Kamis, 17 November 2011

FF# WHY-WHY LOVE part 4

Meiri pov’s


Apa aku tidak salah dengar dia dia menyatakan perasaannya padaku, ya tuhan apa ini mimpi, kalau ini mimpi janagn bangunkan aku#lebeeee

“a..ak..aku….tid…dak..bisa….”

Astaga mulutkupun seakan tak mau terbuka mengucapkan iya, ini sungguh2 mendadak.

“arraso, aku tidak akan memaksamu meiri~ya”ucapnya melepas genggamannya dan berbalik memunggungiku

“aah~ aku tahu akhirnya pasti seperti ini”lanjutnya

“ani, maksudku bukan itu hae~ya”

“sudahlah meiri~ya..aku bis..”

“aku tak bias menolak perasaanmu itu”ucapku memotong perkataanya

Diapun membalikan tubuhnya lagi kearahku

“ap..apa katamu tadi”ucapnya mendekat

“aku juga menyukaimu, dan tak dapt membohongi rasa ini”ucapku tersiupu

“meiri~ya”ucapnya dan memrlukku erat

“jeongmal, jeongmal gomawo”

“hmm”

*****

Akupun menuju kelas bersama hae,

“astaga dia..dia menggandengtanganku”batinku dan meliriknya

“tidak apakan”tanyanya

“hmm, gwechanayo”



Kamipun memasuki kelas

“eoh ada hyukie, chagii nanti kita pulang bersma ya”ucapnya

“nde”

“aku menemui hyukie dulu ya, dah chagii”ucapnya dan menemui hyukie
Akupun berjalan kearah kursiku dan duduk

“ya~ kenapa kau senyam senyum sendiri”Tanya chae ri yang melepaskan bacaanya

“ada dehh”

“aissh, mulai main rahasiaan sama aku nih”

“eh tapi ngomong2 apa hae sudah melasanakan tugasnya”lanjutnya

“tugas?? Tugas apa?”

“aigoooo, jangan bilang kamu gak ngerti maksut ku”

‘aku memang tidak mengerti, makanya jelaskan supaya aku mengerti”

“ckckckck, anak ini benar2 babo”

“ya~~ jangan sebut aku babo”

“eommo, nde..nde, jangan galak dong aku takut”

“kau ini, sebaiknya katakana saja”

“geuree.. geureee. Apa hae sudah shoot kamu?, kalau sudah apa jawabanmu”

“cihh, itu ternyata tugasnya”

“ya~ jawab saja, cepat sudah belum”

“sudah”

“mwo, trus apa jawabanmu”

“alah kamu pasti sudah tau apa jawabanku”ucapku dan mulai tersipu

“eumh, apa kau menolaknya”

“aissh babo”kesalku dan menjitaknya

“ya~ appho”jeritnya sambil mengelus kepalanya

“mana mungkin aku menolak namja setampan sekeren hae”ucapku menerawang

“jadi kau menerimanya”

“hmm, kau ini tidak usah berpura-pura, kau itu pasti sudah tahu apa jwabanku”

“hehehe, chukka yaaaaa~ kau dan hae harus teraktir aku nih”

“mwo, anii”

“ya~ meiri ayolahhh~”

“sekali tidak ya tidak”

“kau pelit sekali”ucapnya dan kembali focus pada majalahnya

Akupun perlahan mengarahkan wajahku ke hae

“eommo dia manis sekali saat tersenyum”batinku saat melihatnyaa tersenyum

Tiba2…

“astaga dia melihatku, assihh aku ketahuan”batinku dan segera memalingkan wajahku



Eunhyuk pov’s

Aku melihat chae ri masuk kelas dan sepertinya dia kelelahan kenapa ya?

Aku menatapnya dan saat itu juga dia menatapku. Ah aku dapat melihatnya terkajut dan dia segera menuju kursinya

Akupun mendekatinya dan duduk di bangku sebelahnya

“ya kau kenapa?”Tanyaku

“apa kau sakit”lanjutku

“a…ani, gwechanayoooo”

“jeongmal”

“hmm”

Sungguh tidak meyakinkan akupun menyetuh dahinya merasakan panas apa tidak, emhh ternyata tidak panas sepertinya dia baik2 saja.

“hmm, benar juga tidak panas”ucapku yang menyentuh wajahku

“a…a..aku kan sudah bilanggg”ucapnya dan memalingkan wajahkuu

“ya sudahhh, aku pergi dulu”ucapku dan beranjak

“hmm, pergi saja sana”

Akupun kembali kekursiku, hahah aaku dapat melihatnyayang melihatku, mungkin dia mengira aku pergi keluar dari kelas ini

Aku menatapmya

FF# WHY-WHY LOVE part 3

Teteteeeeeteeetteeeeteee teeeeteeeeteettetetetettetetete

Akhirnya suara itu di perdengarkan juga,
Akupun menepuk pundak meiri

“ya meiri”

“hah, wae?”

“bisakah ikut aku”

“kemana?”

“ikut saja, kajja”ucapku dan menarik lengannya

“iya..iya, pelan2 napa”

“tidak ada waktu ini sangat gawat”

“hah, gawat kenapa?”

“sudah kau diam saja”

Akupun mengajak meiri ketaman belakang seperti janjiku pada hae tadi, dengan cepat aku membawanya takut hae menunggu lama.

“akhirnya sampai juga”ucapku dan mengatur nafas

“ada apa kau membawaku kemari”

“ah sudah lah kau tunggu saja”

“kemana anak itu, kenapa belum datang juga”ucapku dan celingak-celinguk

“kau kenapa, mencari siapa”Tanya meiri

“aduhh cerewet sekali mahluk ini”

“hosht hosht hosht hosht, maaf aku terlambat”ucap hae yang akhirnya tiba juga

“kau ini lama sekali”dengusku

“memangnya ada apa ini”Tanya meiri

“ah iya, okey hae tugasku sudah selesaikan, jadi aku pergi duluuuu dahhh”ucapku dan menjauh

“yaaa~ apa maksudnya tugas apa”teriak meiri

“sudahlah nanti kau juga tahu”ucapku dan menghilang (?)

Akupun meninggalkan hae dan meiri di sana. Hatiku sakit ya cukup sakit tapi aku juga bahagia semoga saja mereka bahagia aku selalu mendoakaanmu donghae~yaaa

Aku berlari melewati koridor entah mengapa hatiku saat ini sangat lega dan bahagia

“hae~ya kau harus berhasilll okeyyy, hwitting hae hwaittingggggggg”gumamku membara (?)

Akupun memsuki ruang kelas dan apa aku menemui wajah hyukie yang tersenyum begitu hangat kearahku

DEEEEGGGG~~~~

Hyaaaa jantungku mulai memompa lagi, perlahan aku menelan ludahku melewati keronggonganku

“eommoo diia dia manis sekaliiiii”batinku

Akupun duduk kekursiku, dan tiba2 dia duduk di bangku sebelahkuuu

Astaga dia terlalu dekat, bahkan aku dapat mencium aroma tubuhnya.

“ya kau kenapa?”Tanya hyukie membuka pembicaraaan

“apa kau sakit”lanjutnya lagi

“a…ani, gwechanayoooo”

“jeongmal”

“hmm”

Apa hyaaaa jangan sentuh akuuuu, astangaaa dia menyentuh wajahku, bisa2 aku pingsan juga. Terlalu dekatttttttttt

“hmm, benar juga tidak panas”ucapnnya yang menyentuh wajahku

“a…a..aku kan sudah bilanggg”ucapku dan memalingkan wajahkuu

“ya sudahhh, aku pergi dulu”ucapnya dan beranjak

“hmm, pergi saja sana”

“babo, ternyata perginya Cuma ketempat duduknya saja, akukira keluar”gumam hatiku

Akupun mengeluarkan bukuku dan membacanya, ehm bukan buku pelajaran sih tapi majalahhh.


Donghae pov’s

“Aduhh aku terlambat kenapa juga tadi harus kebelet aissh, bisa2 chae ri murka nih”

Akupun melangkahkan kakiku tidak aku berlariiii, secepat mungkin untuk menuju tempat itu.
Aa~ mereka sudah ada, akupun bergegas menemui mereka


“hosht hosht hosht hosht, maaf aku terlambat”ucapku sembari mengatur nafas

“kau ini lama sekali”dengus chae ri

“Heheh sepertinya dia kesal, tapi tetap membantuku. Chae ri daebakk dehh”batinku

“memangnya ada apa ini”Tanya meiri

“ah iya, okey hae tugasku sudah selesaikan, jadi aku pergi duluuuu dahhh”ucap chae ri dan menjauh

“yaaa~ apa maksudnya tugas apa”teriak meiri

“sudahlah nanti kau juga tahu”ucapnya dan menghilang (?)

“kenapa, apa maksudnya nanti juga tahu”gumam meiri bingung

“aku yang menyuruhnya membawanya kesini meiri~ya”ucapku

“e,e’ memang ada apa hae”

“aku mau bicara sesuatu padamu”

“bicara apa,”tanyanya dan duduk di bangku taman itu

Aku tak mampu berkata rasanya, aku hanya diam sekarang. Jantunggku benar2 berdebar sangat kencang,,sungguh kencang rasanya dia ingin melompat keluar dari tempatnya.

“hae~ya katamu mau bicara, bicara apa”ucapnya dan memandangku

Akupun perlahan melangkah kehadapanya,mengeneggan tangannya dan menatap matanya dalam.

“hey kau kenapa”

Sepertinya dia terkejut

“meiri~ya aku….”

“aku apa”

Akupun menarik nafasku perlahan menghirup oksingen untuk persiapan udara kali aja nanti hal yang tak di inginkan terjadi, yaitu penolakan,,, hyyayaaa semoga saja tidakkk

“joahae”

“mwo”

“aku menyukaimu, tidak mungkin juga aku ini di sabut mencintaimu”

“ya~ kau ini bicara apa jangan bercanda”

“ani, aku tidak bercanda, ini sesungguhnya. Meiri~ya apa kau mau jadi yeojachinguku”ucapku dan memper erat genggaman tanganku

“a..ak..aku….”