langsung aja yeee
hapai radingggg :0
hapai radingggg :0
[AuTHOR pov’s]
“eomma, coklatku mana yang di dalm kulkas itu”ucap chae ri pada eommany yang ada di ruang keluarga
“coklat,.. oh itu tadi eomma kasih ke anaknya bibi sonhee”
“mwo!! Eomma itukan coklat kesukaanku, semuanya eomma kasih”
“hmm, kan kasian anaknya bibi sonhee. Ya sebelum pulang eomma kasih saja itu untuk mereka”
“aigoo~ eomma akukan masih memakannya”
“kau ini sudah lah, besok saja kau beli lagi”
“Tapi aku mau memakanya sekarang eomma”
“ya susdah beli saja di mini market depan sana”
“eomma, ih”ucap chae ri dan beranjak kekamarnya
Chaeri pun mengambil jaket di kamrnya
“eomma, caheri pamit dulu kemini market depan”pamitnya
“eh hati2 lo ini udah gelap biasanya para hantu udah gentanyangan”ucap eommanya menakutinya
“eomma jangan menakuatiku aku sekarang udah besar. Misalkan aja kalau ada hantu akan aku tabok dia dengan sendalku ini”sahutnya
“ah sudahlah, kau hati2”
“nde eomma. Aku pergii”ucapnmya dan keluar dari ruamhnya
Chaeri keluar dari rumahnya melawati jalan daerah perumahanya, cahaya lampu yang remangremang (?) dan juga keadaanya sunyi sepi
“aihh, kenapa aku jadi paranoid begini sih, ini gara2 eomma aku jadi ingat kata2 nya tadi deh”gumamku dan melanagkah dengan cepat
Chaeri terus melangkah sampai dia merasakan ada seseorang yang mengikutinya
“eommo kayanya ada yang mengikutiku ini aigoo~ siapa matilah aku oh tidak”batinya dan terus melangkah tanpa melihat kebelakang
Chaeri merasakan orang itu dekat dekat dan semakin dekaat dan samapi chaeri merasakan ada seseorang menyentuh bahunya dia terhenti sejenak keringat dingin mulai mengujur di wajahnya
“kenapa kau sendirian”ucap suara itu
“a~, eomma ya~ miahhae aku mohon jangan ganngu aku hantu yang baik please deh”ucapnya berbalik tanpa melihat siapa yang menyentuh bahu chaeri tadi
“ya~ hantu hantu ini aku hyukie”ucap suara itu
“eoh”chaeripun mendongakan wajahnya
“ya~ kenapa kau menakutiku eoh, aishh aku hampir mati ketakutan tadinya”ucapnya
“buhahahahahahhaaha”tertawa hyuki
“jangan tertawa”
“nde..nde miahae. Beydewey anyweybusweyyyyyy.. kamu mau keman malam2 gini sendiri lagi”
“aku mau kemini market depan beli sesuatu”
“eoh, aku juga mau kesana. Bareng ya”
“nde, kebetulan aku jadi paranoid, olehmu tadi”
“hahahahha, kajja”
Hyuki dan chaeri pun pergi ke minimarket bersama
@minimarket
“jadi kau beli itu”ucap hyuki
“hmm, wae. Kau juga Cuma belli ramen”
“nde, aku kelaparan sendirian saja pula dirumah”
“eoh, eoh eoh, kasian hyukie”
“ah sudahlah aku mau makan ini dulu”
“di sini”
“nde, aku sudah kelaparan sekarang”
“ya sudah”ucap chaeri dan mengikuti hyuki kemeja
XXX~
“ya chaeri kau kesini Cuma mau beli coklat itu saja”Tanya hyuk
“hmm, wae”sahut caheri dengan mulut di penuhi coklat
“ya~ apa kau tidak takut gendut”
“takut, tapi percuma saja kalau menyiksa diri tidak memakan makanan yag seenak ini”
“kau ini”ucap hyuk dan melanjutkan makannya
Setelah selesai mendapatkan yangmereka cari hyukie dan caheri pulang
“hyukie~ya, kita pulang sama2 saja ya”ucap cahaeri
“wae”
“ya~ sama2 ya”
“ah~ baiklah, kajja”
[chae ri pov’s]
Hehe aku pulang bareng hyuk, karna aku jadi paranoid ini. hyuk juga sih siapa suruh nakuti aku begitukan
“ya~ hyukie tunggu aku jalannya cepat amat sih”protesku karna dia sudah jau di depanku
“cih, dasar lambat, ayo cepat siputt”ucapnya dan mnunngguku
“ya~ aku bukan siput”
“kau itu lambat jadi kau itu siput”
“issh monyeeeeeeeeet”
“mwo”
“mwo mwo mwo mwo”ucapku dan mealngkah mendahuluainya
Tiba2
“kreks kreks kreks”
Aku mendengar suara dari semak semang
“eommo, apa itu”gumamku dan berhenti aku mengok kaebalakang arah hyuk, dia lumayan jauh dari ku kira2 1 meter
Akupun memutar arahku menemui hyuk
“kenapa kau berbalik”tanyanya
“eoh, gwechana”ucapku dan terseyum
“ya~ siput sebenarnya kenapa dan kenapa juga kau harus di belakangku dan memegangi baju ku beginisi”
“aiss, kau berisik diam saja monyeet”ucapku dan mengedarkan pandanganku
Yah jalannya kami lalui memang sepi dan cahayanya juga remang-remang
Aishh aku makin paranoid ini jadinya setelah mendengar suara tadi
Dan lagi-lagi suara itu muncul lagi
“ya~ hyukie apa kau mendengarnya”ucapaku yang masih memegang erat baju bagian belakanngnya
“suara apa”sahutnya
“k..aku tidak mendengarnya”
“dengar apa”
“ayolah hyukie jangan membuatku semakin takut”
“kau ini”
Tiba2 suara iru muncul lagi, sekarang suarnya semakin dekat, iya arahnya dari semak-s2mak sebelah kiri kami
“ya~ itu suara apa”ucapku takut
“sst, diam dulu siput, aku akan melihat di balik semak-semak itu”ucapnya dan melangkah
“ya~ hyukie”ucapku menarik erat bajunya
“lepaskan aku aku melihatnya dulu sebentar”ucapnya melepaskan tanganku dari bajunya
Diapun mengarah kesemak-semak itu
“ya~”ucapku mulai khawatir
Diapun mendekat dan medekat lagi kesemak semak itu
Tiba2
“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaa~”jeritnya
“mwo, hyukie~ya waeyooo, yaa”ucapku dan mulai menagis
Dia masih diam dan diam saja
“huwaaaaaaaaaaa”tangisku mulai pecah dan aku terduduk di jalan itu dan memeluk kedua kakiku
“Hyukie babooo”
[eunhyuk pov’s]
Aku melangkah kearah semak-semak itu
Dan
“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa~”aku menjerit
“mwo, hyukie~ya waeyooo, yaaa”ucap caheri
Aku diam saja dan masih diam mau mengeraijainya
Tibaa2 aku mendengarkan
Suara tangisnya memecah
“eommo, aku membuatnya menagis”batinku
Aku segera mengambil anak anjing itu dari semak2 itu dan menemui chaeri
“ya~ jangan menagis”ucapku berdiri di hadapannya
Diapun mendongak, tangisnya semakin memmecah
“aigoo~ mati aku bisa2 aku di keroyok masa ini, di kira macam2 ddengannya”batinku
“ya~ siput jangna menagis”
Dia langsung berdiri dan memelukku
Deg~
Deg~
Deg~
Jantungku mulai berdetak tidak beraturan dia memeluku tiba2 seperti ini aigooo~ aku bias-bisa membeku disini
“ya~ kau membuatku takut tahuu”ucapnya dan melepas pelukannya itu
“memangnya kau kira aku kenapa”
“aku kira kau di makan hantu atau miho atau goblin begituh. Kau juga kenapa menjerit begitu tadi eoh”ucapnya menyekah air matanya
“ini, aku menemukan ini”ucapku menunjukan seekor anak anjing
“mwoo, dia lucu sekali”ucapnya dan mengelus kepala anak anjing itu
“kita bawa pualng saja ya”sambungnya
“mwo!! Tapi anjing ini pasti ada pemiliknya”
“ayolahh”
“kau ini kita bawa pulang saja dulu, mungkin besok tuannya akan memcarinya”sambungnya semangat
“baiklah”ucapku yang tak mungkin menolak keinginnannya
Kamipun melanjutkan langkah kami pulang
Akupun melihat seoerang yeoja yang berbaju putih dan rambutnya tergerai panjang yang ada di depan kami sepertinya dia mencari sesuatu
“ya~ chaeri, kira2 yeoja itu sedang mencari apa”tanyaku pada chaeri yang asik mengelus elus kepala anak anjing tadi
“yaoja? Mana?”tanyanya
“itu”ucapku dan meunjuk yeoja di depan kami
Tiba2 dia melihat dan melangkah berjalankearah kami
“hyukie~ya”ucap caheri cemas
“hmm, tenang saja”bisikku
“eoh, jino kau di sini rupanya”ucap yeoja itu menghampiri kami dan melihat anak anjing itu
“jino?”ucap caheri
“hmm”gumam yeoja itu
“anjing ini milikmu”Tanya caheri
“nde, aku sudah seharian mencarinya ternyata dia denganmu”
“hmm, ini”ucap chaeri dan menyerahkan anak anjing itu pada pemiliknya
“gomawo”ucapnya dan menyambut anjing itu
“chaeri ayo kita pulang”ucapku
“hmm”gumamnya
Kamipun melangkah dan aku dapat meliaht sepertinya chaeri menyukai anjing itu dia masih menatap anjing itu yang kini di bawa pemiliknya kearah yang berlawanan dengankami
“ya~ siput, sudahlah anjing itu sudah kembali pada pemiliknya”ucapku
“eoh, arraso”ucapnya menatapku
Dan kemudian dia menoleh kebelakang lagi
“hyukie~ya, yeoja tadi mana?”tanyanya
“ya di belakang sa…..na”ucapku dan berbalik tapi aku tidak menemukan sosok yeoja tadi
“hyukie~ya, aku merasakan bulu kudukku merinding”ucapnya
“ya~ siput jangan menakuti aku, aku juga merasa hal yang sama sepertimu”sahutku
“lebih baik kita cepat pulang saja yuk”ajakku
“ayoo”ucapnya dan merangkulku terlihat mimic wajahnya menjadi cemas dan tegang
“sudahlah, yang penting dia tidak mengganggu kita”ucapku
“hmm”sahutnya dan kami melanjutkan langkahku
Akupun akhirnya mengantarkan caheri kerumahnya dulu karna dia merengek dan takut dengan pertistiwa yang baru saja terjadi tadi.
Setelah mengantar chaeri akupun pulang karumahku.
[chaeri pov’s]
Aku memasuki kelasku dan duduk di bangkuku
“aaaaaaaaaaaaa~”desahku lelah
“sepertinya kau lelah sekali”Tanya meiri yang tiba dengan haeppa
“siputttttttttttttttttttttt~~”teriak hyukie dari ambang pintu
“aduhhh~ mahluk ini, ya~ sudah ku bilang jangan panggil aku siputttttt”kesalku
“ciyeeeeeeeeeee~, ada panggilan sayang ni hyuk”ucap hae dan menyenggolnya dengan sikunya
“ah~ a..ani, itu Cuma panggilan buatnya karena dia lambat seklai”
“lambat apanya”
“ah~ sudahlah malas ngomong amalu hae”ucap hyuki dan menunju bangkunya
Haepun mengikuti hyuki dan duduk di bangkunya, dan meiri kebangkunya juga dong masa ke perpus sih ==”#authorsaraffff
“chaeri~ya”pangill seseorang
“hmm, nde”ucapku dan mendongak
“”eoh, dong hyun. Wae?”tanyaku
“hmm, aku ini bicara denganmu nanti, bisakah?”
“bisa, dimana?”
“jeongmal”sangsinya
Aku hanya tersenyum dan mengangguk
“kita bertemu di taman belakang nanti saat istirahar”
“baiklah”
“gomawo”
“nde, cheonma”sahutku
Dia tersenyum dan kembali kebangkunya
Pelajaranpun di mulai dengan seksama dan sesingkat-singkatnya (?)#proklamasiikaliii==”
Istirahatpun tiba
Aku segera menuju taman belakang coz tadikan ada janji sama dong hyun
Akupun duduk di bangku taman itu
“kemana dia, belum muncul”gumamku
“host..host, mian caheri~ya aku terlambat”ucap dong hyun yang kini tiba
“gwechana, memangnya kau dari mana. Lelah begitu”
“hmm, aku tadi di panggil ke ruang guru, secara kau tahukan siapa aku”
“a~ arrasoo, kau mau bicara apa”
“a..aku…aku”
“nde”
Aku dapat dia mnarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan
“saarnghae”ucpnya yang membuat membulatkan mataku
“m..mwo”ucapku dan berdiri
“aku mencintaimu caheri, apa kau mau jadi yeojachinguku. Dan aku sudah memperhatikanmu dalam beberapa bulan ini”
“dong hyun~a, mianhae jeongmal mianhae. Aku tidak bisa”
“waeyo chaeri~ya”ucapnya mengenggam tanganku
“a..aku sudah menyukai seseorang, sangat menyukainya”ucapku tersenyum dan melepaskan genggamannya
Aku dapat melihat kekecewaan yang terpancar dari wajah dong hyun
“dong hyun~a, mianhae jeongmal mianhae”ucapku dan menggigit bibir bawahku
“gwechana chaeri~ya ini bukan salahmu, dapatkah kau mengabulkan stu permintaanku”
“m..mwo”
“bolehkan aku memelukmu”
“eoh”aku berfikir sejenak
“nde, boleh”ucapku lagi
“jeongmal”
Aku mengaangguk dan tersenyum
“gomawo, jeongmal gomawo”ucapnya dan memelukku
Akupun membalas pelukannya
Dia melepaskan pelukannya
“kita tetap temankan”ucapnya
“eoh, tetap. Eum dong hyun~a”
“wae?”
“mauakh kau jadi oppaku. Abis aku gak punya saudara”
“apa benar kau mengingikkanku jadi oppamu”
“hmm, bolehkan?”
“tentu saja saengggg”ucapnya dan mencubit pipiku
“hahhahahaahhah”tawa kami bersama
TBC~~