oppa kau
kemana saja eoh, memebuatku khawatir saja, hampir saja aku tadi menemui petugas
taman hiburan ini memberitahukan kau hilang”
“mwo! Aku hilang,
aku memang sengaja meninggalkanmu”
“eoh, ya~ oppa kau mempermainkanku”ucapku
mulai memonyongkan bibirku
“hhahahhaha,
mianhae. Oh iya ayo ikut aku”
“kemana?”
“ikut saja?”ucapnya
menarik lenganku dan aku menigkutinya saja
Mau kemana dia
membawaku itu pikirku, tapi syukurlah dia sudah ada lagi di hadapanku. Jujur
aku sungguh takut kalau tidak dapta melihatnya lagi gara2 menghilang di taman
bermain ini,
“nah~ kita sudah
samapai”ucapnya di depan sebuah photobox
“ngapain oppa”
“kau tidak membaca
ini apa”ucapnya menunjuk arah tulisan yang tertulis PHOTHOBOX
“ya aku tahu, tapi
untuk apa kesini”
“kau masih tidak
mengerti chagii?”tanyanyaa dan aku hanya mengangguk menjawab pertanyaanya itu
“aigooo~, kita
kesini untuk beerphoto, aku ingin ada photomu dan photokita berdua”ucapnya
seraya memegani bahuku dan bicara tepat di hadapanku
“oh, itu. Kalau itu
sih tidak usah di sini kan oppa, pake ponsel juga bisa kan”ucapku meperlihatkan
ponselku
“tapi aku tidak mau
di ponsel, aku mau di sini denganmu. Lainkali saja kita berphoto di
ponsel,hmm. Ayo sebaiknya kita cepat
masuk dan berphoto”ucapnya
“baiklah oppaku
sayang”ucapku dia tersenyum dan kami memasuki arena(?) berphoto itu
Kamipun berphoto
mengunakan bernbagai pose, hhahha posekami aneh aneh kurasa.
Selesai berphotoria
kami, melihat hasil photo itu. Kekekek haeppa lucu sekali apa lagi wajahnya
cemberu begitu sungguh lucu
“liat kau jelek
sekali”ucapnya menunjukkan photo wajahku yang sungguh memang jelek
“kau tidak kalah
jeleknya oppa”ucapku
Dia hanya mengacak
lembut rambutku, dan tersenyum aigooo~ please oppa jangan tersenyum terus kalau
kau tersenyum terus nanti semua orang melihat karena aku tidak mau berbagi
dengan orang senyuman mu itu
“oppa, bisakah kau
berhenti terseyum”ucapku
“mwo! Wae? Kau
tidak suka aku tersenyum, apa senyumanku jelek”
“bukan begitu oppa”
“jadi”
“senyumanmu itu
terlalu manis oppa, jadi oppa jangan sering tersenyum apalagi di tempat seperti
ini,karena kau tidak suaka oppa memperlihatkan senyuman itu pada semua orang,
aku tidak rela oppa”
“mwo!! Apa yang kau
katakana tadi?”ucapnya tersenyum
“tidak ada reply!!”ucapku
kesal
“baiklah, aku tidak
akan tersenyum terlalumanis di hadapan oranglain kecuali di hadapanmu hmm?”ucapnya
mengelus lembut pipiku
Aku hanya dapat
tersenyum.
“baiklah kita naik
bianglala dulu sebelum pulang, otthe?”ucapnya
“okey, aku juga
sudah lama tidak naik bianglala”jawabku
Kamipun menuju
wahana itu, kamai memesan dua tiket lebih dulu, hmm kami mendapatkan tepat
nomor 7.
Wahana itu mulai
bergerak dan dimasuki orang orang samapai akhirnya nomor tujuh itu datang. Kamipun segera menaikinya. Kami memakai 2
kali putaran dalam wahana ini. Ckckck ternyata seoul indah juga malam begini,
aigooo lampunya terang terangggggg
“woahh~ opppa seoul
neomu yeppeo”ucapku
“kau ini seperti
anak kecil saja”
“ih oppa~ wajar
dong aku sangat takjub terakhir naik bianglala saat umurku 10 tahun deh kau
tidak salah bersama appa dan eomma”
“nde, arrasoo”ucapnya
yang kini tiba2 memelukku dari samping
Deg~
Tubuhku rasanya
menegang, saat dia memelukku dan menaru dagunya di bahuku, ah~ hembusan nafasnya
menerpa kulit leherku, aku sungguh merasa geli.
Satuputaran sudah
selesai sekarang putaran terakhir dan dia masih saja memelukku begini, aku tak
mampu rasanya berkata meminta agar dia berhenti memeluku begini.
Eommo~ dia mengecup
leherku sekilas. Ah darahku berdesirr sangat cepat, dan dia mempererat
pelukannya di pinggangku, ya tuhannn aku mau pingsan rasanya. Tapi aku
penasaran apa yang akan dia lakukan selanjutnya, hmm aku hanya dapat menunggu
dan melihat saja
[chaeri pov’s]
Apa dia katakana tadiii?,
aku berhenti memakan permenku
“k..au b..bilang ap..a ta..di”gugupku
“k..au b..bilang ap..a ta..di”gugupku
“joahaeyo, ah ani
saranghae…saranghae chaeri~ya”ucapnya
“k..au j..ang..an b..ber…canda hy..ukie”
“aku tidak bercanda
chaeri, coba tatap saja mataku ini, apa mataku berkata bohong”ucapnya
mengarahkanku menghadapnya
Aku menatap
matanya, nde aku tidak mendapati kebohongan dimata itu. Mata itu sungguh indah
seakan dia berkataa “aku benar-benar mencintaimu chaeri”
Deg~~
Jantungku mulai
tidak karuann kenapaaa inii, apa ini karna matanyaa, atau ungkapannya tadii.
“chaeri…”ucapnya
menyadarkanku
“eoh,?. Nde? Wae
hyukie”
“jadi apa kau mau
jadi yeojachinguku”
“ahh kenapa dia
mendadak mengatakan begini sih, saat ini juga”batinku
“chaeri”ucapnya
lagi
“hmm, hyukie. Dapatkah
kau member ku waktu”
Dia terdiam sejenak
dan tersenyum menatapku
“nde, tentu aku
akan member mu waktu, tapi jangan lama2 hmm. Aku bisa tidak tahan chaeri”ucapnya
“hehehe, nde, aku
akan menjawab secepatnya kok”ucapku dan memakan permen itu lagi
“ihhhs”gumamnya
geregetan dan mengacak rambutku
“hmm, ini sudah
malam sebaiknya kita pulang saja hyukie, lagian haarinya juga mau hujan”ucapku
Tiba2 bruzzzzzz,
hujan kini menguyur lebat
“ah baru saja di
bicarakan dia sudah turun, ck”gumamku dan berlari mencari tempat teduh bersama hyukie
“kita berteduh di
sini dulu hmm, sepertinya hujanya lebat dan akan lama”ucapnya saat kami sampai
di depan toko yang sudah tutup
Ah~ untung saja di
depan toko itu ada kursi aku segera duduk di situ, aku menghempas pelan tubuhku
ke kursi itu, ishh kenapa harus hujan sihh, saat ini juga, ahh dan ada dia
lagiii bagaimana? bagaimana?
ah tubuhku rasanya
dingin sekali aku lupa mengunakan jaketku tadi, ck sial, aku meniup2 telapak
tanganku dan mengosok-gosokanya mengurangi rasa dingin.
“kau dingin”Tanya
hyuki tiba2
“eoh, ani. Gwechana”ucapku
Dia mentapku, eommo
tatapan itu..dia mendekatiku dan melepaskan jaketnya
“gunakan ini hmm,
aku tidak ingin kau sakit, arra?”ucapnya memasangkan jaket itu kebahuku
Aku menatapnya
lekat, dia….
“wae?”tanyanya
“eoh, ani. Hmm
gomawo”ucapku dan memakai jaket itu dengan benar
“hmm, tapi apa kau
tidak apa2”tnyaku
“apanya?”
“jaketmu ini”
“gwechana, kau
lebih memerlukanya”ucapnya tersenyum gummy
Kami duduk di kursi
itu menati hujan reda
5 menit
10 menit
15 menit
Hujan masih saja mengguyur
rerumputan jalan dan apapun yang ada di bawah langit
Aku mulai merasa
bosan benar2 bosan, ihhh
“kau bosan”tanyanya
“eoh, hmm begitulah”ucapku
menatapnya sekilas
Dia mendekatkan
duduknya padaku dekat tepat di sampingku,
“ini”ucapnya
menyodorkan sebelah hadsat
“untuk apa?”
“bukankahn kau
bilang kau bosan, jadi dengar ini saja”ucapnya memasangkan hadsat itu di kuping
sebelah kananku
“eotthe? Kau suka
lagunya?”tanyanya
“hmm, joa”ucpaku
melihatnya tersenyum
Akupun mengguman
mendengarkan lagu yang kami dengar, hmm hmm hmm hmm hmmm hmm. Aku memejamkan
mataku dan menyadarkan kepalaku ke tembok di belakangku, tapi aku merasakan ada
yang mengangkatkepalaku dan menaruhnya ke bahunya, aku tersentak dan membuka
mataku,
“sebaiknya kau
taruh saja di sini kepalamu, di sini lebih hangat dari pad di tembok”ucapnya
“sudahlah,”ucapnya
dan menaruh kepalaku lagi di bahunya dan memelukku
Deg~
Jantungku mulai
berdetak begini lagi, aishh siall.
“eoh, hujanya sudah
reda”ucapku dan berdiri dari tempat dudukku
“hmm, sebaiknya
kita pulang hmm, kajja”lanjutku dan melangkah lebih dulu
“chaeri tunggu aku”ucapnya
menyusulku
TBC
mohon RCLnyaa ^^



