Minggu, 20 Mei 2012

FF# WHY-WHY LOVE part 8

ahayy aku persembahkan foto suamiku yang ganteng kerennnnnn yaaa









kita langsung ajaaa
haepiii readinggg










[eunhyuk pov’s]
Aku mencari-cari kemana-mana, setelah istirahat dia langsung ngilang begitu aja
Akupun menanyanyai teman satu satu, apa mereka melihat cahaeri. Tapi mereka menjawab tidak

“aishh, kemana sih si siput ini”dengusku kesal
Aku tetap bertanya pada teman yang lain

“mianhae, apa kau melihat chaeri”tanyaku pada meiri
“ciyeeeeeeee, cari chaeri”ledek hae
“ya~, apa kau melihatnya”ucapku kukuh
“eoh, arrasoo. Ya~ hyukie apa benar kau menyukai chaeri”Tanya meiri tiba2
Aku langsung melirik tajam donghae

“hehehehhe, mianhae”ucap hae
“kau…isssh”ucapku
“jawab saja”ucap meiri
“eoh…aku menyukainya”ucapku tersipuu
“eommooo lihat wajahmu hyukiee merahhh merahhh”ejek meiri
“oh iya, kau cari merikan tadi”sambungnya
“hmm, apa kau melihatnya”
“nde, aku melihatnya ketaman belakang”
“ngapain dia kesana”
“entahlah”
“ya~ sudah aku kesana dulu”ucapku dan beranjak
“ya~ hyukie jangan terlalau lama memendamnya ungkapkan sajaaaaa”teriak hae
“ya~’teriakku kesal tapi aku tetap saja melangkah mencar chaeri

Tapi benar juga apa yang di katakah hae, aku sudah hampir meledak memendam rasa ini, apa sebaiknya ku ungkapkan saja????

Akupun menuju taman belakang dan aku melihat ada chaeri di sana tapi, tunggu duluuu
Mwooo!!!! Diaa berpelukan dengan namja lain
Aku sedikit melangkah manju untuk melihat jelas siapa namak itu
“dong hyun”gumamku

Hatiku sakit kali ini, mereka melapas pelukan mereka dan apa yang mereka bicarakan aku tidak dapat mendengarnya
Dan kini aku melihat kalau dong hyun mencubit pipi chaeri. Ini benar2 membuatku gerah
“apa mugkin mereka?”gumamku dengan pikiran yang macam2
“cih, mereka tertawa segembira itu menyebalka”ucapku dan beranjak dari sana

Sakit sangat sakit, yang kurasa kali ini. seakan mau mati saja. Dada sesak pikiran kacau sungguh menyiksakuuuu

Xxx~
Akku kembali kekelas saja
Kesal hmm hatiku saat ini kesal, apa mungkin chaeri dan dong hyun pacaran isssh. Sesakkkkkk
Entah kenapa airmataku kini jatuh membasahi pipiku
“hiskk..hisk..hiskk”isakku kecil
Dan syukur di sini Cuma aku sendiri saat ini.
Aku bergegas menyekah airmataku saat ada beberapa orang chingudeulku masuk kekelas

Dan tak lama hae dan meiri juga masuk. Dan kemudian chaeri dan dong hyun
“cih, mereka tertwa, sepertinya bahagia sekali”gumamku saat melihat chaeri dan dong hyun tertawa bersama

Aku menatap chaeri
“ya~ hyukie, aku jadi takut dengan tatapan mu itu”ucap chaeri
“hmm, benarkah. Ya sudah aku tidak akan melihatmu lagi”ucpku sinis
“kau kenapa?”
“apa ada urusannya denganmu”ucpaku dingin dan memalaingkan wajahku darinya


[chaeri pov’s]

“kenapa denganya”batinku
“kau dan hyuki berantem”ucap meiri
“ani”
“trus kenapa dia bicara dingin begitu tadi denganmu”
“entahlah”ucpaku dan duduk di bangkuku dan menatapnya
“oppa, coba aku tanyakan dengan hyuki dong”ucap meiri pada hae
“mwo!! Aku”
“hae~a tolonglah, aku tidak tahu salah apa. bicara padanya ya”
“ih kenapa tidak kamu aja yang nanya langsung”
“kau liatkan tadi dia bagaimana denganku”
“oppa, batu chaeri dong”ucap meiri
“aisshh, okey aku tanyakan nanti dengnnya”
“nanti sekarang aja”ucapku
“ya~ kau ini. kenapa eoh?”
“ah~..hmm, sudahlah nanti juga tidak apa”ucapku dan memandang hyuk sekila lalu menatap luar
“kenapa sebenarnya dengannya, aku ada salah kah?. Harusnya dia bicara kalau aku ada salah?”batinku
Dan entah mengapa air mata ini mengalir begitu saja menyelusuri pipiku
“aishh, kenapa aku menagis”pikirku dan menyekah air mataku


[donghae pov’s]

Sebenarnya kenapa dengan hyuki, tadi mencari chaeri semangatnya 45 toh udah ketemu malah dingin cuek begitu
“oppa, sebaiknya aku tanyakan dengan hyukii. Kenapa dengan sikapanya pada chaeri. Kasiankan chaeri?”ucap meiri
“iya sih, tapi..”
“oppa ayolahh”
“ah~ baiklah baiklah aku akana bicara dengan hyuki”
“aishh oppa kau baik sekalia”ucapnya mencubit pipiku
“ya~ aku ini memang selalu baik dan juga tampan”
“hahah, aku ini. hmm memang aku juga tidak dapat memungkiri kalau kau tampan”
“ya~ kau mengakui ku tampannnnn”
“issh, sudahlah cepat temui hyuki sana tanyakan masalahnya “
“hmm, chagiiiiiii”ucapku dan mengelus pelan pipi kirinya
“oppa~”
“aku temui hyuki dulu”ucapku dan beranjak

Akupun menemui hyuki
“ya~ ada apa denganmu, kenapa kau jadi judes begitu dengan chae ri”
“tidak ada urusannya denganmu”
“tentu ada urusannya denganku, kau dan chae ri adalah temanku, dan juga chae ri kan yeoja yang kau sukai, kebnapa kau menyakitinya eoh”
“diamlah kau, ini urusanku. Urus saja urusanmu sana”ucapnya
“kau.., baiklah ini memang urusanmu terserah denganmu. Aku tidak mau mengurusinya”ucapku beranjak ke bangkuku
“di benar2 menyebalkan”batinku
“oppa, apa katanya”Tanya maeri menemuiku
“molla chagi, aku Tanya baik2 dia malah ketus padaku. Membuatku jengkel saja”
“aigooo~, kasian chaeri”
“sudahlah chagi, nanti lagi kita pikirkan hmm.”
“arraso”sahutnya dan kembali ke bangkunya

[maeri pov’s]

Ah sebenarnya kenapa sih dengan eunhyuk, membuatku kesal saja sikapnya dengan chaeri begitu, apa benar dia menyukai chaeri aku meragukannya.
Aku pusing memikirkannya, nanti saja aku bicarakan dengan haeppa.

Kini waktu pulang sudah tiba, aku melihaat eunhyuk langsung ngeloyor(?) aja keluar tanpa sapaan sedikitpun, anak itu. Mau rasanya aku membununhnya,
Akupun menengok kea rah chaeri, aku dapat melihat seberkas kekecewaan di wajahnya. Kini dia sangat lesu keliahatannya
“maeri~ya aku pulang duluan”ucapnya lirih
“ah~ kita pulang bersama ya”ucapku
“ani, aku pulang sendiri saja. Annyeong aku duluan, hae aku duluan”
“hmm”gumam haeppa
“ah~ chaeri, aku sedih melihaatnya begini”
“hmm, chagii sepertinya aku mencium sesuatu di antara mereka”
“mencium sesuatu, memang bau apa oppa”
“ya~ chagii aku serius”
“aku juga serius, bau apa?”
“bukan begitu maksudku chagiii”
“trus”
“aishh, bagaimana ya menjelaskannya, sepertinya mereka berdua itu mencurigakan”
“oh maksud oppa, mereka saling menyukai begitu”
“bingooooo, kau pintar sekali chagii”ucapnya mencubit halus hidungku
“tentuuu park maeri begituuu”
“trus apa yang kita lakukan, untuk mempersatukan mereka”Tanya haeppa
“hmm, apa ya…”gumamku dan berfikir berfikirrr
“ah haaaa oppa, kita lakukan ini saja”ucapku dan membisiknya
“oahh, aku setuju. Mungkin saja itu berhasil, tapi kita pertemukan mereka dimana?”
“di mana ya? Ah di taman jam dekat tower namsan aja gimana”
“okeyy aku setuju, kapan? Malam ini?”
“hmm, malam ini saja”ucapku
“kajja, kita pulang”
“kajja”ucapku dan merangkul tangannya

Xx~
Heheh semoga rencanaku dan haeppa berhasil, aku segera bersiap untuk merencanakan semuanya
“ah~ aku lupa sesuatu, aigooo”ucapku aku segera meraih ponselku dan menghubungi haeppa

“yobseyo oppa”ucapku saat telponnya sudah di angkat
“hmm, wae chagii?”
“aku lupa mengatakan sesuatu padamu”
“mwo?”
“kau saja yang menghubungi eunhyuk ya”
“oh, itu mah gampang chagiii”
“baiklah, biar kau yang mengurus chaeri. Annyeong oppa. Sampai bertemu di sana”
“nde”sahtunya dan di ikuti dengan putusnya sambungna telpon kamu

Semua sudah beres sekarang, aku tinggal menghubungi chaeri saja
“aku telpon atau sms ya, kalau aku telpon pasti dia banyak nanya, ah sms aja. Sekalian irit kekek”ucapku terkekekh

To: Chae ri
From: Maeri
“ya~ chaeri datang ke taman jam ya dekat namsan tower itu, hmm jam 7, aku tunggu. Awas saja kalau kau tidak datang kau akan menyesal olehku”
“tidak ada alasan pokonya kau harus datang titik tidak ada koma apalagi titik dua J

Yup send è
Pesan itu sudah terkirim, hha.
Aku segera beranjak dari rumah ku menuju tempat tujuan

Xxx~
Akhirnya aku sampai juga tapi dimana donghae oppa. Aku menunggu dan menunggu mereka.

“duarrr”
“eommo, aiss ya~ oppa kau mau membunuhku”ucapku saat haeppa mengagetkanku dari belakang
“hhehe, apa mereka sudah datang”
“molla, aku tidak melihat batang hidung mereka sedikitpun saat ini”
“kita tunggu saja”ucap haeppa

Dan kami layaknya penguntit bersembunyi di semak semak, menunggu kehadiran 2 insan manusia yang sedang entahlah apa galau mungkin??

[Chaeri pov’s]

Kenapa apa yang terjadi denganmu hyuki, ah sungguh menyebalkannnnn. Aku melempar boneka beruangku jauh
“kau jahat hyukie, setelah membuat ku jatuh cinta padamu, kau merubah sikapmu begini. Menyebalkannnn”ucapku terisak

Say my love
When you see my heart
Say my love
When you see my heart
[SS5O1-you are my heaven]

Ponselku bordering
Aku segera meraihnya, dan segera membuka sms
“hmm, maeri tumben sms”
From: Maeari
“ya~ chaeri datang ke taman jam ya dekat namsan tower itu, hmm jam 7, aku tunggu. Awas saja kalau kau tidak datang kau akan menyesal olehku”
“tidak ada alasan pokonya kau harus datang titik tidak ada koma apalagi titik dua J
“mwo apa-apaan ini, isss”gumamku

Aku meninbang2 dulu apa aku pergi ya, ah sebaiknya aku pergi saja dari pada aku bête begini. Akupun pergi dari rumaku muju taman jam itu.
“memangnya ada apa anak itu menyuruhku kesana”pikirku
Xx~

Taklama kini aku sudah samapai di taman itu
“mana dia?”gumamku dan melihat2 keliling

Aku lelah aku putuskan duduk saja dulu sebentar, kalau dia melihatku di pasti akan datangkan

Aku lama duduk, tapi batang hidung maeri tidak terlihat
“ck, kemana akan itu”gumamku dan mulai melangkah lagi

Saat aku hendak melangkah tiba2 ada yang menabrakku dari sarah lain. Langsung saja aku sukses jatuh
“ah~ apphoo”ringisku
“gwencahan”ucap orang itu
“ya~ kau…”ucapanku terhenti saat ku meliaht siapa dia, dia eunhyuk eunhyukku
“oh~ kau ternyata. Ah sudah pasti kau baik2 saja”ucapnya
Aku berdiri dihadapannya
“ya~ aku salah apa padamu smapai kau sebegitu bencinya dnganku eoh”tanyaku
“salahmu, tidak ada”
“trus kenapa kau bersikap begini”
“kenapa? Tanyakan saja pada dirimu”
“ya~ katamu bukan slahku, kenapa harus aku menanyakan pada diriku”
“ah~ membosankan bicara dengnmu”ucapnya beranjak
“ya~ hyukie tunggu dulu”ucapku mencekal lengannya
“lepaskan aku”ucapnya dan menghempaskan tanganku hingga aku terjatuh
“ah~ appho”gumamku kecil
“hyukie~ya kau jahat, kau jahat”ucapku terisak menahan perih hati dan juga lututku saat ini


[eunhyuk pov’s]

“Ada apa juga sih donghae menyuruhku kesini”gumamku sesampai di taman jam
“diaman dia”batinku dan berjalan mencarinya

Aku membuaka ponselku dan memainkan gaem di ponselku aku tidak meliahat jalanku dampai2 aku menabrak seseorang
“ah~ appho”ringisnya
“gwechana”tnyaku khawatir
“ya~ kau…”ucapnany terhenti, akupun terkejut melihat siapa dia dia chaeri. Untuk apa dia di sini, ah mungkin dia kencan dengan dong hyun
“oh~ kau ternyata. Ah sudah pasti kau baik2 saja”ucapku
Diapun kini berdiri di hadapanku
“ya~ aku salah apa padamu smapai kau sebegitu bencinya dnganku eoh”tanyany
“salahmu, tidak ada”
“trus kenapa kau bersikap begini”
“kenapa? Tanyakan saja pada dirimu”
“ya~ katamu bukan slahku, kenapa harus aku menanyakan pada diriku”
“ah~ membosankan bicara dengnmu”ucapku beranjak
“ya~ hyukie tunggu dulu”ucapnya mencekal lenganku
“lepaskan aku”ucapku dan menghempaskan tangannya hingga dia terjatuh
“ah~ appho”gumamnya kecil
“hyukie~ya kau jahat, kau jahat”ucapnya terisak
“ya~..”teriakku dan berbalik aku meliaht lututnya
“ah aku tidak tahan melihat dia menangis begini”batinku
Aku mendekat padanya dan menyentuh bahunya
“jangan sentuh akuu”teriakknya
“ya~ mianhae, mianhae”ucapku memeluknya
“hiks hiks hiks hisk”dia masih terisak
Aku segera membopongnya menuju bangku taman. Dia masih terisak
“kau tunggu di dini dulu”ucapku dia hanya diam, dakupun beranjak menbeli plester dan anti septic

Tak lama untung dekat sini ada mini market, aku segera mencarinya dan membelinya.
Aku kembali menemui chaeri lagi
Aku dapat meliaht wajahnya yang kini sudah basah di penuhi air mata
“ya~ mianhae janagn menangis lagi”ucapku
Dia hanya diam
Aku pun membersihkan lukanya
“ahhmmp..”ringisnnya
“appho”tanyaku
Dia menatapku dan mengangguk
“mianhae, kau jadi terluka begini”ucapku dan melanjutkan memplester lukanya
“cah..sudah selesai. Masih sakitkah”
Dia hanya diam
“fiuhh~ mianhae jeongmal mianhae”
“sudahlah hyukie”
Kini hanya diam yang terjadi antara kami

Aku tidak tahan berdiam diri dan marah padanya
“kau kesini dengan siapa?”tanyaku membuka pembicaraan setelah bebeapa lama kami dia
“sendiri, dan kau sedang apa di sini?”tanyanya tanpa melihatku
“aku sedang…ingin bertemu seseorang”
“oh, kencan”
“anak ini, issh”batinku
“ani, ingin bertemu dengan donghae dia ingin bertemu katanya di sini”
“mwo!! Donghae”ucapnya dan membalikan wajahnya padaku
“hmm,…… eeh chaeri?”
“mwo”ucapnya
“ya~ janagn marah lagi”
“siapa yang marah, bukannya kau yang marah padaku. Dari sekolah tadi”
“ah~ mianhae”
“baikalh, kumaafkan”ucpanya tersenyum gummy
Deg~
Jantungku semain berdebaar di buatnya, aigoo apa aku nyatakan saja sekarnag perasaanku, aku tidak peduli dia mau menerima atau tidak yang penting dia harus tahu perasaanku
“eh..chae..”
“ya~ aku mau itu, belikan untuku yaa”ucapnya memotong ucapanku
“mwo!!”
Dia terkejut saat ucapanku terlalu tinggi tadi mungkin?/
“kau marah,..tidak jadi deh aku minta belian itu”ucapnya innocent
“a..ani, aku tidak marah. Kau mau aku belikan apa tadi”
Di menunjukan telunjuknya kearah sebuah kedai pembuat permen kapas
“kau mau itu”tanyaku
Dia hanya menganggku menjawabku, sepeerti anak kecil saja
“baiklah, kajja”ucapku dan berdiri
Di tersenyum melihatku, akupun mulai beranjak menuju kedai itu
Aku memaesan 2 permen kapas, aku dapt melihatnya melihatr ajjhussi yang membuatknya itu, wajahnya sangat takjub dan matanya berbinarr, benar2 seperti anak kecil
“ini”ucap ajjhumma itu dan menyerahkan 2 permen itu
“gomawo ajjhumma”ucapku dan membayarnya
“ini untukmu”ucapku menyerahkan satu permen itu
“ah~ gomawooo”ucapnya dan mengambil permen itu
“hmm”aku hanya menggumam

Aishh, susah sekali sih mengatakan suka aku sukaa aku cinta kamuu, aigoo~ aku bisa gila sekarang,
Aku melihatnya yang asik memakan permen itu
“hmm, masitaaaa”gumamnya sanagt cute
Aku terseyum melihatnya begitu gmbira sangat senag rasanya melihat semua itu
“kenapa kau melihatku begitu, ada yang salahkah dengan wajahku”ucapnya menyentuh2 wajahnya
“ani”
“terus”ucapnya dengan tampang innocent itu, ishh chaerii kau benar2…
“emm,,.a..e…”
“kau kenapa?, sakit perutkah?”
“ani, akkuu..akuu”ucapku gugup
Dia melihatku dengan wajah itu, ishh membuatku semakin gugup saja
“chaeri..”
“hmm”
“sebenarnya aku…”
“nde”
“joahae….”




TBC

RCL WAJIB NO COPAS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar