Akupun kembali kekursiku, hahah aaku dapat melihatnyayang melihatku, mungkin dia mengira aku pergi keluar dari kelas ini
Aku menatapnya yang asik membaca majalah itu
“dasar yeoja, malah membaca majalah”gumamku yang masih asik menatap memperhatikanya
Tiba-tiba…
“yak~ kau lagi melamun apa hah”ucap hae mengagetkanku
“ah aku bukannya melamun aku Cuma memperhatikan seor…” “oopss” ucapku terhenti
“hayoo ketahuan siapa yang kau perhatikan”
“aigooo kenapa aku keceplosan sih”batinku
“ah bukan siapa-siapa”
“ya~ hyukie apa aku menyukai salah satu yeoja yang ada di sana”ucap hae menunjuk kearah dimana ada beberapa yeoja yah termasuk chae ri
“ani”
“cih~ kau tak usah bohong padaku hyukie, pasti ada salah satu dari mereka, ayolah beri tahu aku kali aja aku bias membantumu”
“jeongmal”
“ya~ berarti benar tebakanku kau menyukai seorang yeoja, ah aku kira kau tidak menyukai yeoja hyuki”ucapnya menepuk pundakku
“mwo, ya~”
PLTAKK~~
Pukulan yang lumayan keras mendarat di kepala hae
“ya~ apho,”
“makanya jangna seenaknya menyebutku seperti itu”
“ya sudah siapa yeoja yang kau suka itu beri tahu aku”
“mwo, haruskah?”
“babo~~”ucapnya memukul kecil kepalaku menggunakan sebuah buku yang ada di meja
“ya harus supaya aku tahu siapa dia, dan apa dia cocok dengan mu begitu”
“oh”
“Cuma ‘oh’, ya tuhan sadarkan sahabatku ini”ucapnya menengadahkan tangannya keatas
“hahhaha kau gilakah, bersikap seperti itu”tanyaku
“ya aku gila gara2 berteman denganmu”
“lah kok aku”
“sudahlah, siapa yeoja itu?”
“haruskah aku member tahu hae kalau aku menyukai chae ri”batinku
“ya dia malah bengong, nuguya?”
“dia….dia…”
“nugu”
“aishh, berat rasanya menyatakan kebenaran ini hae”
“oh god, Cuma menyebutkan satu nama itu saja sulit amat, amat aja gak sulit2 banget deh”
“bukan begitu juga kali hae, apaan amat di bawa2 dalam sekenario ini”
“makanya siapa yeoja yang membuat hyuki seperti orang bodoh kaya gini”
“asal kau janji jangan member tahukan padanya ya”
“hmm, aku berjannji tuan monkey”
“issh,”
Aku menarik nafasku perlahan dan menghembuskannya
“dia.. dia chae ri hae”
“mwo..c..chaeri”ucapnya dan menatap ke arah chae ri yang asik berbicara dengan maeiri
“kenapa?”
“bukan apa2 kok, hehe sepertinya kau dan chae ri itu cocok hyuki”
“jeongmal”
“nde, kalian serasiii”
“oh~ gomawo”
“terus kapan?”
“kapan apanya?”
“ckckck, Cuma kalimat pertanyaan ku ini kau tidak mengerti hyuki”
“geure, aku benar tak mengerti maksudmu”
“oh god, ternyata kau. Otakmu sudah terkontaminasi dengan virusss lovers chae ri ya, sampai pertanyaan yang sederhana itu tidak mengerti”
“ya~ kau kira apa chae ri terkontaminasi”dengusku kesal
“hah~ kapankau menyatakan perasaanmu pada chae ri”
“oh itu, mollayo hae”
“mwo, molla. Ya kau harus gerak cepat tahu kalau tidak chae ri di sambar monyet lain loh”
“ya kau kira chae ri itu pisang hah”
“yah~ bagemana ya”
“aishh”
Plakk, sebuah pukulan buku mendarat lagi kekepala hae
“aighooo, apho”
“makanya jangan seenaknya”
“ah sudahlah”ucapnya dan duduk ke bangkunya
*******
Donghae pov’s
Ah~ meiri menerimaku serasa dunia milikku sekarang
Akupun kembali kekelas ber sama dengan meiri
Aku menggan deng tangannya dan aku dapat melihat ekspresi terkejut di wajahnya
“tidak apakan”tanyaku
“hmm, gwechanayo”
Kamipun memasuki kelas
“eoh ada hyukie, chagii nanti kita pulang bersma ya”ucapnku
“nde”
“aku menemui hyukie dulu ya, dah chagii”ucapku dan menemui hyukie
“kenapa hyuki apa dia melamun”batinku dan mendekatinya
“yak~ kau lagi melamun apa hah”ucapku mengagetkannya
“ah aku bukannya melamun aku Cuma memperhatikan seor…” “oopss” ucapnya terhenti
“hayoo ketahuan siapa yang kau perhatikan”
“ah bukan siapa-siapa”elaknya
“ya~ hyukie apa aku menyukai salah satu yeoja yang ada di sana”ucapku menunjuk kearah dimana ada beberapa yeoja
“ani”
“cih~ kau tak usah bohong padaku hyukie, pasti ada salah satu dari mereka, ayolah beri tahu aku kali aja aku bias membantumu”
“jeongmal”
“ya~ berarti benar tebakanku kau menyukai seorang yeoja, ah aku kira kau tidak menyukai yeoja hyuki”ucapku menepuk pundakny
“mwo, ya~”
PLTAKK~~
Pukulan yang lumayan keras mendarat di kepala ku aku dipukul hyuki dengan sebuah buku
“ya~ apho,”ringisku
“makanya jangna seenaknya menyebutku seperti itu”
“ya sudah siapa yeoja yang kau suka itu beri tahu aku”
“mwo, haruskah?”
“babo~~”ucapku memukul kecil kepalanya menggunakan sebuah buku yang ada di meja
“ya harus supaya aku tahu siapa dia, dan apa dia cocok dengan mu begitu”
“oh”
“Cuma ‘oh’, ya tuhan sadarkan sahabatku ini”ucapku menengadahkan tanganku keatas
“hahhaha kau gilakah, bersikap seperti itu”tanyanya
“ya aku gila gara2 berteman denganmu”
“lah kok aku”
“sudahlah, siapa yeoja itu?”
“ya dia malah bengong, nuguya?”
“dia….dia…”
“nugu”
“aishh, berat rasanya menyatakan kebenaran ini hae”
“oh god, Cuma menyebutkan satu nama itu saja sulit amat, amat aja gak sulit2 banget deh”
“bukan begitu juga kali hae, apaan amat di bawa2 dalam sekenario ini”
“makanya siapa yeoja yang membuat hyuki seperti orang bodoh kaya gini”
“asal kau janji jangan member tahukan padanya ya”
“hmm, aku berjannji tuan monkey”
“issh,”
Hyuk menarik nafasnya perlahan dan menghembuskannya
“dia.. dia chae ri hae”
“mwo..c..chaeri”ucapku dan menatap ke arah chae ri yang asik berbicara dengan maeiri
“kenapa?”
“bukan apa2 kok, hehe sepertinya kau dan chae ri itu cocok hyuki”
“jeongmal”
“nde, kalian serasiii”
“oh~ gomawo”
“terus kapan?”
“kapan apanya?”
“ckckck, Cuma kalimat pertanyaan ku ini kau tidak mengerti hyuki”
“geure, aku benar tak mengerti maksudmu”
“oh god, ternyata kau. Otakmu sudah terkontaminasi dengan virusss lovers chae ri ya, sampai pertanyaan yang sederhana itu tidak mengerti”
“ya~ kau kira apa chae ri terkontaminasi”dengusnya kesal
“hah~ kapankau menyatakan perasaanmu pada chae ri”
“oh itu, mollayo hae”
“mwo, molla. Ya kau harus gerak cepat tahu kalau tidak chae ri di sambar monyet lain loh”
“ya kau kira chae ri itu pisang hah”
“yah~ bagemana ya”
“aishh”
Plakk, sebuah pukulan buku mendarat lagi kekepalaku
“aighooo, apho”
“makanya jangan seenaknya”
“ah sudahlah”ucapnya dan duduk ke bangkunya dari pada berlama-lama dekat dengan hyuki bias-bisa aku gegar otak
Aku menatap meiri yang asik berbicara dengan chae ri
Akupun mengalihkan padndanganku ke awing-awang langit kelas
Akku tersenyum sesekali saat mengingat kejadian tadi ah seperti mimpi
Aku mengarahkan wajaahku ke meiri lagi dan ternyata dia menatapku, laangsung saja aku memberikan senyuman mautku
“haha, ketahuan kau menatapku diam2”batinku
Dan dia mengarahkan pandanganya kelain
continiusssssssssssss :]
Aku menatapnya yang asik membaca majalah itu
“dasar yeoja, malah membaca majalah”gumamku yang masih asik menatap memperhatikanya
Tiba-tiba…
“yak~ kau lagi melamun apa hah”ucap hae mengagetkanku
“ah aku bukannya melamun aku Cuma memperhatikan seor…” “oopss” ucapku terhenti
“hayoo ketahuan siapa yang kau perhatikan”
“aigooo kenapa aku keceplosan sih”batinku
“ah bukan siapa-siapa”
“ya~ hyukie apa aku menyukai salah satu yeoja yang ada di sana”ucap hae menunjuk kearah dimana ada beberapa yeoja yah termasuk chae ri
“ani”
“cih~ kau tak usah bohong padaku hyukie, pasti ada salah satu dari mereka, ayolah beri tahu aku kali aja aku bias membantumu”
“jeongmal”
“ya~ berarti benar tebakanku kau menyukai seorang yeoja, ah aku kira kau tidak menyukai yeoja hyuki”ucapnya menepuk pundakku
“mwo, ya~”
PLTAKK~~
Pukulan yang lumayan keras mendarat di kepala hae
“ya~ apho,”
“makanya jangna seenaknya menyebutku seperti itu”
“ya sudah siapa yeoja yang kau suka itu beri tahu aku”
“mwo, haruskah?”
“babo~~”ucapnya memukul kecil kepalaku menggunakan sebuah buku yang ada di meja
“ya harus supaya aku tahu siapa dia, dan apa dia cocok dengan mu begitu”
“oh”
“Cuma ‘oh’, ya tuhan sadarkan sahabatku ini”ucapnya menengadahkan tangannya keatas
“hahhaha kau gilakah, bersikap seperti itu”tanyaku
“ya aku gila gara2 berteman denganmu”
“lah kok aku”
“sudahlah, siapa yeoja itu?”
“haruskah aku member tahu hae kalau aku menyukai chae ri”batinku
“ya dia malah bengong, nuguya?”
“dia….dia…”
“nugu”
“aishh, berat rasanya menyatakan kebenaran ini hae”
“oh god, Cuma menyebutkan satu nama itu saja sulit amat, amat aja gak sulit2 banget deh”
“bukan begitu juga kali hae, apaan amat di bawa2 dalam sekenario ini”
“makanya siapa yeoja yang membuat hyuki seperti orang bodoh kaya gini”
“asal kau janji jangan member tahukan padanya ya”
“hmm, aku berjannji tuan monkey”
“issh,”
Aku menarik nafasku perlahan dan menghembuskannya
“dia.. dia chae ri hae”
“mwo..c..chaeri”ucapnya dan menatap ke arah chae ri yang asik berbicara dengan maeiri
“kenapa?”
“bukan apa2 kok, hehe sepertinya kau dan chae ri itu cocok hyuki”
“jeongmal”
“nde, kalian serasiii”
“oh~ gomawo”
“terus kapan?”
“kapan apanya?”
“ckckck, Cuma kalimat pertanyaan ku ini kau tidak mengerti hyuki”
“geure, aku benar tak mengerti maksudmu”
“oh god, ternyata kau. Otakmu sudah terkontaminasi dengan virusss lovers chae ri ya, sampai pertanyaan yang sederhana itu tidak mengerti”
“ya~ kau kira apa chae ri terkontaminasi”dengusku kesal
“hah~ kapankau menyatakan perasaanmu pada chae ri”
“oh itu, mollayo hae”
“mwo, molla. Ya kau harus gerak cepat tahu kalau tidak chae ri di sambar monyet lain loh”
“ya kau kira chae ri itu pisang hah”
“yah~ bagemana ya”
“aishh”
Plakk, sebuah pukulan buku mendarat lagi kekepala hae
“aighooo, apho”
“makanya jangan seenaknya”
“ah sudahlah”ucapnya dan duduk ke bangkunya
*******
Donghae pov’s
Ah~ meiri menerimaku serasa dunia milikku sekarang
Akupun kembali kekelas ber sama dengan meiri
Aku menggan deng tangannya dan aku dapat melihat ekspresi terkejut di wajahnya
“tidak apakan”tanyaku
“hmm, gwechanayo”
Kamipun memasuki kelas
“eoh ada hyukie, chagii nanti kita pulang bersma ya”ucapnku
“nde”
“aku menemui hyukie dulu ya, dah chagii”ucapku dan menemui hyukie
“kenapa hyuki apa dia melamun”batinku dan mendekatinya
“yak~ kau lagi melamun apa hah”ucapku mengagetkannya
“ah aku bukannya melamun aku Cuma memperhatikan seor…” “oopss” ucapnya terhenti
“hayoo ketahuan siapa yang kau perhatikan”
“ah bukan siapa-siapa”elaknya
“ya~ hyukie apa aku menyukai salah satu yeoja yang ada di sana”ucapku menunjuk kearah dimana ada beberapa yeoja
“ani”
“cih~ kau tak usah bohong padaku hyukie, pasti ada salah satu dari mereka, ayolah beri tahu aku kali aja aku bias membantumu”
“jeongmal”
“ya~ berarti benar tebakanku kau menyukai seorang yeoja, ah aku kira kau tidak menyukai yeoja hyuki”ucapku menepuk pundakny
“mwo, ya~”
PLTAKK~~
Pukulan yang lumayan keras mendarat di kepala ku aku dipukul hyuki dengan sebuah buku
“ya~ apho,”ringisku
“makanya jangna seenaknya menyebutku seperti itu”
“ya sudah siapa yeoja yang kau suka itu beri tahu aku”
“mwo, haruskah?”
“babo~~”ucapku memukul kecil kepalanya menggunakan sebuah buku yang ada di meja
“ya harus supaya aku tahu siapa dia, dan apa dia cocok dengan mu begitu”
“oh”
“Cuma ‘oh’, ya tuhan sadarkan sahabatku ini”ucapku menengadahkan tanganku keatas
“hahhaha kau gilakah, bersikap seperti itu”tanyanya
“ya aku gila gara2 berteman denganmu”
“lah kok aku”
“sudahlah, siapa yeoja itu?”
“ya dia malah bengong, nuguya?”
“dia….dia…”
“nugu”
“aishh, berat rasanya menyatakan kebenaran ini hae”
“oh god, Cuma menyebutkan satu nama itu saja sulit amat, amat aja gak sulit2 banget deh”
“bukan begitu juga kali hae, apaan amat di bawa2 dalam sekenario ini”
“makanya siapa yeoja yang membuat hyuki seperti orang bodoh kaya gini”
“asal kau janji jangan member tahukan padanya ya”
“hmm, aku berjannji tuan monkey”
“issh,”
Hyuk menarik nafasnya perlahan dan menghembuskannya
“dia.. dia chae ri hae”
“mwo..c..chaeri”ucapku dan menatap ke arah chae ri yang asik berbicara dengan maeiri
“kenapa?”
“bukan apa2 kok, hehe sepertinya kau dan chae ri itu cocok hyuki”
“jeongmal”
“nde, kalian serasiii”
“oh~ gomawo”
“terus kapan?”
“kapan apanya?”
“ckckck, Cuma kalimat pertanyaan ku ini kau tidak mengerti hyuki”
“geure, aku benar tak mengerti maksudmu”
“oh god, ternyata kau. Otakmu sudah terkontaminasi dengan virusss lovers chae ri ya, sampai pertanyaan yang sederhana itu tidak mengerti”
“ya~ kau kira apa chae ri terkontaminasi”dengusnya kesal
“hah~ kapankau menyatakan perasaanmu pada chae ri”
“oh itu, mollayo hae”
“mwo, molla. Ya kau harus gerak cepat tahu kalau tidak chae ri di sambar monyet lain loh”
“ya kau kira chae ri itu pisang hah”
“yah~ bagemana ya”
“aishh”
Plakk, sebuah pukulan buku mendarat lagi kekepalaku
“aighooo, apho”
“makanya jangan seenaknya”
“ah sudahlah”ucapnya dan duduk ke bangkunya dari pada berlama-lama dekat dengan hyuki bias-bisa aku gegar otak
Aku menatap meiri yang asik berbicara dengan chae ri
Akupun mengalihkan padndanganku ke awing-awang langit kelas
Akku tersenyum sesekali saat mengingat kejadian tadi ah seperti mimpi
Aku mengarahkan wajaahku ke meiri lagi dan ternyata dia menatapku, laangsung saja aku memberikan senyuman mautku
“haha, ketahuan kau menatapku diam2”batinku
Dan dia mengarahkan pandanganya kelain
continiusssssssssssss :]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar