Author pov’s
Merekapun mengikuti pelajaran dengan lancer
Tuuututtuututututtutut
Akhirnya waktu pulang tiba juga
“chagi, ayo”ucap hae menemui meiri
“nde, tunggu sebentar oppa aku memasukan buku dulu”ucap meiri membereskan barangnya
“ciyeee, taudeh yang lagi kasmaran ini”sindir chae ri
“kau ini”ucap meiri
“ayo oppa”ucap meiri dan merangkul hae
“ya~ tunggu dulu aku ada mencium sesuatu yang agak ganjil nih”ucap hyuk
“ganjil apaan, emang ada setan ya di sini”Tanya chae ri
“aihss anak ini, buak itu maksudku?”
“truss”
“itu tuh, hae apa kau sudah”ucap hyuk di iringi isyarat
“eoh, iya hyuk aku sekarang dengan meiri sah menjadi sepasang kekasih baru”ucap hae mencubit hidung meiri
“m..mwo, yak~ ternyata selama ini kau suka dengan meiri? Wah wah, chukka hae”
“gomawo, eh iya hyuk sebaiknya kau ungkapkan juga perasaaan mu dengannya”ucap hyuk menggoda
“mwo, ya~ hyuki kau punya gebetan kah? Woah.. aku tidak tau ternyata kau suka dengan wanita juga”ucap chae ri
“apa maksudmu ternyata aku suka dengan wanita juga”
“ya~ kirain kau tak suka dengan wanita”ucap chae ri tanpa dosa
“aishh, anak ini”
Plteakk
Sebuah pukulan ringan mendarat di kepala chaae ri
“ya~ apho”ringis chae ri mengusap kepalanya
“hey kami duluannya byee”ucap hae berlalu dengan meiri
“ya, apa kau sudah tahu kalau mereka pacaran”Tanya hyuk pada chae ri
“sudah, malahan aku kan yang jadi cupitnya, berbakatkan”ucap chae ri membereskan barangnya
“mwo, ya kenapa kau tidak member tahuku”
“untuk apa?”
“ya untuk.., ah sudahlah lebih baik kita pulang saja ayo”ajak hyuk
“nde”sahut chae ri patuh
Donghae pov’s
“oppa, memang siapa yeoja yang di sukai hyuki”Tanya meiri saat kami keluar kelas
“yang pasti dia ada di kelas kita chagi”
“mwo, jeongmal”
“hmm, tadi dia kepergok olehkui sedang memperhatikan yeoja itu”
“oppa, beri tahu aku siapa yeoja itu”
“kasih tahu gak ya”
“ayolah oppa”
“baiklah, asal kau jangan member tahu yeoja itu”
“aku janji”ucapnya diiringi isyarat mengunci mulutnya
“dia chae ri”
“mwoo, chae ri, kim chae ri”sanksinhya tak percaya
“nde, chae ri teman mu itu”
“woah, hyuk suka dengan chae ri. Daebak. Sepertinya mereka akan jadi sepasang kekasih yang serasi”ucapnya senang
“tapi, kita yang paling serasi di antara pasangan lain”ucap hae
“nde, arraso”
Kini aku mengantar meiri pulang menggunakan motorku
“sudah sampai”ucapku
Meiripun turun dari motorku
“gomawo oppa”ucapnya
“nde, cheon. Sudah gih masuk sana udaranya mulai dingin”ucapku
“nde, arraso”ucaapnya dan beranjak
“eumh, oppa”ucapnya berbalik
“hmm, wae chagi”ucapku lembut menatapnya
Diapun mendekat kearahku
Chup~
Dia mencium pipiku
“annyeong, hati2 di jalan”ucapnya dan memasuki rumahnya
Aku masih diam terpaku membeku di sana, woah dia dia menciumku. Aigooo rasanya seperti mimpiii
Kini aku sadar dari kesyokanku tadi, akupun pergi dari sana.
Eunhyuk pov’s
Sial donghae tidak member tahuku kalau dia dan meiri sudah jadian, aduh bis gawat kalau dia mem eri tahu meiri dan nanti meiri kasih tau lagi ke chae ri aighoooo
Aku dan chae ri pun pulang bersama
“ya~ hyuk itu won bin kan?”ucapnya mengarahkan telunjuknya pada sebuah café
“mana”ucapku mengarahkan pandanganku
“sepertinya iya”sambungku
“woah oppa denga siapa dia, apa pacarnya”
“mana aku tahu, emang aku emaknya?”
“isshh, kau ini. oppa ah dia tampan sekaliiii”
“mwo, kau bilang dia tampan. Ih lebih tampan aku juga kali”
“eoh,”ucapnya dan menjijitkan kakinya melihatku dan kini dia ada di hadapanku
Hya dekat sekaliii
“woah, kok aku baru tahu ya”ucapnya menjauh
“tau apa, kalau aku tampan”ucapku kendalikan diri
“mwo, ani. Ternyata kau memiliki mata yang bagus hyuk. Aishh mungkin matamu itu jadi favoriku”ucapnya
“mwo!!”
“waeyo?, aku salah ngomong”
“a…ani”
Diapun melangkah dulu di depanku
“apa maksudnya mataku jadi faforitnya”batinku
“ya~ tunggu aku”teriakku saat sadar dia sudah jauh di depan
Vvvv~~
“aku duluan chae ri”ucapku
“cih, duluan saja sana. Sana masuk”ucapnya dan melanjutkan langkahnya
Akupun memasuki rumahku
“annyeong, aku pulanggg”sapaku
Tapi tidak ada jawaban
“pada kemana?”
Akupun melangkahkan kakiku menuju kamarku
Tapi aku membelok mengetuk pintu kamar soora nunna, kali aja dia ada?”
“nunna apa kau ada di dalam”ucapku
Tapi tak ada jawaban aku langsung saja membuka pintu kamarnya, ternyata benar nunna tidak ada
Ah~ aku melangkah kekamarku saja.
Aku memasuki kamarku melempartasku ke sembarang arah dan langsung berbaring di atas kasurku yang empuk. Talk terasa dan tanpa pemberitahuan aku tertidur.
Aku terbangun dari tidurku. Aku keluar dari kamrku, rumahku masih sunyi sepisepi gimana gituh, sesuatu banget.
“apa mereka belum pulang juga”gumamku
Kreok kreok kereok
“eommo aku lapar, ada makanan gak ya”ucapku dan melangkah kedapur
Aku menuju lemari yang biasanya ada ramen instan,
“eommo mi pun tidak ada, aigoo~ mereka sebenarnya kemana sih. Aku di telantarkan begini”ucapku yang menatap kosong isi lemari itu
Selasa, 13 Desember 2011
FF# WHY-WHY LOVE part 5
Akupun kembali kekursiku, hahah aaku dapat melihatnyayang melihatku, mungkin dia mengira aku pergi keluar dari kelas ini
Aku menatapnya yang asik membaca majalah itu
“dasar yeoja, malah membaca majalah”gumamku yang masih asik menatap memperhatikanya
Tiba-tiba…
“yak~ kau lagi melamun apa hah”ucap hae mengagetkanku
“ah aku bukannya melamun aku Cuma memperhatikan seor…” “oopss” ucapku terhenti
“hayoo ketahuan siapa yang kau perhatikan”
“aigooo kenapa aku keceplosan sih”batinku
“ah bukan siapa-siapa”
“ya~ hyukie apa aku menyukai salah satu yeoja yang ada di sana”ucap hae menunjuk kearah dimana ada beberapa yeoja yah termasuk chae ri
“ani”
“cih~ kau tak usah bohong padaku hyukie, pasti ada salah satu dari mereka, ayolah beri tahu aku kali aja aku bias membantumu”
“jeongmal”
“ya~ berarti benar tebakanku kau menyukai seorang yeoja, ah aku kira kau tidak menyukai yeoja hyuki”ucapnya menepuk pundakku
“mwo, ya~”
PLTAKK~~
Pukulan yang lumayan keras mendarat di kepala hae
“ya~ apho,”
“makanya jangna seenaknya menyebutku seperti itu”
“ya sudah siapa yeoja yang kau suka itu beri tahu aku”
“mwo, haruskah?”
“babo~~”ucapnya memukul kecil kepalaku menggunakan sebuah buku yang ada di meja
“ya harus supaya aku tahu siapa dia, dan apa dia cocok dengan mu begitu”
“oh”
“Cuma ‘oh’, ya tuhan sadarkan sahabatku ini”ucapnya menengadahkan tangannya keatas
“hahhaha kau gilakah, bersikap seperti itu”tanyaku
“ya aku gila gara2 berteman denganmu”
“lah kok aku”
“sudahlah, siapa yeoja itu?”
“haruskah aku member tahu hae kalau aku menyukai chae ri”batinku
“ya dia malah bengong, nuguya?”
“dia….dia…”
“nugu”
“aishh, berat rasanya menyatakan kebenaran ini hae”
“oh god, Cuma menyebutkan satu nama itu saja sulit amat, amat aja gak sulit2 banget deh”
“bukan begitu juga kali hae, apaan amat di bawa2 dalam sekenario ini”
“makanya siapa yeoja yang membuat hyuki seperti orang bodoh kaya gini”
“asal kau janji jangan member tahukan padanya ya”
“hmm, aku berjannji tuan monkey”
“issh,”
Aku menarik nafasku perlahan dan menghembuskannya
“dia.. dia chae ri hae”
“mwo..c..chaeri”ucapnya dan menatap ke arah chae ri yang asik berbicara dengan maeiri
“kenapa?”
“bukan apa2 kok, hehe sepertinya kau dan chae ri itu cocok hyuki”
“jeongmal”
“nde, kalian serasiii”
“oh~ gomawo”
“terus kapan?”
“kapan apanya?”
“ckckck, Cuma kalimat pertanyaan ku ini kau tidak mengerti hyuki”
“geure, aku benar tak mengerti maksudmu”
“oh god, ternyata kau. Otakmu sudah terkontaminasi dengan virusss lovers chae ri ya, sampai pertanyaan yang sederhana itu tidak mengerti”
“ya~ kau kira apa chae ri terkontaminasi”dengusku kesal
“hah~ kapankau menyatakan perasaanmu pada chae ri”
“oh itu, mollayo hae”
“mwo, molla. Ya kau harus gerak cepat tahu kalau tidak chae ri di sambar monyet lain loh”
“ya kau kira chae ri itu pisang hah”
“yah~ bagemana ya”
“aishh”
Plakk, sebuah pukulan buku mendarat lagi kekepala hae
“aighooo, apho”
“makanya jangan seenaknya”
“ah sudahlah”ucapnya dan duduk ke bangkunya
*******
Donghae pov’s
Ah~ meiri menerimaku serasa dunia milikku sekarang
Akupun kembali kekelas ber sama dengan meiri
Aku menggan deng tangannya dan aku dapat melihat ekspresi terkejut di wajahnya
“tidak apakan”tanyaku
“hmm, gwechanayo”
Kamipun memasuki kelas
“eoh ada hyukie, chagii nanti kita pulang bersma ya”ucapnku
“nde”
“aku menemui hyukie dulu ya, dah chagii”ucapku dan menemui hyukie
“kenapa hyuki apa dia melamun”batinku dan mendekatinya
“yak~ kau lagi melamun apa hah”ucapku mengagetkannya
“ah aku bukannya melamun aku Cuma memperhatikan seor…” “oopss” ucapnya terhenti
“hayoo ketahuan siapa yang kau perhatikan”
“ah bukan siapa-siapa”elaknya
“ya~ hyukie apa aku menyukai salah satu yeoja yang ada di sana”ucapku menunjuk kearah dimana ada beberapa yeoja
“ani”
“cih~ kau tak usah bohong padaku hyukie, pasti ada salah satu dari mereka, ayolah beri tahu aku kali aja aku bias membantumu”
“jeongmal”
“ya~ berarti benar tebakanku kau menyukai seorang yeoja, ah aku kira kau tidak menyukai yeoja hyuki”ucapku menepuk pundakny
“mwo, ya~”
PLTAKK~~
Pukulan yang lumayan keras mendarat di kepala ku aku dipukul hyuki dengan sebuah buku
“ya~ apho,”ringisku
“makanya jangna seenaknya menyebutku seperti itu”
“ya sudah siapa yeoja yang kau suka itu beri tahu aku”
“mwo, haruskah?”
“babo~~”ucapku memukul kecil kepalanya menggunakan sebuah buku yang ada di meja
“ya harus supaya aku tahu siapa dia, dan apa dia cocok dengan mu begitu”
“oh”
“Cuma ‘oh’, ya tuhan sadarkan sahabatku ini”ucapku menengadahkan tanganku keatas
“hahhaha kau gilakah, bersikap seperti itu”tanyanya
“ya aku gila gara2 berteman denganmu”
“lah kok aku”
“sudahlah, siapa yeoja itu?”
“ya dia malah bengong, nuguya?”
“dia….dia…”
“nugu”
“aishh, berat rasanya menyatakan kebenaran ini hae”
“oh god, Cuma menyebutkan satu nama itu saja sulit amat, amat aja gak sulit2 banget deh”
“bukan begitu juga kali hae, apaan amat di bawa2 dalam sekenario ini”
“makanya siapa yeoja yang membuat hyuki seperti orang bodoh kaya gini”
“asal kau janji jangan member tahukan padanya ya”
“hmm, aku berjannji tuan monkey”
“issh,”
Hyuk menarik nafasnya perlahan dan menghembuskannya
“dia.. dia chae ri hae”
“mwo..c..chaeri”ucapku dan menatap ke arah chae ri yang asik berbicara dengan maeiri
“kenapa?”
“bukan apa2 kok, hehe sepertinya kau dan chae ri itu cocok hyuki”
“jeongmal”
“nde, kalian serasiii”
“oh~ gomawo”
“terus kapan?”
“kapan apanya?”
“ckckck, Cuma kalimat pertanyaan ku ini kau tidak mengerti hyuki”
“geure, aku benar tak mengerti maksudmu”
“oh god, ternyata kau. Otakmu sudah terkontaminasi dengan virusss lovers chae ri ya, sampai pertanyaan yang sederhana itu tidak mengerti”
“ya~ kau kira apa chae ri terkontaminasi”dengusnya kesal
“hah~ kapankau menyatakan perasaanmu pada chae ri”
“oh itu, mollayo hae”
“mwo, molla. Ya kau harus gerak cepat tahu kalau tidak chae ri di sambar monyet lain loh”
“ya kau kira chae ri itu pisang hah”
“yah~ bagemana ya”
“aishh”
Plakk, sebuah pukulan buku mendarat lagi kekepalaku
“aighooo, apho”
“makanya jangan seenaknya”
“ah sudahlah”ucapnya dan duduk ke bangkunya dari pada berlama-lama dekat dengan hyuki bias-bisa aku gegar otak
Aku menatap meiri yang asik berbicara dengan chae ri
Akupun mengalihkan padndanganku ke awing-awang langit kelas
Akku tersenyum sesekali saat mengingat kejadian tadi ah seperti mimpi
Aku mengarahkan wajaahku ke meiri lagi dan ternyata dia menatapku, laangsung saja aku memberikan senyuman mautku
“haha, ketahuan kau menatapku diam2”batinku
Dan dia mengarahkan pandanganya kelain
continiusssssssssssss :]
Aku menatapnya yang asik membaca majalah itu
“dasar yeoja, malah membaca majalah”gumamku yang masih asik menatap memperhatikanya
Tiba-tiba…
“yak~ kau lagi melamun apa hah”ucap hae mengagetkanku
“ah aku bukannya melamun aku Cuma memperhatikan seor…” “oopss” ucapku terhenti
“hayoo ketahuan siapa yang kau perhatikan”
“aigooo kenapa aku keceplosan sih”batinku
“ah bukan siapa-siapa”
“ya~ hyukie apa aku menyukai salah satu yeoja yang ada di sana”ucap hae menunjuk kearah dimana ada beberapa yeoja yah termasuk chae ri
“ani”
“cih~ kau tak usah bohong padaku hyukie, pasti ada salah satu dari mereka, ayolah beri tahu aku kali aja aku bias membantumu”
“jeongmal”
“ya~ berarti benar tebakanku kau menyukai seorang yeoja, ah aku kira kau tidak menyukai yeoja hyuki”ucapnya menepuk pundakku
“mwo, ya~”
PLTAKK~~
Pukulan yang lumayan keras mendarat di kepala hae
“ya~ apho,”
“makanya jangna seenaknya menyebutku seperti itu”
“ya sudah siapa yeoja yang kau suka itu beri tahu aku”
“mwo, haruskah?”
“babo~~”ucapnya memukul kecil kepalaku menggunakan sebuah buku yang ada di meja
“ya harus supaya aku tahu siapa dia, dan apa dia cocok dengan mu begitu”
“oh”
“Cuma ‘oh’, ya tuhan sadarkan sahabatku ini”ucapnya menengadahkan tangannya keatas
“hahhaha kau gilakah, bersikap seperti itu”tanyaku
“ya aku gila gara2 berteman denganmu”
“lah kok aku”
“sudahlah, siapa yeoja itu?”
“haruskah aku member tahu hae kalau aku menyukai chae ri”batinku
“ya dia malah bengong, nuguya?”
“dia….dia…”
“nugu”
“aishh, berat rasanya menyatakan kebenaran ini hae”
“oh god, Cuma menyebutkan satu nama itu saja sulit amat, amat aja gak sulit2 banget deh”
“bukan begitu juga kali hae, apaan amat di bawa2 dalam sekenario ini”
“makanya siapa yeoja yang membuat hyuki seperti orang bodoh kaya gini”
“asal kau janji jangan member tahukan padanya ya”
“hmm, aku berjannji tuan monkey”
“issh,”
Aku menarik nafasku perlahan dan menghembuskannya
“dia.. dia chae ri hae”
“mwo..c..chaeri”ucapnya dan menatap ke arah chae ri yang asik berbicara dengan maeiri
“kenapa?”
“bukan apa2 kok, hehe sepertinya kau dan chae ri itu cocok hyuki”
“jeongmal”
“nde, kalian serasiii”
“oh~ gomawo”
“terus kapan?”
“kapan apanya?”
“ckckck, Cuma kalimat pertanyaan ku ini kau tidak mengerti hyuki”
“geure, aku benar tak mengerti maksudmu”
“oh god, ternyata kau. Otakmu sudah terkontaminasi dengan virusss lovers chae ri ya, sampai pertanyaan yang sederhana itu tidak mengerti”
“ya~ kau kira apa chae ri terkontaminasi”dengusku kesal
“hah~ kapankau menyatakan perasaanmu pada chae ri”
“oh itu, mollayo hae”
“mwo, molla. Ya kau harus gerak cepat tahu kalau tidak chae ri di sambar monyet lain loh”
“ya kau kira chae ri itu pisang hah”
“yah~ bagemana ya”
“aishh”
Plakk, sebuah pukulan buku mendarat lagi kekepala hae
“aighooo, apho”
“makanya jangan seenaknya”
“ah sudahlah”ucapnya dan duduk ke bangkunya
*******
Donghae pov’s
Ah~ meiri menerimaku serasa dunia milikku sekarang
Akupun kembali kekelas ber sama dengan meiri
Aku menggan deng tangannya dan aku dapat melihat ekspresi terkejut di wajahnya
“tidak apakan”tanyaku
“hmm, gwechanayo”
Kamipun memasuki kelas
“eoh ada hyukie, chagii nanti kita pulang bersma ya”ucapnku
“nde”
“aku menemui hyukie dulu ya, dah chagii”ucapku dan menemui hyukie
“kenapa hyuki apa dia melamun”batinku dan mendekatinya
“yak~ kau lagi melamun apa hah”ucapku mengagetkannya
“ah aku bukannya melamun aku Cuma memperhatikan seor…” “oopss” ucapnya terhenti
“hayoo ketahuan siapa yang kau perhatikan”
“ah bukan siapa-siapa”elaknya
“ya~ hyukie apa aku menyukai salah satu yeoja yang ada di sana”ucapku menunjuk kearah dimana ada beberapa yeoja
“ani”
“cih~ kau tak usah bohong padaku hyukie, pasti ada salah satu dari mereka, ayolah beri tahu aku kali aja aku bias membantumu”
“jeongmal”
“ya~ berarti benar tebakanku kau menyukai seorang yeoja, ah aku kira kau tidak menyukai yeoja hyuki”ucapku menepuk pundakny
“mwo, ya~”
PLTAKK~~
Pukulan yang lumayan keras mendarat di kepala ku aku dipukul hyuki dengan sebuah buku
“ya~ apho,”ringisku
“makanya jangna seenaknya menyebutku seperti itu”
“ya sudah siapa yeoja yang kau suka itu beri tahu aku”
“mwo, haruskah?”
“babo~~”ucapku memukul kecil kepalanya menggunakan sebuah buku yang ada di meja
“ya harus supaya aku tahu siapa dia, dan apa dia cocok dengan mu begitu”
“oh”
“Cuma ‘oh’, ya tuhan sadarkan sahabatku ini”ucapku menengadahkan tanganku keatas
“hahhaha kau gilakah, bersikap seperti itu”tanyanya
“ya aku gila gara2 berteman denganmu”
“lah kok aku”
“sudahlah, siapa yeoja itu?”
“ya dia malah bengong, nuguya?”
“dia….dia…”
“nugu”
“aishh, berat rasanya menyatakan kebenaran ini hae”
“oh god, Cuma menyebutkan satu nama itu saja sulit amat, amat aja gak sulit2 banget deh”
“bukan begitu juga kali hae, apaan amat di bawa2 dalam sekenario ini”
“makanya siapa yeoja yang membuat hyuki seperti orang bodoh kaya gini”
“asal kau janji jangan member tahukan padanya ya”
“hmm, aku berjannji tuan monkey”
“issh,”
Hyuk menarik nafasnya perlahan dan menghembuskannya
“dia.. dia chae ri hae”
“mwo..c..chaeri”ucapku dan menatap ke arah chae ri yang asik berbicara dengan maeiri
“kenapa?”
“bukan apa2 kok, hehe sepertinya kau dan chae ri itu cocok hyuki”
“jeongmal”
“nde, kalian serasiii”
“oh~ gomawo”
“terus kapan?”
“kapan apanya?”
“ckckck, Cuma kalimat pertanyaan ku ini kau tidak mengerti hyuki”
“geure, aku benar tak mengerti maksudmu”
“oh god, ternyata kau. Otakmu sudah terkontaminasi dengan virusss lovers chae ri ya, sampai pertanyaan yang sederhana itu tidak mengerti”
“ya~ kau kira apa chae ri terkontaminasi”dengusnya kesal
“hah~ kapankau menyatakan perasaanmu pada chae ri”
“oh itu, mollayo hae”
“mwo, molla. Ya kau harus gerak cepat tahu kalau tidak chae ri di sambar monyet lain loh”
“ya kau kira chae ri itu pisang hah”
“yah~ bagemana ya”
“aishh”
Plakk, sebuah pukulan buku mendarat lagi kekepalaku
“aighooo, apho”
“makanya jangan seenaknya”
“ah sudahlah”ucapnya dan duduk ke bangkunya dari pada berlama-lama dekat dengan hyuki bias-bisa aku gegar otak
Aku menatap meiri yang asik berbicara dengan chae ri
Akupun mengalihkan padndanganku ke awing-awang langit kelas
Akku tersenyum sesekali saat mengingat kejadian tadi ah seperti mimpi
Aku mengarahkan wajaahku ke meiri lagi dan ternyata dia menatapku, laangsung saja aku memberikan senyuman mautku
“haha, ketahuan kau menatapku diam2”batinku
Dan dia mengarahkan pandanganya kelain
continiusssssssssssss :]
Langganan:
Postingan (Atom)