Minggu, 20 Mei 2012

FF# WHY-WHY LOVE part 9








haeppi readinggg




[donghae pov’s]
setelah menghubungi hyukie aku segera bergegas menuju taman itu juga.
Sesampai di sana aku mengedarkan pandanganku mencari meiri
“dimana dia”gumamku yang terus mencari
“eoh, itu dia. Sepertinya dia bête menunggu. Ah~ aku kagetkan saja ahhh”batinku dan perlahan mendekati meiri yang asik memandan kiri kanan

“duarrr”aku mengagetkannya
“eommo, aiss ya~ oppa kau mau membunuhku”ucapnya saat aku mengagetkannya dari belakang
“hhehe, apa mereka sudah datang”
“molla, aku tidak melihat batang hidung mereka sedikitpun saat ini”
“kita tunggu saja”ucapku

Aku dan meiripun menunggu, kami bersembunyi di semak semak untuk melihat mereka
“ah~ mereka lama sekali”gumam meiri
“sabar chagii”
Dia hanya memonyongkan wajahnya, lucu sekali.
Tak lama kami berdebat aku meliaht kedatangan chaeri
“eoh, chaeri sudah datang chagii”
“mana?”
“itu”ucapku menujuk kearah chaeri
“ah~, kita tinggal tunggu hyuki saja lagi”

Cukuplama aku dan meiri menunggu hyuki akhirnya kami melihat hyuki juga
“dia datang akhirnya”gumamku
“hmm, kita tunggu dulu samapai mereka bertemu”
“nde, arraso chagiiyaaa”ucapku
“ck, kau ini”

Aku dan meiri melihat keadaan, dan samapai akhirnya hyuki dan chaeri bertabrakan.
“ah~ pasti chaeri sakit itu”gumam meiri
“tentu saja samapai jatuh begitu, anak itu juga tidak meliaht jalan malah main hp”

Kami memperhatikan mereka lagi dari jarak yang cukup jauh, kami tidak mendengar apa yang mereka bicarakan. Sepertinya mereka berkelahi, dan kini chaeri terjatuh
“eommo, aishh hyukii diaaa”ucap meiri kesal dan hendak beranjak
“usss, sudahlah jangan kau buat rencana kita gagal”
“tapi chaeri..”
“tenang saja aku yakin hyuki tidak akan membiarkan chaeri begitu saja”ucapku

Meiri aku dapat meliaht wajah kesalnya pada hyuki, terhadap perlakuan hyukii pada chaeri. Kami melihat mereka lagi dan benar dugaanku hyuki tidak mungkin membiarkan chaeri begitu saja, ah anak itu
“aku bilang juga apa kan chagii”
“hmm, meski aku kesal dengan sikap hyuki tadi”
“ah~ kaki chaeri terluka ternyata”
“mwoo!!”ucap meiri dan melihat mereka
“sepertinya dia kesakitan, dan mau kemana lagi anak itu”ucapku saat melihat hyuki pergi meninggalkan meiri
“mungki hyukii membelikan obat untuk luka chaeri”ucap meiri
“benar juga”

Tak lama hyuki kembali lagi dengan membawa obat luka chaeri,
“chagii, sepertinya rencana kita berhasil”ucapku
“hmm, aku senang sekali rasanya”
“chagiii”
“hmm, nde”
“urusan kitakan sudah selesai, jadi kita jalan2 kah”
“boleh, kemana?”
“ikut saja”ucapku menggandengnya
“arra”
Aku dan meiripun pergi beranjak meninggalkan mereka

Aku mengajak meiri ketaman bermain, yah itung2 kenczn pertama J
“eh taman bermain??”ucapnya
“hmm, aku ingin berdua denganmu di taman bermain, ya di hitung2 kencan pertama kita”ucapku berbisik
“m…mwo!!”
“aigoo~ wajahmu lucu sekali”ucapku mencubit lembut hidungnya
Aku dapat melihat wajahnya sangat merah, ishh apa dia benar2 malu sekarang >//<

[meiri pov’s]
Hae mengajakku ketaman bermain, ngapain juga kesini??
“eh taman bermain??”ucapku
“hmm, aku ingin berdua denganmu di taman bermain, ya di hitung2 kencan pertama kita”ucapnya berbisik
“m…mwo!!”ucapku tergagap, apa yang diaaa katakan
“aigoo~ wajahmu lucu sekali”ucapnya mencubit lembut hidungnya

Aishh jantungku sangat berdetak cepat sungguh cepattttt, aigooo~. Ishh dia tersenyum sangat manis sekali aku menyukai itu sangat menyukai nya
“kajja, kita main apa dulu”ucapnya
“hmm, molla”ucapku mengedarkan pandanganku kesana kemari
“kita main itu saja”ucapnya menunjuk arah rolercouster
“ah~ itu, baiklah siapa takut”ucapku
“kajja”ucapnya menggandeng tanganku

Kamipun menaiki rolercouster itu, kami menjeritttt huwaaaaaaaaaaaaaaaa~~~ saat permainan itu di mulai. Jantungku sangat berdegup cepat saat menuruniii jalur demi jalur rolercouster itu.
“tenanglahhh ada akuu di siniiii”teriak haeppa dan mengenggam tanganku erat,akupun memngenggam tangannya erattt membalss genggamannyaaa, yah~ meski rasa deg2kanku masih ada tapi sedikit berkutrang karena dia ada di sini

Akhirnya selesai, ah jantungku masih saja berdetak agak cepat. Aku memegangi jantungku dan mengatur nafasku. Ah sungguh menyenagkannnn
“oppa, lainkali kita main ini lagi ya”ucapku
“mwo!!”
“wae?”
“ani, hmm kita akan main ini lagi lain kali, tapi dengan 2 insan manusia(dibacaeunhyukdanchaeri) yang lagi apa sekarang entahlah?”
“nde, kita adakan double date hahhahaha”tawaku

Dia hanya tersenyum”terus kita naik apa lagi sekarang”tanyanya
“molla”ucapku seraya mengangkat kedua bahuku
“ck, kau ini”
“eh tapi oppa aku haus, kita cari minum dulu ya. Tenggorokanku rasanya kering”ucapku mengusap leherku
“ya sudah, ayo kita cari”ajaknya

Kamipun mencari minuman, dan akhirnya kami mendapatkannya juga, aku segera membuka tutup botol minuman itu dan menegak minumannya#lokiranegaktubotol.
Ah~, segar sungguh segar rasanya. Akupun menegok kesampingku tapi eh diaman haeppa, dimana? Dimana? Dimana?
“oppa, kau dimana?”teriakku dari posisisku tadi. Trapi aku tidak mendapatkan jawaban
“apa jangan2 oppa tersesat, ah tidak mungkin oppakan sudah besar tapi dai dimana sekarang”batinku seraya mengedarkan pandanganku kesana kemari

Hatiku mulai galau sudah hampir 10 menit aku tidak melihat haeppa, aigooo dia kemana? Apa perlu aku melapor ke petugas taman hiburan ini. Ah aku putuskan untuk melapor saja deh. Akupun melangkah tapi tiba2 ada yang menarik lenganku, akupun menoleh, siapa yang menarik lenganku dan dia adalahhh…ya haeppa dia haeppa.

“ya~ oppa kau kemana saja eoh, memebuatku khawatir saja, hampir saja aku tadi menemui petugas taman hiburan ini memberitahukan kau hilang”
“mwo! Aku hilang, aku memang sengaja meninggalkanmu”
“eoh, ya~ oppa kau mempermainkanku”ucapku mulai memonyongkan bibirku
“hhahahhaha, mianhae. Oh iya ayo ikut aku”
“kemana?”
“ikut saja?”ucapnya menarik lenganku dan aku menigkutinya saja

Mau kemana dia membawaku itu pikirku, tapi syukurlah dia sudah ada lagi di hadapanku. Jujur aku sungguh takut kalau tidak dapta melihatnya lagi gara2 menghilang di taman bermain ini,

“nah~ kita sudah samapai”ucapnya di depan sebuah photobox
“ngapain oppa”
“kau tidak membaca ini apa”ucapnya menunjuk arah tulisan yang tertulis PHOTHOBOX
“ya aku tahu, tapi untuk apa kesini”
“kau masih tidak mengerti chagii?”tanyanyaa dan aku hanya mengangguk menjawab pertanyaanya itu
“aigooo~, kita kesini untuk beerphoto, aku ingin ada photomu dan photokita berdua”ucapnya seraya memegani bahuku dan bicara tepat di hadapanku
“oh, itu. Kalau itu sih tidak usah di sini kan oppa, pake ponsel juga bisa kan”ucapku meperlihatkan ponselku
“tapi aku tidak mau di ponsel, aku mau di sini denganmu. Lainkali saja kita berphoto di ponsel,hmm.  Ayo sebaiknya kita cepat masuk dan berphoto”ucapnya
“baiklah oppaku sayang”ucapku dia tersenyum dan kami memasuki arena(?) berphoto itu

Kamipun berphoto mengunakan bernbagai pose, hhahha posekami aneh aneh kurasa.
Selesai berphotoria kami, melihat hasil photo itu. Kekekek haeppa lucu sekali apa lagi wajahnya cemberu begitu sungguh lucu
“liat kau jelek sekali”ucapnya menunjukkan photo wajahku yang sungguh memang  jelek
“kau tidak kalah jeleknya oppa”ucapku

Dia hanya mengacak lembut rambutku, dan tersenyum aigooo~ please oppa jangan tersenyum terus kalau kau tersenyum terus nanti semua orang melihat karena aku tidak mau berbagi dengan orang senyuman mu itu
“oppa, bisakah kau berhenti terseyum”ucapku
“mwo! Wae? Kau tidak suka aku tersenyum, apa senyumanku jelek”
“bukan begitu oppa”
“jadi”
“senyumanmu itu terlalu manis oppa, jadi oppa jangan sering tersenyum apalagi di tempat seperti ini,karena kau tidak suaka oppa memperlihatkan senyuman itu pada semua orang, aku tidak rela oppa”
“mwo!! Apa yang kau katakana tadi?”ucapnya tersenyum
“tidak ada reply!!”ucapku kesal
“baiklah, aku tidak akan tersenyum terlalumanis di hadapan oranglain kecuali di hadapanmu hmm?”ucapnya mengelus lembut pipiku
Aku hanya dapat tersenyum.
“baiklah kita naik bianglala dulu sebelum pulang, otthe?”ucapnya
“okey, aku juga sudah lama tidak naik bianglala”jawabku

Kamipun menuju wahana itu, kamai memesan dua tiket lebih dulu, hmm kami mendapatkan tepat nomor 7.
Wahana itu mulai bergerak dan dimasuki orang orang samapai akhirnya nomor tujuh itu datang.  Kamipun segera menaikinya. Kami memakai 2 kali putaran dalam wahana ini. Ckckck ternyata seoul indah juga malam begini, aigooo lampunya terang terangggggg
“woahh~ opppa seoul neomu yeppeo”ucapku
“kau ini seperti anak kecil saja”
“ih oppa~ wajar dong aku sangat takjub terakhir naik bianglala saat umurku 10 tahun deh kau tidak salah bersama appa dan eomma”
“nde, arrasoo”ucapnya yang kini tiba2 memelukku dari samping

Deg~
Tubuhku rasanya menegang, saat dia memelukku dan menaru dagunya di bahuku, ah~ hembusan nafasnya menerpa kulit leherku, aku sungguh merasa geli.

Satuputaran sudah selesai sekarang putaran terakhir dan dia masih saja memelukku begini, aku tak mampu rasanya berkata meminta agar dia berhenti memeluku begini.
Eommo~ dia mengecup leherku sekilas. Ah darahku berdesirr sangat cepat, dan dia mempererat pelukannya di pinggangku, ya tuhannn aku mau pingsan rasanya. Tapi aku penasaran apa yang akan dia lakukan selanjutnya, hmm aku hanya dapat menunggu dan melihat saja

[chaeri pov’s]

Apa dia katakana tadiii?, aku berhenti memakan permenku
“k..au b..bilang ap..a ta..di”gugupku
“joahaeyo, ah ani saranghae…saranghae chaeri~ya”ucapnya
“k..au  j..ang..an b..ber…canda hy..ukie”
“aku tidak bercanda chaeri, coba tatap saja mataku ini, apa mataku berkata bohong”ucapnya mengarahkanku menghadapnya
Aku menatap matanya, nde aku tidak mendapati kebohongan dimata itu. Mata itu sungguh indah seakan dia berkataa “aku benar-benar mencintaimu chaeri”
Deg~~
Jantungku mulai tidak karuann kenapaaa inii, apa ini karna matanyaa, atau ungkapannya tadii.

“chaeri…”ucapnya menyadarkanku
“eoh,?. Nde? Wae hyukie”
“jadi apa kau mau jadi yeojachinguku”
“ahh kenapa dia mendadak mengatakan begini sih, saat ini juga”batinku
“chaeri”ucapnya lagi
“hmm, hyukie. Dapatkah kau member ku waktu”
Dia terdiam sejenak dan tersenyum menatapku
“nde, tentu aku akan member mu waktu, tapi jangan lama2 hmm. Aku bisa tidak tahan  chaeri”ucapnya
“hehehe, nde, aku akan menjawab secepatnya kok”ucapku dan memakan permen itu lagi
“ihhhs”gumamnya geregetan  dan mengacak rambutku
“hmm, ini sudah malam sebaiknya kita pulang saja hyukie, lagian haarinya juga mau hujan”ucapku

Tiba2 bruzzzzzz, hujan kini menguyur lebat
“ah baru saja di bicarakan dia sudah turun, ck”gumamku dan berlari mencari tempat teduh bersama hyukie
“kita berteduh di sini dulu hmm, sepertinya hujanya lebat dan akan lama”ucapnya saat kami sampai di depan toko yang sudah tutup
Ah~ untung saja di depan toko itu ada kursi aku segera duduk di situ, aku menghempas pelan tubuhku ke kursi itu, ishh kenapa harus hujan sihh, saat ini juga, ahh dan ada dia lagiii bagaimana? bagaimana?

ah tubuhku rasanya dingin sekali aku lupa mengunakan jaketku tadi, ck sial, aku meniup2 telapak tanganku dan mengosok-gosokanya mengurangi rasa dingin.
“kau dingin”Tanya hyuki tiba2
“eoh, ani. Gwechana”ucapku
Dia mentapku, eommo tatapan itu..dia mendekatiku dan melepaskan jaketnya
“gunakan ini hmm, aku tidak ingin kau sakit, arra?”ucapnya memasangkan jaket itu kebahuku
Aku menatapnya lekat, dia….
“wae?”tanyanya
“eoh, ani. Hmm gomawo”ucapku dan memakai jaket itu dengan benar
“hmm, tapi apa kau tidak apa2”tnyaku
“apanya?”
“jaketmu ini”
“gwechana, kau lebih memerlukanya”ucapnya tersenyum gummy

Kami duduk di kursi itu menati hujan reda
5 menit
10 menit
15 menit
Hujan masih saja mengguyur rerumputan jalan dan apapun yang ada di bawah langit
Aku mulai merasa bosan benar2 bosan, ihhh

“kau bosan”tanyanya
“eoh, hmm begitulah”ucapku menatapnya sekilas
Dia mendekatkan duduknya padaku dekat tepat di sampingku,
“ini”ucapnya menyodorkan sebelah hadsat
“untuk apa?”
“bukankahn kau bilang kau bosan, jadi dengar ini saja”ucapnya memasangkan hadsat itu di kuping sebelah kananku
“eotthe? Kau suka lagunya?”tanyanya
“hmm, joa”ucpaku melihatnya tersenyum

Akupun mengguman mendengarkan lagu yang kami dengar, hmm hmm hmm hmm hmmm hmm. Aku memejamkan mataku dan menyadarkan kepalaku ke tembok di belakangku, tapi aku merasakan ada yang mengangkatkepalaku dan menaruhnya ke bahunya, aku tersentak dan membuka mataku,
“sebaiknya kau taruh saja di sini kepalamu, di sini lebih hangat dari pad di tembok”ucapnya
“sudahlah,”ucapnya dan menaruh kepalaku lagi di bahunya dan memelukku
Deg~
Jantungku mulai berdetak begini lagi, aishh siall.
“eoh, hujanya sudah reda”ucapku dan berdiri dari tempat dudukku
“hmm, sebaiknya kita pulang hmm, kajja”lanjutku dan melangkah lebih dulu
“chaeri tunggu aku”ucapnya menyusulku


TBC
mohon RCLnyaa ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar