>ᄏ하니 KHANIY POV'S
ah sudah seminggu aku tidak melihatnya. dia kemana ya
hyaa apa yang kupikirkan, kenapa aku memikirkan eunhyuk lagi
sih.
eum, memang sih gak bisa di pungkiri sepertinya aku
merindukanya. ah apa mungkin aku menyukainya. tidak tidak.
"ah sebaiknya aku bertanya pada sungmin saja kemana dia
selama seminggu ini"batinku
akupun keluar dari kelasku setelah pelajaran usai
aku menuju kantin, bisanya dia ada di sana dengan
dongsaengku
"ah~ itu dia"gumamku melihatnya sedang dengan nika
"ya~ sungmin bisakah kau ikut denganku"ucapku
setelah menghampirinya
"mau kemana eonni membawa namjachinguku"ucap nika
"kau diam saja ini bukan urusanmu, ayo cepat"ucapku
menari lengan sungmin
"ya~"teriak nika
"sudahlah chagii, aku akan kembali tunggu aku di
situ"ucap sungmin
"cih"cibirku
aku menarik lenga sungmin ketempat yang cukup sepi
"apa maumu"ucapnya
"hmm, kau tahu hyuki kemana"tanayku blak2kan
"mwo, kau mencari hyuki, ada angin apa ini"ucapny
"ya~ jawab saja"
"eh, apa kau merindukan hyuki"
"eoh, a..ani"
"benarkah, tidak. tapi ini tidak apa tidak salahkah
atau tidak salah lagi"godanya
"ya~ jawaban saja pertanyaanku kau tidak usah
tahu"ucapku memalingkan wajahku
"ya ketahuan kau merindukanya, lihat saja wajahmu
samapi memerah begitu"
"jawab saja pertanyaanku"ucaku dan kenap juga
jantungku jadi berlomba begini
"dia tidak sekolah, karna neneknya yang di busan
meninggal"
"mwo, jeongmal"ucapku terkaget
"mm, aku juga baru tahu setelah 3 hari.aku tahu itu
juga dari guru kami"
aku hanya dapat mengigit bibir bawahku, pasti itu berat
baginya
"ya~ kau kenapa bengong begitu"ucap sungmin
menyadrkanku
"eoh, ah nde"
"ya~ kau memikirkan hyuk, eommo sebegitu rindukah kau
denganya"
aku hanya diam, karna aku tidak dapat berkata apa2 yang di
katakan sungmi itu benar sih
"ah bengonga lagi, sudahlah aku pergi saja, kasian
chagii ku menunggu lama"ucanya dan beranjak
"ternyata neneknya meninggal"gumamku
ah kenapa aku jadi merasa sangat sedih ya. oh god apa
mungkin aku menyukainya. tidak melihat wajahnya saja rasanya sesak sekali,
seakan kehilanagn oksigen
aku kembali kekelasku dengan sedikit lesu
"kau kenapa?"tanya hyemi
"molla"ucapku berpangku tangan
waktu pulang tiba, aku keluar dari kelasku dengan langkah
yang gontai. ah sungguh tidak enak tidak melihat wajahnya itu
"hyukie~ya bogosipoyo"batinku
akh~ aku tidak dapat memungkiri aku kini benar-benar sudah
jatuh cinta pada seorang namja yang bernama "EUNHYUK"은혁
aku melangkahkan kakimu melaui koridor dan kini aku sudah
berada di halaman sekolah
"eonni"teriak nika dari belakangku dan mendekaat
"waeyo"ucapku lemas
"kau kenapa eon"
aku hanya dia dan tetap melangkah, dan nika hanya terdiam
binggung di tempatnya
aku masih melangkah dalam keadaan yang sangat menyedihkan,
menurutku.
>AUTHOR POV'S
"kenapa dia, tidak biasanya"gerutu nika
"chagii"teriak seseorang dari arah belakang nika
"eoh, oppa"
"kau kenapa, kok mematung begitu"
"gwechana, aku bingung aja dengan eonniku, lemas
sekali"ucap nika memandangi eonninya dari belakang
"apa dia sakit ya"sambung nika dan menatap sungmin
"hmm, sepertinya memang lagi sakit"ucap sungmin
"mwo, dari mana oppa tahu"
"tentu saja aku tahu, dia memberikan gambaran kalau dia
sakit"
"mwo, apa mungkin tadi saat dia bicara padamu. trus
mengatakan kalau dia sakit, aigoo~~ eonniku yang malang, dia memang sakit apa
oppa, kau tahukah??"
"tahu, dia sedang sakit malarindu"
"mwo, penyakit apa itu. aku baru dengar deh
perasaan"
"tentu saja itu penyakit yang sedang populer
sekarang"
"mwo, penyakit ada masa populer juga ya oppa"ucap
nika manggut-manggut
"hmm"
"tapi apa penyakit itu bisa di sembuhkan"
"tentu sangat bisa, sangat mudah malah menyembuhkan
penyakit itu"
"mwo, benarkah dokter mana yang bisa
menyembuhkannya"
"dia bukan dokter"
"kok, bageman bisa dia menyembuhkan penyakit eonniku
kalau dia bukan dokter"
"itulah kehebatannya"
"sepertinya oppa yakin sekali, memang oppa
mengenalnya"
"tentu dia teman baikku"
"siapa dia, sampai oppa yakin sekali, kalau dia bisa
menyembuhkan penyakit eonniku. kali aja aku bisa
berguru dengannya"
"mwo!! berguru? untuk apa?"
"akukan punya cita-cita jadi dokter oppa"ucap nika
menerawang
"jeongmal chagi"
"hmm"gumam nika mantap
"jadi siapa dia"sambung nika
"siapa apanya"
"ih oppa, dia yang bisa menyembuhkan penyakit
eonniku"
"owh, dia.. liat saja sampai orangnya muncul, mungkin
besok dia muncul"
"ih oppa. tidak bisakah kau memberitahuku
sekarang"
"tidak"
"ayolah oppa"
"baiklah aku akan memberitahumu. tapi cuma inisalnya
aja, gimana?"
"yah~~ boleh deh dari pada gak""
"E"
"E"
"hmm, sudah ah ayo kita pulang saja biar
kuantar"ucap sungmin menarik lengan nika.
nika masih berfikir siapa orang yang inisialnya
"E"
xxx~
khaniy menaiki bus yang sudah sekian lama dia menunggu di
bus itu datang
dia duduk di pojok dekat jendela.
buspun mulai berjalan.
khaniy hanya diam dala bus itu, pikirannya melayang entah
kemana
dia menatap jalan-jalan dari jendela tapi pikirannya tidak
di tempatnya.
saking asiknya dalam lamunanya membuat khaniy melewati jalan
menuju rumanhnya
dan akhirnya dia tersadar
"eommo, ajjhusi berhenti"teriaknya dan buspun
menepi lalu berhenti
khaniy keluar dai bus itu
"aigoo~ aku harus berjalan memutar"gerutunya
diapun menlangkah berbalik melewati totowar khusus pejalan
kaki
"aihh, ini semua gara-gara kamu hyuk. kenapa juga aku
harus kepikiran kamu terus eoh"teriak khaniy
teriakannya itu membuat orang-orang yang ada di jalan itu
memandanginya.
khaniy yang sadar dipandangi, hanya dapat melangkah dengan
secepat mungkin sabil senyam senyum gaje dan menundukan wajah malu
"isshh, babo kenapa kamu berteriak di tempat umum
khaniy"gerutunya
"babo babo"sambungnya seraya memukul pelan
kepalanya.
xxx~
"kenapa baru sampai eon"tanya nika yang ada di
ruang keluarga
"eoh, ini berkat seseorang"ucapnya dan beranjak
kekamarnya
"seseorang, siapa?"gumam nika binggung
"ah gak usah di pikirin, baik aku nonto dramanya kibum
oppa ini"ucapnya dan menyaksikan drama yang sedang tanya
>은혁 EUNHYUK
POV"S
akhirnya aku sekolah juga lagi, ah aku merindukan sekolah
ini tapi lebih merindukan si khaniy gadis pemarahku itu.
aku melewati koridor sekolah untuk menuju kelas sesekali aku
menaiki tangga dan melewati koridur lagi.
langkahku terhenti saat melihat sesosok yeoja yang ada di
depanku yang sedang menundukan kepalanya lesu
"kenapa dengannya"batinku
aku melangkah agak mendekat, dan kini dia memgangkat
kepalanya. dia terdiam di tempatnya menatapku seakan mau memakanku, tapi
beberapa detik kemudian aku melihat suatu cairan bening yang keluar dari
matanya
"mwo! dia menagis, wae?"batinku
tak lama dia berlari kearahku
"aihh, mati aku"gerutuku
tapi takku sangka apa yang dia lakukan dia dia memelukku
erat
"ya~ kau kemana saja eoh, membuatku menderita begini.
kau tau"ucapnya terisak
apa katanya membuatnya memderita. apa maksudnya
"b..bogosipo"ucapnya lemah yang dapt ku dengar
jelas
aku terkejut saat dia mengataka itu di hadapanku.
aku membalas pelukannya
"nado, nado bogosipoyo"ucapku neneluknya erat
"emhh. jadi maksud oppa inisial "E" itu ini
orangnya"ucap seseorang
"nde"sahutnya
aku dan khaniy melepas pelukan kami, dan mendapati nika
serta sungmin
"ah aku tidak mau jadi muridnya"ucap nika
"aku juga tidak mau kau jadi muridnya"sahut
sungmin
"apa yang kalian bicarakan"ucapku
"ah~ bukan apa2"ucap mereka senyum gaje
aku menapa khaniy dan dia menatapku.
"hyaa, wajahnya memerah lucu sekali"batinku
"emm, sepertinya kami harus pergi, ayo chagii"ucap
sungmin dan beranjak
aku dan khaniy kini ada di tempat waktu udara yang sama
terjadi sedikit kecanggunggan antara kami sampai akhirnya
khaniy bicara
"aku, kekelas dulu"ucapnya dan mulai beranjak
aku menanhya sejenak
"bisa kita bicara nanti"tanyaku
"hmm"gumamnya
"aku tunggu di taman belakang sekolah, saat istirahat"ucapku
dia tersenyum simpel dan pergi
"yuhuuuu, khanaiy ternyata merindukanku, ah asikk tidak
sia2 aku tidak hadir seminggu"ucapku girang loncat2
akupun menuju kelasku dengn perasaan yang sangat happi luar
biasa happi
TBC again hahaha
TBC again hahaha

Tidak ada komentar:
Posting Komentar