ahayy aku persembahkan foto suamiku yang ganteng kerennnnnn yaaa
kita langsung ajaaa
haepiii readinggg
kita langsung ajaaa
haepiii readinggg
[eunhyuk pov’s]
Aku mencari-cari kemana-mana, setelah istirahat dia langsung
ngilang begitu aja
Akupun menanyanyai teman satu satu, apa mereka melihat
cahaeri. Tapi mereka menjawab tidak
“aishh, kemana sih si siput ini”dengusku kesal
Aku tetap bertanya pada teman yang lain
“mianhae, apa kau melihat chaeri”tanyaku pada meiri
“ciyeeeeeeee, cari chaeri”ledek hae
“ya~, apa kau melihatnya”ucapku kukuh
“eoh, arrasoo. Ya~ hyukie apa benar kau menyukai
chaeri”Tanya meiri tiba2
Aku langsung melirik tajam donghae
“hehehehhe, mianhae”ucap hae
“kau…isssh”ucapku
“jawab saja”ucap meiri
“eoh…aku menyukainya”ucapku tersipuu
“eommooo lihat wajahmu hyukiee merahhh merahhh”ejek meiri
“oh iya, kau cari merikan tadi”sambungnya
“hmm, apa kau melihatnya”
“nde, aku melihatnya ketaman belakang”
“ngapain dia kesana”
“entahlah”
“ya~ sudah aku kesana dulu”ucapku dan beranjak
“ya~ hyukie jangan terlalau lama memendamnya ungkapkan
sajaaaaa”teriak hae
“ya~’teriakku kesal tapi aku tetap saja melangkah mencar
chaeri
Tapi benar juga apa yang di katakah hae, aku sudah hampir
meledak memendam rasa ini, apa sebaiknya ku ungkapkan saja????
Akupun menuju taman belakang dan aku melihat ada chaeri
di sana tapi, tunggu duluuu
Mwooo!!!! Diaa berpelukan dengan namja lain
Aku sedikit melangkah manju untuk melihat jelas siapa
namak itu
“dong hyun”gumamku
Hatiku sakit kali ini, mereka melapas pelukan mereka dan
apa yang mereka bicarakan aku tidak dapat mendengarnya
Dan kini aku melihat kalau dong hyun mencubit pipi
chaeri. Ini benar2 membuatku gerah
“apa mugkin mereka?”gumamku dengan pikiran yang macam2
“cih, mereka tertawa segembira itu menyebalka”ucapku dan
beranjak dari sana
Sakit sangat sakit, yang kurasa kali ini. seakan mau mati
saja. Dada sesak pikiran kacau sungguh menyiksakuuuu
Xxx~
Akku kembali kekelas saja
Kesal hmm hatiku saat ini kesal, apa mungkin chaeri dan
dong hyun pacaran isssh. Sesakkkkkk
Entah kenapa airmataku kini jatuh membasahi pipiku
“hiskk..hisk..hiskk”isakku kecil
Dan syukur di sini Cuma aku sendiri saat ini.
Aku bergegas menyekah airmataku saat ada beberapa orang
chingudeulku masuk kekelas
Dan tak lama hae dan meiri juga masuk. Dan kemudian
chaeri dan dong hyun
“cih, mereka tertwa, sepertinya bahagia sekali”gumamku
saat melihat chaeri dan dong hyun tertawa bersama
Aku menatap chaeri
“ya~ hyukie, aku jadi takut dengan tatapan mu itu”ucap
chaeri
“hmm, benarkah. Ya sudah aku tidak akan melihatmu
lagi”ucpku sinis
“kau kenapa?”
“apa ada urusannya denganmu”ucpaku dingin dan
memalaingkan wajahku darinya
[chaeri pov’s]
“kenapa denganya”batinku
“kau dan hyuki berantem”ucap meiri
“ani”
“trus kenapa dia bicara dingin begitu tadi denganmu”
“entahlah”ucpaku dan duduk di bangkuku dan menatapnya
“oppa, coba aku tanyakan dengan hyuki dong”ucap meiri
pada hae
“mwo!! Aku”
“hae~a tolonglah, aku tidak tahu salah apa. bicara
padanya ya”
“ih kenapa tidak kamu aja yang nanya langsung”
“kau liatkan tadi dia bagaimana denganku”
“oppa, batu chaeri dong”ucap meiri
“aisshh, okey aku tanyakan nanti dengnnya”
“nanti sekarang aja”ucapku
“ya~ kau ini. kenapa eoh?”
“ah~..hmm, sudahlah nanti juga tidak apa”ucapku dan
memandang hyuk sekila lalu menatap luar
“kenapa sebenarnya dengannya, aku ada salah kah?.
Harusnya dia bicara kalau aku ada salah?”batinku
Dan entah mengapa air mata ini mengalir begitu saja
menyelusuri pipiku
“aishh, kenapa aku menagis”pikirku dan menyekah air
mataku
[donghae pov’s]
Sebenarnya kenapa dengan hyuki, tadi mencari chaeri
semangatnya 45 toh udah ketemu malah dingin cuek begitu
“oppa, sebaiknya aku tanyakan dengan hyukii. Kenapa
dengan sikapanya pada chaeri. Kasiankan chaeri?”ucap meiri
“iya sih, tapi..”
“oppa ayolahh”
“ah~ baiklah baiklah aku akana bicara dengan hyuki”
“aishh oppa kau baik sekalia”ucapnya mencubit pipiku
“ya~ aku ini memang selalu baik dan juga tampan”
“hahah, aku ini. hmm memang aku juga tidak dapat
memungkiri kalau kau tampan”
“ya~ kau mengakui ku tampannnnn”
“issh, sudahlah cepat temui hyuki sana tanyakan
masalahnya “
“hmm, chagiiiiiii”ucapku dan mengelus pelan pipi kirinya
“oppa~”
“aku temui hyuki dulu”ucapku dan beranjak
Akupun menemui hyuki
“ya~ ada apa denganmu, kenapa kau jadi judes begitu
dengan chae ri”
“tidak ada urusannya denganmu”
“tentu ada urusannya denganku, kau dan chae ri adalah
temanku, dan juga chae ri kan yeoja yang kau sukai, kebnapa kau menyakitinya
eoh”
“diamlah kau, ini urusanku. Urus saja urusanmu
sana”ucapnya
“kau.., baiklah ini memang urusanmu terserah denganmu.
Aku tidak mau mengurusinya”ucapku beranjak ke bangkuku
“di benar2 menyebalkan”batinku
“oppa, apa katanya”Tanya maeri menemuiku
“molla chagi, aku Tanya baik2 dia malah ketus padaku.
Membuatku jengkel saja”
“aigooo~, kasian chaeri”
“sudahlah chagi, nanti lagi kita pikirkan hmm.”
“arraso”sahutnya dan kembali ke bangkunya
[maeri pov’s]
Ah sebenarnya kenapa sih dengan eunhyuk, membuatku kesal
saja sikapnya dengan chaeri begitu, apa benar dia menyukai chaeri aku
meragukannya.
Aku pusing memikirkannya, nanti saja aku bicarakan dengan
haeppa.
Kini waktu pulang sudah tiba, aku melihaat eunhyuk
langsung ngeloyor(?) aja keluar tanpa sapaan sedikitpun, anak itu. Mau rasanya
aku membununhnya,
Akupun menengok kea rah chaeri, aku dapat melihat
seberkas kekecewaan di wajahnya. Kini dia sangat lesu keliahatannya
“maeri~ya aku pulang duluan”ucapnya lirih
“ah~ kita pulang bersama ya”ucapku
“ani, aku pulang sendiri saja. Annyeong aku duluan, hae
aku duluan”
“hmm”gumam haeppa
“ah~ chaeri, aku sedih melihaatnya begini”
“hmm, chagii sepertinya aku mencium sesuatu di antara
mereka”
“mencium sesuatu, memang bau apa oppa”
“ya~ chagii aku serius”
“aku juga serius, bau apa?”
“bukan begitu maksudku chagiii”
“trus”
“aishh, bagaimana ya menjelaskannya, sepertinya mereka
berdua itu mencurigakan”
“oh maksud oppa, mereka saling menyukai begitu”
“bingooooo, kau pintar sekali chagii”ucapnya mencubit
halus hidungku
“tentuuu park maeri begituuu”
“trus apa yang kita lakukan, untuk mempersatukan
mereka”Tanya haeppa
“hmm, apa ya…”gumamku dan berfikir berfikirrr
“ah haaaa oppa, kita lakukan ini saja”ucapku dan
membisiknya
“oahh, aku setuju. Mungkin saja itu berhasil, tapi kita
pertemukan mereka dimana?”
“di mana ya? Ah di taman jam dekat tower namsan aja
gimana”
“okeyy aku setuju, kapan? Malam ini?”
“hmm, malam ini saja”ucapku
“kajja, kita pulang”
“kajja”ucapku dan merangkul tangannya
Xx~
Heheh semoga rencanaku dan haeppa berhasil, aku segera
bersiap untuk merencanakan semuanya
“ah~ aku lupa sesuatu, aigooo”ucapku aku segera meraih
ponselku dan menghubungi haeppa
“yobseyo oppa”ucapku saat telponnya sudah di angkat
“hmm, wae chagii?”
“aku lupa mengatakan sesuatu padamu”
“mwo?”
“kau saja yang menghubungi eunhyuk ya”
“oh, itu mah gampang chagiii”
“baiklah, biar kau yang mengurus chaeri. Annyeong oppa.
Sampai bertemu di sana”
“nde”sahtunya dan di ikuti dengan putusnya sambungna
telpon kamu
Semua sudah beres sekarang, aku tinggal menghubungi
chaeri saja
“aku telpon atau sms ya, kalau aku telpon pasti dia
banyak nanya, ah sms aja. Sekalian irit kekek”ucapku terkekekh
To: Chae ri
From: Maeri
“ya~ chaeri datang
ke taman jam ya dekat namsan tower itu, hmm jam 7, aku tunggu. Awas saja kalau
kau tidak datang kau akan menyesal olehku”
“tidak ada alasan
pokonya kau harus datang titik tidak ada koma apalagi titik dua J”
Yup send è
Pesan itu sudah terkirim, hha.
Aku segera beranjak dari rumah ku menuju tempat tujuan
Xxx~
Akhirnya aku sampai juga tapi dimana donghae oppa. Aku
menunggu dan menunggu mereka.
“duarrr”
“eommo, aiss ya~ oppa kau mau membunuhku”ucapku saat
haeppa mengagetkanku dari belakang
“hhehe, apa mereka sudah datang”
“molla, aku tidak melihat batang hidung mereka sedikitpun
saat ini”
“kita tunggu saja”ucap haeppa
Dan kami layaknya penguntit bersembunyi di semak semak,
menunggu kehadiran 2 insan manusia yang sedang entahlah apa galau mungkin??
[Chaeri pov’s]
Kenapa apa yang terjadi denganmu hyuki, ah sungguh
menyebalkannnnn. Aku melempar boneka beruangku jauh
“kau jahat hyukie, setelah membuat ku jatuh cinta padamu,
kau merubah sikapmu begini. Menyebalkannnn”ucapku terisak
Say my love
When you
see my heart
Say my love
When you
see my heart
[SS5O1-you are my
heaven]
Ponselku bordering
Aku segera meraihnya, dan segera membuka sms
“hmm, maeri tumben sms”
From: Maeari
“ya~ chaeri datang
ke taman jam ya dekat namsan tower itu, hmm jam 7, aku tunggu. Awas saja kalau
kau tidak datang kau akan menyesal olehku”
“tidak ada alasan
pokonya kau harus datang titik tidak ada koma apalagi titik dua J”
“mwo apa-apaan ini, isss”gumamku
Aku meninbang2 dulu apa aku pergi ya, ah sebaiknya aku
pergi saja dari pada aku bête begini. Akupun
pergi dari rumaku muju taman jam itu.
“memangnya ada apa anak itu menyuruhku kesana”pikirku
Xx~
Taklama kini aku sudah samapai di taman itu
“mana dia?”gumamku dan melihat2 keliling
Aku lelah aku putuskan duduk saja dulu sebentar, kalau
dia melihatku di pasti akan datangkan
Aku lama duduk, tapi batang hidung maeri tidak terlihat
“ck, kemana akan itu”gumamku dan mulai melangkah lagi
Saat aku hendak melangkah tiba2 ada yang menabrakku dari
sarah lain. Langsung saja aku sukses jatuh
“ah~ apphoo”ringisku
“gwencahan”ucap orang itu
“ya~ kau…”ucapanku terhenti saat ku meliaht siapa dia,
dia eunhyuk eunhyukku
“oh~ kau ternyata. Ah sudah pasti kau baik2 saja”ucapnya
Aku berdiri dihadapannya
“ya~ aku salah apa padamu smapai kau sebegitu bencinya
dnganku eoh”tanyaku
“salahmu, tidak ada”
“trus kenapa kau bersikap begini”
“kenapa? Tanyakan saja pada dirimu”
“ya~ katamu bukan slahku, kenapa harus aku menanyakan
pada diriku”
“ah~ membosankan bicara dengnmu”ucapnya beranjak
“ya~ hyukie tunggu dulu”ucapku mencekal lengannya
“lepaskan aku”ucapnya dan menghempaskan tanganku hingga
aku terjatuh
“ah~ appho”gumamku kecil
“hyukie~ya kau jahat, kau jahat”ucapku terisak menahan
perih hati dan juga lututku saat ini
[eunhyuk pov’s]
“Ada apa juga sih donghae menyuruhku kesini”gumamku
sesampai di taman jam
“diaman dia”batinku dan berjalan mencarinya
Aku membuaka ponselku dan memainkan gaem di ponselku aku
tidak meliahat jalanku dampai2 aku menabrak seseorang
“ah~ appho”ringisnya
“gwechana”tnyaku khawatir
“ya~ kau…”ucapnany terhenti, akupun terkejut melihat
siapa dia dia chaeri. Untuk apa dia di sini, ah mungkin dia kencan dengan dong
hyun
“oh~ kau ternyata. Ah sudah pasti kau baik2 saja”ucapku
Diapun kini berdiri di hadapanku
“ya~ aku salah apa padamu smapai kau sebegitu bencinya
dnganku eoh”tanyany
“salahmu, tidak ada”
“trus kenapa kau bersikap begini”
“kenapa? Tanyakan saja pada dirimu”
“ya~ katamu bukan slahku, kenapa harus aku menanyakan
pada diriku”
“ah~ membosankan bicara dengnmu”ucapku beranjak
“ya~ hyukie tunggu dulu”ucapnya mencekal lenganku
“lepaskan aku”ucapku dan menghempaskan tangannya hingga
dia terjatuh
“ah~ appho”gumamnya kecil
“hyukie~ya kau jahat, kau jahat”ucapnya terisak
“ya~..”teriakku dan berbalik aku meliaht lututnya
“ah aku tidak tahan melihat dia menangis begini”batinku
Aku mendekat padanya dan menyentuh bahunya
“jangan sentuh akuu”teriakknya
“ya~ mianhae, mianhae”ucapku memeluknya
“hiks hiks hiks hisk”dia masih terisak
Aku segera membopongnya menuju bangku taman. Dia masih
terisak
“kau tunggu di dini dulu”ucapku dia hanya diam, dakupun
beranjak menbeli plester dan anti septic
Tak lama untung dekat sini ada mini market, aku segera
mencarinya dan membelinya.
Aku kembali menemui chaeri lagi
Aku dapat meliaht wajahnya yang kini sudah basah di
penuhi air mata
“ya~ mianhae janagn menangis lagi”ucapku
Dia hanya diam
Aku pun membersihkan lukanya
“ahhmmp..”ringisnnya
“appho”tanyaku
Dia menatapku dan mengangguk
“mianhae, kau jadi terluka begini”ucapku dan melanjutkan
memplester lukanya
“cah..sudah selesai. Masih sakitkah”
Dia hanya diam
“fiuhh~ mianhae jeongmal mianhae”
“sudahlah hyukie”
Kini hanya diam yang terjadi antara kami
Aku tidak tahan berdiam diri dan marah padanya
“kau kesini dengan siapa?”tanyaku membuka pembicaraan
setelah bebeapa lama kami dia
“sendiri, dan kau sedang apa di sini?”tanyanya tanpa
melihatku
“aku sedang…ingin bertemu seseorang”
“oh, kencan”
“anak ini, issh”batinku
“ani, ingin bertemu dengan donghae dia ingin bertemu
katanya di sini”
“mwo!! Donghae”ucapnya dan membalikan wajahnya padaku
“hmm,…… eeh chaeri?”
“mwo”ucapnya
“ya~ janagn marah lagi”
“siapa yang marah, bukannya kau yang marah padaku. Dari
sekolah tadi”
“ah~ mianhae”
“baikalh, kumaafkan”ucpanya tersenyum gummy
Deg~
Jantungku semain berdebaar di buatnya, aigoo apa aku
nyatakan saja sekarnag perasaanku, aku tidak peduli dia mau menerima atau tidak
yang penting dia harus tahu perasaanku
“eh..chae..”
“ya~ aku mau itu, belikan untuku yaa”ucapnya memotong
ucapanku
“mwo!!”
Dia terkejut saat ucapanku terlalu tinggi tadi mungkin?/
“kau marah,..tidak jadi deh aku minta belian itu”ucapnya
innocent
“a..ani, aku tidak marah. Kau mau aku belikan apa tadi”
Di menunjukan telunjuknya kearah sebuah kedai pembuat
permen kapas
“kau mau itu”tanyaku
Dia hanya menganggku menjawabku, sepeerti anak kecil saja
“baiklah, kajja”ucapku dan berdiri
Di tersenyum melihatku, akupun mulai beranjak menuju
kedai itu
Aku memaesan 2 permen kapas, aku dapt melihatnya melihatr
ajjhussi yang membuatknya itu, wajahnya sangat takjub dan matanya berbinarr,
benar2 seperti anak kecil
“ini”ucap ajjhumma itu dan menyerahkan 2 permen itu
“gomawo ajjhumma”ucapku dan membayarnya
“ini untukmu”ucapku menyerahkan satu permen itu
“ah~ gomawooo”ucapnya dan mengambil permen itu
“hmm”aku hanya menggumam
Aishh, susah sekali sih mengatakan suka aku sukaa aku
cinta kamuu, aigoo~ aku bisa gila sekarang,
Aku melihatnya yang asik memakan permen itu
“hmm, masitaaaa”gumamnya sanagt cute
Aku terseyum melihatnya begitu gmbira sangat senag
rasanya melihat semua itu
“kenapa kau melihatku begitu, ada yang salahkah dengan
wajahku”ucapnya menyentuh2 wajahnya
“ani”
“terus”ucapnya dengan tampang innocent itu, ishh chaerii
kau benar2…
“emm,,.a..e…”
“kau kenapa?, sakit perutkah?”
“ani, akkuu..akuu”ucapku gugup
Dia melihatku dengan wajah itu, ishh membuatku semakin
gugup saja
“chaeri..”
“hmm”
“sebenarnya aku…”
“nde”
“joahae….”
TBC
RCL WAJIB NO COPAS
RCL WAJIB NO COPAS

Tidak ada komentar:
Posting Komentar