Meiri pov’s
Apa aku tidak salah dengar dia dia menyatakan perasaannya padaku, ya tuhan apa ini mimpi, kalau ini mimpi janagn bangunkan aku#lebeeee
“a..ak..aku….tid…dak..bisa….”
Astaga mulutkupun seakan tak mau terbuka mengucapkan iya, ini sungguh2 mendadak.
“arraso, aku tidak akan memaksamu meiri~ya”ucapnya melepas genggamannya dan berbalik memunggungiku
“aah~ aku tahu akhirnya pasti seperti ini”lanjutnya
“ani, maksudku bukan itu hae~ya”
“sudahlah meiri~ya..aku bis..”
“aku tak bias menolak perasaanmu itu”ucapku memotong perkataanya
Diapun membalikan tubuhnya lagi kearahku
“ap..apa katamu tadi”ucapnya mendekat
“aku juga menyukaimu, dan tak dapt membohongi rasa ini”ucapku tersiupu
“meiri~ya”ucapnya dan memrlukku erat
“jeongmal, jeongmal gomawo”
“hmm”
*****
Akupun menuju kelas bersama hae,
“astaga dia..dia menggandengtanganku”batinku dan meliriknya
“tidak apakan”tanyanya
“hmm, gwechanayo”
Kamipun memasuki kelas
“eoh ada hyukie, chagii nanti kita pulang bersma ya”ucapnya
“nde”
“aku menemui hyukie dulu ya, dah chagii”ucapnya dan menemui hyukie
Akupun berjalan kearah kursiku dan duduk
“ya~ kenapa kau senyam senyum sendiri”Tanya chae ri yang melepaskan bacaanya
“ada dehh”
“aissh, mulai main rahasiaan sama aku nih”
“eh tapi ngomong2 apa hae sudah melasanakan tugasnya”lanjutnya
“tugas?? Tugas apa?”
“aigoooo, jangan bilang kamu gak ngerti maksut ku”
‘aku memang tidak mengerti, makanya jelaskan supaya aku mengerti”
“ckckckck, anak ini benar2 babo”
“ya~~ jangan sebut aku babo”
“eommo, nde..nde, jangan galak dong aku takut”
“kau ini, sebaiknya katakana saja”
“geuree.. geureee. Apa hae sudah shoot kamu?, kalau sudah apa jawabanmu”
“cihh, itu ternyata tugasnya”
“ya~ jawab saja, cepat sudah belum”
“sudah”
“mwo, trus apa jawabanmu”
“alah kamu pasti sudah tau apa jawabanku”ucapku dan mulai tersipu
“eumh, apa kau menolaknya”
“aissh babo”kesalku dan menjitaknya
“ya~ appho”jeritnya sambil mengelus kepalanya
“mana mungkin aku menolak namja setampan sekeren hae”ucapku menerawang
“jadi kau menerimanya”
“hmm, kau ini tidak usah berpura-pura, kau itu pasti sudah tahu apa jwabanku”
“hehehe, chukka yaaaaa~ kau dan hae harus teraktir aku nih”
“mwo, anii”
“ya~ meiri ayolahhh~”
“sekali tidak ya tidak”
“kau pelit sekali”ucapnya dan kembali focus pada majalahnya
Akupun perlahan mengarahkan wajahku ke hae
“eommo dia manis sekali saat tersenyum”batinku saat melihatnyaa tersenyum
Tiba2…
“astaga dia melihatku, assihh aku ketahuan”batinku dan segera memalingkan wajahku
Eunhyuk pov’s
Aku melihat chae ri masuk kelas dan sepertinya dia kelelahan kenapa ya?
Aku menatapnya dan saat itu juga dia menatapku. Ah aku dapat melihatnya terkajut dan dia segera menuju kursinya
Akupun mendekatinya dan duduk di bangku sebelahnya
“ya kau kenapa?”Tanyaku
“apa kau sakit”lanjutku
“a…ani, gwechanayoooo”
“jeongmal”
“hmm”
Sungguh tidak meyakinkan akupun menyetuh dahinya merasakan panas apa tidak, emhh ternyata tidak panas sepertinya dia baik2 saja.
“hmm, benar juga tidak panas”ucapku yang menyentuh wajahku
“a…a..aku kan sudah bilanggg”ucapnya dan memalingkan wajahkuu
“ya sudahhh, aku pergi dulu”ucapku dan beranjak
“hmm, pergi saja sana”
Akupun kembali kekursiku, hahah aaku dapat melihatnyayang melihatku, mungkin dia mengira aku pergi keluar dari kelas ini
Aku menatapmya
Apa aku tidak salah dengar dia dia menyatakan perasaannya padaku, ya tuhan apa ini mimpi, kalau ini mimpi janagn bangunkan aku#lebeeee
“a..ak..aku….tid…dak..bisa….”
Astaga mulutkupun seakan tak mau terbuka mengucapkan iya, ini sungguh2 mendadak.
“arraso, aku tidak akan memaksamu meiri~ya”ucapnya melepas genggamannya dan berbalik memunggungiku
“aah~ aku tahu akhirnya pasti seperti ini”lanjutnya
“ani, maksudku bukan itu hae~ya”
“sudahlah meiri~ya..aku bis..”
“aku tak bias menolak perasaanmu itu”ucapku memotong perkataanya
Diapun membalikan tubuhnya lagi kearahku
“ap..apa katamu tadi”ucapnya mendekat
“aku juga menyukaimu, dan tak dapt membohongi rasa ini”ucapku tersiupu
“meiri~ya”ucapnya dan memrlukku erat
“jeongmal, jeongmal gomawo”
“hmm”
*****
Akupun menuju kelas bersama hae,
“astaga dia..dia menggandengtanganku”batinku dan meliriknya
“tidak apakan”tanyanya
“hmm, gwechanayo”
Kamipun memasuki kelas
“eoh ada hyukie, chagii nanti kita pulang bersma ya”ucapnya
“nde”
“aku menemui hyukie dulu ya, dah chagii”ucapnya dan menemui hyukie
Akupun berjalan kearah kursiku dan duduk
“ya~ kenapa kau senyam senyum sendiri”Tanya chae ri yang melepaskan bacaanya
“ada dehh”
“aissh, mulai main rahasiaan sama aku nih”
“eh tapi ngomong2 apa hae sudah melasanakan tugasnya”lanjutnya
“tugas?? Tugas apa?”
“aigoooo, jangan bilang kamu gak ngerti maksut ku”
‘aku memang tidak mengerti, makanya jelaskan supaya aku mengerti”
“ckckckck, anak ini benar2 babo”
“ya~~ jangan sebut aku babo”
“eommo, nde..nde, jangan galak dong aku takut”
“kau ini, sebaiknya katakana saja”
“geuree.. geureee. Apa hae sudah shoot kamu?, kalau sudah apa jawabanmu”
“cihh, itu ternyata tugasnya”
“ya~ jawab saja, cepat sudah belum”
“sudah”
“mwo, trus apa jawabanmu”
“alah kamu pasti sudah tau apa jawabanku”ucapku dan mulai tersipu
“eumh, apa kau menolaknya”
“aissh babo”kesalku dan menjitaknya
“ya~ appho”jeritnya sambil mengelus kepalanya
“mana mungkin aku menolak namja setampan sekeren hae”ucapku menerawang
“jadi kau menerimanya”
“hmm, kau ini tidak usah berpura-pura, kau itu pasti sudah tahu apa jwabanku”
“hehehe, chukka yaaaaa~ kau dan hae harus teraktir aku nih”
“mwo, anii”
“ya~ meiri ayolahhh~”
“sekali tidak ya tidak”
“kau pelit sekali”ucapnya dan kembali focus pada majalahnya
Akupun perlahan mengarahkan wajahku ke hae
“eommo dia manis sekali saat tersenyum”batinku saat melihatnyaa tersenyum
Tiba2…
“astaga dia melihatku, assihh aku ketahuan”batinku dan segera memalingkan wajahku
Eunhyuk pov’s
Aku melihat chae ri masuk kelas dan sepertinya dia kelelahan kenapa ya?
Aku menatapnya dan saat itu juga dia menatapku. Ah aku dapat melihatnya terkajut dan dia segera menuju kursinya
Akupun mendekatinya dan duduk di bangku sebelahnya
“ya kau kenapa?”Tanyaku
“apa kau sakit”lanjutku
“a…ani, gwechanayoooo”
“jeongmal”
“hmm”
Sungguh tidak meyakinkan akupun menyetuh dahinya merasakan panas apa tidak, emhh ternyata tidak panas sepertinya dia baik2 saja.
“hmm, benar juga tidak panas”ucapku yang menyentuh wajahku
“a…a..aku kan sudah bilanggg”ucapnya dan memalingkan wajahkuu
“ya sudahhh, aku pergi dulu”ucapku dan beranjak
“hmm, pergi saja sana”
Akupun kembali kekursiku, hahah aaku dapat melihatnyayang melihatku, mungkin dia mengira aku pergi keluar dari kelas ini
Aku menatapmya