Selasa, 14 Mei 2013

Nae Nampyeon (내남편)


Author: [choi soo woo] a.k.a Annie istri sah eunhyuk, kekasih gelap kyuhyun
Fb: Annie Lee
twitter: @LittleJewel_93

Title: Nae Nampyeon(남편)
Cast: Nam Byeol Hee( ), Kim Heechul( ) and other
Genre: romantic



^^Byeol hee pov’s
Akhirnya semua pekerjaanku selesai juga. Thanks god. Aku memijat tengkuku yang terasa kaku hampir seharian aku di depan laptop
“hoamm, ah~ aku mengantuk”gumamku dan merenggangkan tubuhku
“sebaiknya kau tidur chagii”ucap chully seraya memeluk pinganggku
“hmm, arraso suamiku sayang”sahutku berbalik kearahnya
“ck, kau itu. Ya~ sebaiknya kau tidak usah pergi kekantor dulu”
“aku tidak mau”ucapku dan beranjak menuju tempat tidur, aku membaringkan tubuhku dan menarik selimut
“tapi kau sedang hamil, aku tidak mau kau kelelahan”ucapnya dan berbaring di sampingku
“gwenchana, sudahlah lebih baik kita tidur”ucapku memeluknya
“kau ini keras kepala sekali”ucapnya seraya mengelus lembut kepalaku
Aku hanya tersenyum di peluknya dan akhirnya kamipun tertidur terlelap dalam mimpi

*****

kini sinar mentari menusuk mataku, melalui selah-selah jendela
"eumh,"aku mengeliatkan tubuhku dan membuka mataku.
aku melihat sebelahku. dia masih tertidur. aku bangkit dari pembaringanku (?) hendak beranjak dari kasur.
tapi tiba-tiba aku merasakan ada yang memelukku dari belakang
"kau, mau kemana emm"ucapnya dan menyandarkan dagunya di bahuku
"ck, ya mau mempersiapkan sarapan pagi dan pegi bekerja."ucapku
"ishh, sudah ku bilang kau tidak usah bekerjakan"
"kau ini, aku bilang tidak ya tidak"
"istriku sayang, aku mohon dengarkan aku kali ini"
"hmm, mollayo"ucapku dan melepas pelukannya
tapi di menarik leganku yang membuatku berbalik kearahnya
"iss, ya~ ka...mmp"ucapanku terhenti olehnya, yang tiba-tiba saja mencium bibiku lembut dan hangat.
"ck, selalu saja wajahmu terkejut begitu. setiap kali aku mengkissmornigmu"ucapnya saat menyudahi ciuman itu
"i..itu, karna kau menciumku tiba-tiba"ucapku dan memanyunkan bibirku
"kau mau lagi ya. hmm"ucapnya mendekat
"ani"ucapku dan branjak seblum dia memulai itu (?) lagi
aku segera beranjak kedapur dan mempersiapkan sarapan pagi ini.

xxx~

"yeobo, ayo sarapan dulu"panggilku
"ah~ arraso"ucapnya keluar kamar
"kenapa kau belum siap-siap kekantor"tanyaku saat melihatnya masih mengenakan pakaian tidur
"aku tidak pergi"
"wae?"
"karna kau tidak mau berheti dulu dari kerjamu"
"ya~ chully, ah terserah kau saja mau kerja atau tidak"ucapku beranjak
aku segera memasuki kamar dan mempersiakan barang-barangku



-Heechul pov's
"aishh kenapa jadi begini, sepertinya dia marah padaku, aigoo byeol hee"gumamku mengacak rambtku gusar
tingtong
bel apartemen kami berbunyi
"siapa sih"ucapku dan branjak
"tunggu sebentar"teriakku
akupun membukakn pintu
"eoh, eomma."ucapku saat melihat ibu mertuaku
"ah~ masuk eomma"ajakku
"di mana byeol hee?"tanyanya
"dia di kamar eomma, mempersapkan barang-barangnya untuk kekantor mungkin. padahal aku sudah melarangnya tapi dia tidak mau dengar"
"ck, anak itu memang keras kepla"
"duduklah dulu eomma"
"hmm"gumamnya dan duduk
"ada apa eomma kesini pagi bgini"
"eomma cuma mau bertamu saja, seklian meliht kesehatan byeol hee"
"ooh"
"yeobo, aku brangkat dulu ya, eoh ada eomma"ucapya saat keluar dari kamar dengan pakaian yang rapi
"liat eomma dia tidak mau mendengarku masih saja mau prgi"
"ck, dia mengadu"gumamnya
"Ya~ byeol hee, harusnya kau menurut apa kata suamimu. dia benar, dan juga kandunganmu itu masih muda baru juga 2 bulan, nanti kelelahan. eomma takut terjadi hal-hal buruk"
"eomma, tenang saja"
"ya~ chagi. aku mohon. biarku saja yang bekerja. apa kau tidak menganggapku sebagai suamimu. Apa kau takut aku tidak menafkahimu eoh"ucapku lirih sangat lirih
aku dapat meliat wajanya, seprti merasa bersalah.
"kekeke~ kena kau byeol hee"batinku
aku masih menunjukan wajah sedih kecewaku
"byeol hee, kau tidk mendengarkan kata eomma dan suamimu. jadi benar kau tidak menganggap kami. eomma kecewa"ucap eomma dan membalikan wajahnya dari byeol hee.
eomma mengedipkan sebelah matanya padaku, sepertiya eomma bisa membaca siasatku. jadi dia membantuku
"eomma byeol hee tidak pernah berfikir seperti itu. byeol hee tidak penah sedkit pun, tidak menganggap eomma dan chully. iya byel hee akan berheti dulu dari pekerjaan"ucapya memeluk eomma
"jeongmal"ucap eomma lemah
"jeongmal, aku janji"sahutnya dan memeluk eomma
"ck, eomma mertuaku hebat sekali actingnya, sampai-sampai byeol hee yang keras kepala luluh bgini"batinku
eomma tersenyum padaku dan mengacungkan jempony sekilas padaku. seakan mengatakan "kta berasil". aku tersenyum
"ehmm"aku berdehem
"kau masih marahkah?"tanyanya padaku
"menurutmu"ucapku so cuek
"yeobo~ jangan marah lagi, aku janji akan menuruti semua ucapanmu"ucapnya
"dekati dia"ucap eomma
byeol hee pun mendekat, dan duduk di sampingku. dia memelukku dan menyandarkan keplanya dibahuku.
"mianhae"ucapnya
"bagaimana ya apa aku memaafkanya eomma"
"maafkan saja dia"ucap eomma
aku melihanya, ah dia menatapku dengan tatapan innocentnya itu
"baiklah ku maafkan"
"jeongmal"
"nde"ucapku memeluknya
"gomawo"sahutnya dari dalam pelukanku
"aigooo~ kalian berdua ini, sebaiknya eomma pulang saja"
"mwo!! andwae,"ucap byeol hee
"nde, eomma baru saja datang sudah mau pergi"
"eomma tidak mau jadi pengganggu kemesraan kalian"
aku dan byeol hee saling tatap, dan terseyum tertahan
"eomma, eomma ngomong apa sih"ucap byeol hee dengan wajah memerah
"ck, kau ini. eomma pulang dulu"ucapnya beranjak
aku dan byeol hee mengantarnya hingga ambang pntu
"kau jaga kesehatan hmm, jaga baik-baik cucu eomma ini. kau juga heechul jaga istrimu"
"nde eomma"sahutku
"eomma pergi"ucapya beranjak pergi
"eomma hati-hati"teriak byeol hee kecil
kami hanya mendapatkan jawaban sebuah anggukan dari eomma

setelah eomma pulang aku dan byeol hee masuk rumah
"chagiii"ucapku manja
dia membalikan tubuhnya dan menatapku tajam
"eommo, kenapa dia"batinku
"sekarang apa kau tidak bekerja"tanyanya
"err...hmm, kenapa kau jadi begini. ah apa kau tidak suka aku menemanimu"
"bukannya begitu, bukannya aku tidak suka"
"trus"
"hmm, aku lagi ingin sesuatu?"
"mwo"
"emm, aku ingin makan bulgogi"
"eoh, bulgogi"
dia hanya mengangguk
"baiklah akan ku belikan"
"tapi aku maunya kamu yang buat"
"mwo!!"
dia menatapku dengn tatapan itu lagi, tatapan innocent andalannya :)
"baiklah aku buatkan, tapi bagaimana nasibnya makanan itu"ucapku menunjuk meja
"ya dimakan, kau yang memakannya"
"mwo!! aku sendiri"
"hmm, aku temenin deh"
"okey"ucapku
kamipun menuju meja makan dan makan bersama

byeol hee pov's
"hmm, tapi bahan-bahan buat bulgogi kita tidak punya"ucapku
"gwenchana, aku bisa membelinya di super market"ucapnya dengan mulut yang penuh
"ish, kau itu. jorok sekali"ucapku dan mengusap sudut bibirnya dengan tisu
"aigoo~ mimpi apa aku semalam di perlakukan begini"
"ck, mimpi di kejar moyet"
"mwo!! Pisang kali aku ini chagiii,, itu tidak mungkin, chagii"sahutnya dan terseyum menunjukan lesung pipit yang bertengger di kedua pipinya itu.
aku hanya dapat terpanah melihatnya setiap kali tersenyum begitu, sungguh tampan. betapa beruntungnya aku mendapatkan suami sepeti dia. senyuman itu ish
"baiklah aku sudah selesai makan, aku siap2 dulu"ucapnya kekamar
akupun membersihkan meja dan mencuci piring, serta barang-barang yang kotor lainnya
"fiuh~, selesai juga"aku menghempas pelan tubuhku ke sofa tamu
"chagii, aku tampankah seprti ini"ucapny keluar dari kamar dengan mengenakan celana jeans, baju kaos yag legannya panjang dan juga topi di kepalanya
"tampan, tapi apa kau harus pakai baju kaos itu"ucapku menunjuk baju kaosnya yang berwarna pink, bergambar winethephoo itu.
"memang kenapa"
"bukan apa-apa aku aneh saja melihatmu begitu"
"baiklah, aku akan mengantinya"ucanya dan masuk kamar lagi
"ckckckck, suamiku suamiku"ucapku menggelengka kepala
"chagii, ini pakai hoodimu"ucapnya menyerahkn hoodie yang sama dengannya
"untuk apa aku memakai ini"ucapku seraya memakainya
"binggo~, kita memang telihat serasi chagii"ucapnya memeluk pinggangku
"trus"ucapku yang masih bingung
"ck, kita kesuprmarket bersama, aku ingin tunjukkan betapa beruntungnya aku memlki istri sepertimu"ucapnya seraya mengecup pipiku lembut
"kau ini"ucapku malu


-Heechul pov's
haha wajahnya malu begitu semakin menggemaskan
"kajja"ajakku menggenggam tangannya
kamipun beranjak dari apartemen kami
"kita pakai apa ke supermarket"tanyanya
"jalan kaki"
"mwo, ya~ supemarket itu tidak cuma selagkah dua langkah dari sini"
"makanya itu"
"ah~, maksudmu apa"
"kalau kau capek, aku tinggal menggendongmu saja dipunggungku"ucapku tersenyum
"mwo!! ya~ kau jangan menggodaku"
"aku tidak menggodamu, itu sungguhan"ucapku dan mendekapnya dari belakang
"ya~ jangan begini kita masih dilif"ucapnya berusaha melepas dekapanku
"biarkan saja"
"chuly bgaimana kalau lifnya terbuka tiba-tiba"
"cuek saja"
"ya~ kim heechul, lepaskan aku"
"ck, nyonya kim kau ini cerewet sekali. biarkan begini sebentar lagi"ucapku mempererat dekapanku dan menyadarkan daguku di bahunya
"chuly~"
aku tidak memperdulikan ucapnya, aku memejamkan mataku sejenak. keheningan yang terjadi karna cuma kami berdua dalam lif ini. ah aku dapat mendengar detak jantungnya yang menggebu ini
"ck, ternyata dia masih deg-degkan kuperlakukan begini"batinku dan aku dengan tiba-tiba melepas pelukanku
aku melihat dia terkejut dengan perlakuanku itu. aku menatapnya
"kau gugup"tanyaku tiba-tiba
"eoh, a..ani"ucapnya gugup dan memalingkan wajahnya
"ya~ kau tidak bisa membohongiku byeol hee, aku mendengar detak jantungmu itu sangat cepat saat aku mendekapmu"
"m..wo!!"ucapnya dan mengigt bibir bawahnya, auhh so sexy
ting..
lif yang kami gunakan kini terbuka dan byeol hee segera beranjak
"ya~ tunggu aku"ucapku dan mengejarnya, dia mempercepat langkahnya
hup...aku dapat meraih legannya juga akhirnya
"ya~ kau marah"ucapku
"an..ni, aku cuma."
"cuma apa?"
"sudahlah tidak usah di pikirkan, sebaikny lekas saja kita membeli bahan untuk membuat bulgogi"
"ck, kau ini"ucapku mengacak pelan rambutnya
"kajja"ajaku
kamipun melangkah bersama menuju supemarket

***
"kau lelah"tanyaku
"ani, ayo lekas"ucapnya dan berlari kecil
"ya~ jangan berlari"ucapku menyusulnya
"ayo kejar aku"
"ya~ byeol hee"
aku mengejarnya, aish anak itu
aku mempecepat lariku dan hup aku menangkanya
"kau kalah"ucapku
"kau curang"
"mwo!! kau yang curang lari duluan"
"baiklah aku kalah"
"ayo, kita hampir sampai"
"ne"
aku dan byeolhee menyebrang jalan menuju supermarke#peasaan gak yapenyapedehperasaan

byeol hee pov's
akhirnyaaa semua bahan sudah dapat, ahh aku sudah tidak sabar rasanya ingin memakan bulgogi buatan chully nyam nyam :3
"sehabis beli ini kau mau kemana dulu, mumpung kita masih belum kembali keapartemen"tanya nampyeonku
"sss, kemana ya"ucapku dan telunjukku menyentuh bibirku aku berfikir
“chagii…chagii..chagi..”ucapnya membuyarkan fikiranku
“eoh, nde? Wae?”
“jadi mau kemana?”
“pulang saja deh, cepat-cepat masak bulgogi untukku aku benar-benar ingin sangat dan sungguh-sungguh memakan bulgogi butanmu"ucapku merangkul lengannyaa
"baiklah, ayo kita pulang"ajaknya
***
kami sampai juga akhirnya, dan tentunya aku minta gendong di punggungnya, ahh aku lelah kakiku pegal sekali rasanya
"ah~ kau berat juga chagi"ucapya menurunkanku di depan pintu apartemen
"kau lelah"ucapku mengusap peluhnya yang bercucuran(?) dengan punggung tanganku
"tentu saja, menggendongmu yang berat ini"sahutnya dan membuka pintu apartemen
aku hanya tersenyum dan membantu membawa bahan yang kami beli tadi, aku langsung menaruh bahan-bahan itu di meja dapur dan mengambil segelas minuman
"ini miumlah dulu"ucapku menyodorkan minuman itu dan duduk di sampignya
dia menegak minuman itu, akuu melihat miuman itu menetes di sudut bibirnya hingga ke lehernya, aku hanya dapat menela ludahku, degup jantungku mulai tidak karuan lagi
"ish, dia menggoda sekali"."ah~ tidak tidak byeol hee kau mikir apa si eoh"batinku seraya menggeleg kepalaku
"kau kenapa chagi"ucapnya seraya mengusap lelehan (?) air tadi
"eoh..a..a.anio, gwenchana"sahutku gagap
"jeongmal"sanksinya tepat di hadapanku, dekat sekali
aku menelan ludahku
"nde..j..jeongmal"
"hmm"dia semakin mendekatkan wajahnya padaku tepat di hadapanku
dan
cup~
dia mengecup bibirku sekilas, aku hanya dapat mematung
"ya sudah aku buatkan bulgogi dulu untukmu hmm"ucapnya mengelus pipiku
Dia mengacak rambutku pelan lalu beranjak kedapur.
aku masih dengan keadaan yang cukup tegang
"fiyuhh~ ahh aku aishh dia selau membatku gugup"gumamku seraya menghembuskan nafasku pajang
"tapi, aku menyukai semua itu, ah di selau membutku jatuh cinta makin banyak padanya"ucapku seraya menutup wajaku

****

dia lagi memasak didapur hmm, aku ingin menemuinya.
aku pun melangkahkan kakiku menuju dapur
aku meihatnya sedang berkutat di depan masakannya. Perlahan aku mendekatinya dan memeluknya dari belakang.
“aigoo~ kau mengagetkanku chagi”ucapnya
“hmm” aku semakin memeluknya rasanya nyaman, entahlah kenapa aku ingin memeluknya begini. aku ingin bermanja rasanya denganya
"chagi, kau ini kenapa eoh"tanyanya tanpa menghentikan aktivitas memasaknya
"molla, aku hanya ingin brmanja denganmu, "sahutku
"hmm, bermanja"ucapnya dan membalikan badannya
"nde, tak tahu kenapa aku suk roma tubuhmu, aku suka memelukmu, dan.."
"dan..."
"pokoknya aku ingin bermanja_manjaan denganmu"ucapku dan mulai bergelut memeluknya lagi serta membenamkan wajahku didadanya
"aigoo~ lihatlah istriku ini, manjanya"ucapnya dan membalas pelukanku
aku tersenyum dipelukannya
"sudah dulu ya, aku selesikan masakan itu dulu"ucapya melepas pelukannya dan melanjutkan masakannya
aku hanya dapat menggembungkan pipiku saja,

akupun duduk di meja makan, menunggu bulgogi buatan suamiku
nyam nyam aku benar-benar tidak sabar
tak lama akhirnya bulgogi itu selesai juga
dia membawa kemeja makan, sungguh menggugah seleraku.
"ini, sudah selesai. hmm tapi chagi aku tidak dapat menjamin rasanya"ucapnya ragu
"ah~ kau ini, pokoknya aku mau memakannya"ucapku dan mula melahapnya
"hmm, masitha"gumamku dan memakanya lagi
"jeongml mashita"tanyanya
"hmm, ini coblah"ucapku menyuapinya


HEECHUL POV'S
"hmm, mashita"gumamnya dan memakannya lagi
"apa benar seenak itu"batinku
"jeongmal mashita"tanyaku memastikan
"hmm, ini coblah"ucapnya menyuapiku
dengan rasa ragu aku mengunyah dan merasakan bulggi buatanku
"mashita"ucapya tersenyum
"woah, ah mashita. aigoo~ ternyataaku bisa juga membuat bulgogi seenak ini"ucapku dan ikut melahap bulgogi itu

**

malampun tiba,
"chagiii~"ucapku memeluk byeol hee
"hmm, wae?"
"anak kita nanti namja atau yeoja ya"
"memangnya kenapa kau menanyakan hal itu"
"ani. seandainya anak kita nanti yeoja dia pasti akan secantik dirimu"
"trus kalau dia namja akan setampan dirimu iya kan"
"ah itu tentu saja, secara aku appanya,"
"kau pd sekali kalau kau appanya"
"mwo!! apa maksudmu"
"mungkin saja dia bukan anaknya dan mungkin saja aku sudah hamil duluan sebelum menikah denganmu"
"mwo!! kau kira aku bodoh chagii"
"ani"
"ya~ aku prcaya kalau dia anakku"ucapku seranya mengelus perutnya
"dari mana kau tahu"
"dari mana? dri diriku sendiri"ucapku dan dia hanya mengerigitkan dahinya
"dengarkan aku"ucapku dan memegang pipinya "dia anakku, dan kau eommanya aku appanya, tidak ada yang  bisa mengelak semuanya. ya~ kita sudah 6 bulan hidup bersama, kandunganmu juga baru 2 bulankan, jadi mana mungkin kau hamil sbelum kita menikah"aku mengecup bibirnya sekilas
"ah~ aku gagal, padahal aku mau melihat ekspresi marahmu"ucapnya memanyunkan bibirnya
"kau ini"ucapku mengacak rambutnya
"iss jangan di berantakin"ucapnya menahan tanganku
"biar saja, biar kau kelihatan jelek"aku mengacak rambutnya lagi
hup
tiba-tiba dia menahan tanganku dan menatapku.
"kenapa dia"batinku
"hmm, chully aku boleh minta satu permintaan"ucapnya
"apa?"
"euhm,"dia menujuk telunjuknya ke bibirnya
"ah~ itu"ucapku mengerti
dan aku mendekatkan wajahku ke wajahnya hidung kami sudah bertemu, sedikit lagi aku semakin memajukan wajahku dan kini bibirku sudah menyentuh bibirnya, aku melumatnya lembut.
perlahan aku melepaskan ciuman itu, menatapnya. mengelus pipinya perlahan
"gomawo"ucapnya
"nde, apapun untukmu"sahutku dan dia memelukku erat
"sudahlah sebaiknya tidur ini sudah malam"ucapku menyetil hidungnya
"nde, tapi kau tidur juga aku ingin tidur memelukmu"ucanya manja
aku menuruti saja apa kata istri tersayangku ini.

**

[skip]


ah hari ini ada miting segala, padahal aku mau menemani istri tercintaku. lagiankan kandungannya sudah 6 bulan
"aku pergi dulu chagi"ucapku dan mengecup bibirnya sekilas
"ya~ harusnya kau makan dulu"ucapnya yang masih menyiapkan sarapan untuku
"ani, aku minta roti saja"ucapku dan mengambil sepotong roti
"aku pergi"pamitku dan beranjak
"hati-hati"teriaknya
"nde"sahutku
akupun segera baranjak menuju kantor, yayaya setiap hari aku pergi sendiri kekantor, karna byoel hee ku suruh cuti saja. biarkan saja akukan bosnya, lagian ini demi kebaikanny and baby kami.

setelah sampai aku langsung keruangan rapat


BYEOL HEE POV'S
Aigo kasian suamiku tidak sempat sarapan hanya memakan sepotong roti saja, maka dia ada rapat pagi ini
"ah~ lebih baik aku membuat makanan kesukaannya saja. dan nanti siang ku antar kekantornya"ucapku dan menjentikkan jariku

***

"ahh~ semoga saja dia menyukainya"ucapku membawa makan siang untuk chully
aku menghentikan taksi, dan segera menuju kantornya ehm sebenarnya kantorku juga sih, dia ngotot sekali menyuruhku cuti
ck.
setelah sampai di kantor aku disambut hangat oleh teman kerjaku
“byeol hee kenapa kau kesini”Tanya jo kwan
"aku mengantar makan siang untuk bos kita"ucapku
"ya elah enak bener bos ya, di anterin makan siang sama istri tercinta"
"ah kau ini berlebihan, bos ada diruanganyakan?” tanyaku
“hmm, ada baru selesai rapat tadi”
“aku permisi dulu”ucapku dan menuju ruangan chully

**

  perlahan aku membuka ruangan kerja chully, akupun tersenyum seraya menjinjing (?) makanan untuknya
"yeoboo.."ucapku terhenti saat apa yang kulihat
chully memeluk sekertarisya seprti orang yang berdansa itu, mesra sekali
"ah~ m..aaf, a..aku ..mengganggu"."oh iya ini makan siang mu"ucapku dan menaruh makanan tadi di meja tamu
"byeol hee.."teriak chlly yang tidak ku pedulikan
aku tetap berlari menuju lif, air matku terjatuh sakit, sangat sakit. jadi apa ini alasannya menyuruhku cuti, agar dia bisa bermesraan dengan sekertarisnya itu. kau jhat kim heechul jahat sangat jahat.
"chagii, kita ketepat nenek ya"ucapku seraya menglus perutku

**

  "annyeong eomma"ucapku memasuki rumah
"ah byeol hee, kau sendiri. mana suamimu"ucap eomma menyambutku
"aku berdua dengan di saja"ucapu mengelus perutku
“ck, kau ini”ucap eomma tersenyum
“ahh aku ingin makan sup kimchi buatan eomma”ucapku bergelayut manja dilengannya
Eomma hanya tersenyum dan mengelus lembut kepalaku. ya untuk saat ini aku dapat melepas kepedianku sesaat



HEECHUL POV'S
setelah rapat aku dan sekertarisku kembali ke ruanganku
"apa masih ada rapat lagi dihari-hari berikutnya"tanyaku
"tidak ada, jadwal anda kosng"sahutnya

“heheh, bisa dong waktu berduaku bersama byeol hee. Jadi lebih banyak”batinku
"hmm, kau boleh keruanganmu"ucapku
"eh bos, ini" sekertarisku memberkan undangn padaku
"apa ini, kau mau menikah?"ucapku tersenyum
"nde"ucapnya tersipu
"kalau begitu saya permisi"ucapnya lagi
tapi saat dia beralik ia hampir jatuh karena haknya patah, aku memeluknya seperti berdansa mungkin
tiba-tiba pintu ruanganku terbuka
"yeoboo..."ucap seseorang memasuki ruanganku
"byeol hee"batinku
"ah~ m..aaf aku mengganggu". "oh iya ini makan siangmu" ucapnya menaruh itu ke meja
dan bergegas pergi
"byel hee"terikku tapi dia tak mendengarnya
"sebaiknya, bos segera temui istri bos, biar dia tidak salah paham"ucap jung ri
"eoh arraso, tapi kau tidak apa-apakan"
"nde"

aku segera bergegas mengejar byeol hee

**
aku mencari2nya di sekitar kantor dan segera turun kelantai bawah
"byeol hee.."gumamku aku khawatir

**
"ya~ minwa kau melihta byeol hee"tanyakku
"byeol hee, tadi dia naik taksi bos"sahut minwa
"mwo!! ah gomawo"ucapku bergegas mengambil mobil

aku menancap gasku untuk mencarinya
"semoga saja tidak terjadi hal-hal yang tak di inginkan"ucapku tetap fokus pada setirku

aku mengarahkan mbiku menuju aprtemen kami
aku menaiki lif dan berharap lif ini lebih cepat lagi.

aku segera membuka pintu apartemen kami
"byeo hee...chagi"panggilku dan aku membuka pintu kamar berharap dia ada di sana
"tidak ada, kau dimana chagi"gumamku
aku segera mengambil ponsel di sakuku
aku menekan beberapa nomer
"aku mohon"
telfonku tersambung
tapi..
aku mendengar nada dering ponselnya di sini
aku mendatangi arah suara itu
"ah~ poselnya di sni, byeol hee"ucapku frustasi saat mlihat posenya disofa
aku terduduk di sofa sambil mengacak-acak rambutku
“kau dimana chagii, jangan buat aku khawatir begini”gumamku dan mataku mulai berkaca

**

“ini sudah malam, kenapa dia belum pulang”aku masih mondar mandir gelisah menunggunya
“apa dia ketempat eomma ya” tiba2 pikiran itu melesat masuk keotakku
Akupun segera menelpon kerumah eomma
“yeobseo”suara dari ujung sana
“eomma ini chully, eh apa byeol hee ada di sana”tanyaku langsung
“ani, memang kenapa??”
“eh, ani, gwenchana. Ya sudah selamat malam eomma”ucapku dan segera mematikan telpon

“tidak ada.. ah apa mungkin dia kerumah orang tuanyaa”pikirku
“nde, pasti dia kesana. Baiklah byeol hee tunggu aku chagii”ucapku dan bergegas menuju rumah mertuaku
**

Aku menekan bel ruamh itu, hmm cukup lama aku menunggu hingga akhirnya mertuaku membukakan pintu
“annyeong eommanim”ucapku
“annyeong, masuklah”
Akupun masuk bersama eommanin
“pasti kalian berkelahi hmm”ucap eommain
“byeol hee salah paham eomma, aku tidak seperti itu”ucapku
“arraso, dia ada di kamarnya. Ahh tadi dia minta di buatkan sup tapi dia tidak mau makan sampai sekarang”
“mwo!!, dia belum makan dari tadi siang eomma”
“nde, eomma sudah menyiapkan makanan yang dia ingin, eh dia bilang nanti saja aku lagi tidak mau”
“aigoo byeolhee”
“sebaiknya kau masuk kekamar sana, bujuk dia makan dan jelaskan saja masalah kalian, eomma malas ikut campur urusan kalian.”
“nde”
“eomma , mau melanjutkan meonton drama dulu”ucap eommanim dan menonton darama favoritnya

**

Aku menarik nafasku perlahan, dan membuka pintu kamar itu dengan perlahan juga
Dia sedang apa, ck dia membaca majalah sambil memiringkan tubuhnya kekanan
Perlahan aku mendekat dan menaiki ranjang, aku memeluknya dari belakang
Dia terkejut dan membalikan tubuhnya
Aku tersenyum. Dia hanya melihatku sekilas dan berpaling lagi
“chagiiii”ucapku manja dan membenamkan wajahku ke tengkuknya
“aishhh, jangan ganggu aku”ucapnya dan dia beranjak dari tempat tidur
“byeol hee, dengarkan aku, apa yang kau lihat tadi tidak seperti yang kau pikirkan”ucapku dan mendekatinya
“jangan mendekat, memangnya apa yang aku pikirkan eoh. Apa?”ucap byeol hee aku dapat melihat matanya yang berkaca
“kau cemburukan”ucapku menggoda
“hiks..hiks…”dia mulai menangis
“ahh ternyata kau benar-benar cemburu, ck cinta sekali kau padaku”
“ya kim heechul, jangan sakiti akuuuu..hiks hiks..shiksss”ucapnya terisaka dan terduduk di lantai
“dengarkan kau”ucapku dan mendekatinya. Lenganku menyentuh bahunya
“tadi aku hanya menolong jung ri, hak sepatunya patah. Kebetulan aku dekat dengannya dan sempat menolongnya. Aishh kau masukk, aku terkejut kau datang chagii”
“terkejut kenapa?”ucap byeol hee kesal
“terkejut karena, saat itu aku sedang memikirkanmu dan berharap kau datang, dannnn ternyata itu benar kau datang. Tapi kauuu pergi begitu saja”
“aku cemburu karena mu kim heechul, benar-benar cemburuu. Kau tahu saat aku melihat semua itu, rasaanya kau mau matiii hatiku hancur seperti digiling dengan mesin penggiling daging. Mataku perih. Dan pikiranku kacauuu. Aku sempat….sempat terpikir sebaiknya aku mati sajaaaa hiks..hiks..”
“byeol hee, tidak kau tidak akan berfikir begitu lagi. Mianhae mian”ucapku dan memeluk tubuhnya


Byeol hee pov’s
Heechul memeluk tubuhku hangat sangat hangat rasanya, aku yakin dia tidak berbohong, dari tadi aku memperhatikan matanya mencari keboongan tapi tak kudapati
“oh iya, kau tahu. Kalau jung ri ingin menikah”ucapnya masih memelukku dan membelai rambutku lembut
“benarkah? Atau ini Cuma karanganmu saja”ucapku dingin, aku mau mengerjainya ahhhh
“ya~ percaya akuu”ucapnya menatapku dengan mata yang penuh keyakinaan
“haruskan aku percaya, dan aku juga tidak tahu apa aku perlu percaya padamu”ucapku tanpa melihatnya aku tak snaggup melihat matanya
“byeol hee~ya kau harus percayaa, apa yang harus aku lakukan agar kau percaya. Aku..apakah aku harus mati”ucapnya membuatku terkejut
“kenapa kau harus membawa bawa kata kematian sihh”ucapku
“percaya padaku”ucapnya
“…”
“ya~,ahaa aku lupa sesuatu, pasti itu bisa membuatmu percaya. Tungggu disini hmm”ucapnya keluar dari kamarku
“mau kemana dia”aku bangkit dari duduk di lantai dan duduk di sudut ranjang menunggunya

Hampir 10 menit kau menunggunya
“kenapa dia lama sihh”ucapku #wekkbelum sejam juga
Pintu kamar terbuka, akhirnya dia datang juga
“lama sekaliii”dengusku kesal
“mianhae, aku mencari sesuatu yang bisa membuatmu percayaaa”ucapnya dan sepertinya dia menyembunyikan sesuatu di belakangnya
“apa?”
Dia mendekat dan duduk di sampingku dan menatapku
“mwo!!”ucapku dan dia tersenyum menggemaskan
“popo”ucapnya
“mwo!!,a ha yaa kim heechul”
“jangan berteriak padaku istriku sayang”
“cih”cibirku berpaling muka
“ini, ini undangan pernikahan jung ri”ucapnya menyerahkan sebuah undangan
Memang itu undangan penikahan jung ri, aku melihat foto waddingnya sama calon suaminya
“hmm, calon suami jung ri tampan juga”ucapku
“mworagooo”ucap chully kaget
“waeyo?”ucapku innocent
“kau cemburuuuu”sambungku
“mwo!!!...ka..ta siapa”ucapnya
“oh jadi tidak cemburu ya, ya sudahhh. Apa sebaiknya kita mencari appa baru sayang”ucapku mengelus perutku yang buncit
“ya~ byeol hee,a aishhh……..”
Tiba-tiba dia menarik wajahku dan menciumi bibirku, dia menghisapa bibir bawahku
“hmmff,…”
Dia masih saja menciumi bibirku, dan memaksanya terbuka. Hmm, aku merindukan inii. Akupun dengan senang hati membuka mulutku membiarkan dia menguasainya
Hmmmm,,ahh ciumanya lembutt hangat dan mengairahkann
“kereokkk..kereok…..”
Aishh siallll
Chully berhenti menciumiku dan menatapku, aku hanya dapat mengigit bibir bawahku
“kau lapar euhg?”ucapnya
Aku hanya menganggu dan wajahku memerah sekarang
“tentu saja kau lapar, kata eommaku tidak makan sejak datang kesini, aigoo kasian anakkuuu”
“aku lagi kesal saat itu jadi rasa lapar itu tidak ada”ucapku tidak melihatnya
“ya lihaatlah wajah istrikuu merah sekaliiii”godanya
“yaaa~”
“kau semakin cantik byeol hee”ucapnya menyentuh daguku dan mendekatkan wajahnya lagi..
Lagi dia mau popo lagiiii
Aku memejamkan matakuu
Dannn
“kereokkk…kereokk..kereokkk”
Aigoooooo
Aku segera membuka mataku dan berpaling wajah darinya
“hahahhahaha, kau sangat lapar ya”ucapnya
“ishh, “gumamku menahan malu
“sebaiknya kita makan hmm,eomma bilang kau mau sup kimchi buatan eomma. Pasti sekarang sup itu sudah dingin”
“ahhh, ayo kita makan”ajakku menariknya keluar kamar

**

Eomma masih di depat tv
“hmm, keluar juga, sudah baikan ceritanya ini”ucap eomma
“aku lapar kok”jawabku
“ck, di Tanya apa dijawab apa?, baiklah eomma panasakan sup untuk kalian dulu hmm”ucap eomma dan berajak
“chagiiii~”ucap chully memeluk pinggangku dan mencium leherku
“hmm, chully”
“byeol heee~~~”ucap chully manja di telingakuu. Ahh merinding
“ya~~~”
Dia tersenyum dan cup dia mengecup bibirku sekilas
“ayo, kita tolong eomma hmm”ajaknya
“baiklah suamiku sayanggg. Hmm nae nampyeon chagiyaaa”ucapku tersenyum dan kami menuju dapur membantu eomma
Sesekali chully mengecup leherku, aigooo suka sekaliii mengecup leherkuu
malu rasanya saat di lihat eomma xO

THE END



Ahh akhirnya selesaiiii
Semoga suka yaaaa
Mian kalau masih banyak typooo
No copas no basn
Rcl please
Rclmu adalah semangatkuuu J
YA FOLLOW ME YA @LittleJewel_93
#promoreadershehhehe
J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar