Author is me
Tittel : why why love (?)
Cast : chae ri, eunhyuk, meiri, donghae, and other cast
Chae ri pov’s
Aku memasuki kelasku dan aku melihatnya disana di tempat dududknya.
Ah dia sungguh tampan dan semakin tampan, akupun menuju bangkuku melaluinya.
“annyeong hae~ya, annyeong meiri~ah”sapaku pada mereka, yang stu teman sebangkuku meiri dan yang satu donghae oppa yang aku sayangi ah tidak mungkin juga aku cintai xp
“annyeong”balas mereka apalagi haeppa dia membalas sambil tersenyum eommo aku benar2 akan meleleh ini, ah tidak nanti aku tidak dapat melihatnya lagi.
Tak lama kemudia guru kami pun masuk ruangan
“pagi para muridku sayang”sapa guru kami dan menempati tempatnya
“ah~ tidak seperti biasanya tumben, dia ramah sekali”gerutu haeppa
“husss, nanti di dengar bu chully, bias berabe”ucapku
“hu’um, kamu ini jangan sembarangan ngomong, kaya gak tau bu chully gimana aja”sambung meiri
“tapi, beberkan apa halkah yang membuat bu chully seneng gituh”
“ah, au, eh tapi mungkin juga dia akan ada kencan nanti”
“ih, benar juga apa yang kau bilang chae ri”
“ya!!! Sudah kalian berdua ini tadi, melarangku tapi kalian sendiri ngegosip”
“heheheeh”
Pelajaranpun di mulai. Tak lama selang (?) waktu telah berganti-ganti dan akhirnya istirahat pun tiba.
“ya!! Kalian kekantinkah”ucap meiri yang bersiap keluar
“tidak aku nanti saja masih kenyang”ucapku
“kalau kau hae”
“ah~ aku. Tidak aku juga masih kenyang”
“oh, kalu begitu aku pergi dulu, dahhh”
Kini hanya ada aku dan haeppa ada di kelas, yah aku tak tau sejak kapan kelas ini jadi sunyi begini.
Ah kenapa kelas ini menjadi begitu panas, dan jantung ini8 juga memompanya terlalu cepat.
“umhh, ri~ya”ucap hae dan duduk di bangku sebelahku
“wae?”
”dapatkah kau membantuku”
“hmm, membantu apa, tapi soal yadongg ogahh”
“ah, bukan soal itu”uccapnya dengan wajah kaget
“okey, kau mau aku membantu apa?”
“chae ri bantu aku menyatakan perasaaanku pada meiri, aku sudah lama menyukainya aku tak tahan menahan perasaan ini terus menerus, kau mau ya membantuku”
CHARRRR>>>>>>
Hatiku terasa di sambar petir beberapa volt dan seluruh tubuhku kaku sat mendengar kata2 itu keluar dari mulutnya. Dada sesak tak dapat bernafas, jantungpun seakan berhenti dan tak mampu untuk memompa lagi. Air mataku kutahan agar tak jatuh membasahi pipi, biarlah sakit ini kutanah dulu.
“ya!! Chae ri mau tidak membantuku”ucapnya dengan wajah begitu gembira
“apa, apa yang harus ku perbuat”batinku
“ya chae ri”
“ah~ nde aku akan membantumu”kata itu keluar dari mulutku begitu saja yang sebenarnya bertolak belakang denga keinginana hatiku.
“jeongmal”
“hmm”
“gomawo chae ri~ya, kau memang teman terbaikku”ucapnya dan memeluku
“mwo!! Dia hanya mengangapku hanya teman kah selama ini”batinku dan dadaku semakin sesak
“ya!! Cheomna hae, tapi lepas aku aku sulit bernafas”ucapku
“huah mianhae chae ri”ucapnya melepas pelukannya yang sungguh erat tadi.
“hu’um”ucapku dengan memonyongkan bibirku.
“aigoooo!! Kau lucu sekali ri~ya”ucapnya dan mencubit pipiku
“eommo, apphoyu hae~ya”ucapku dan mengelus pipiku
“hehehe, mianhae. Kalau begitu aku keluar dulu, besok kau membantuku ya aku ingin mengungkapkannya”
“mwo!! Besokk”kagetku
“nde, wae”
“annio”
“aku sudah tidak sabar ri~ya”ucapnya semangat
“aku keluar dulu dadah ri~ya yang cantik”sambungnya dan berlalu
Apa besok secepat itukah. Ya tuhan apa aku dapat menghadapi semua ini apa aku kuat. Hatiku terlalu sakit untuk semua ini,tanpa terasa air mata yang kutahan tadi kini jatuh tertumpah (?) membasahi pipiku dengan derasnya.
Donghae pov’s
Ah~ senagnya. Ya kim chae ri kau memang teman terbaikku sedunia, memangkau yang dapat dia andalkan. Aku menelusuri (?) koridor sekolah, tapi apa!! Tunggu dulu aku melihat meiri, kenapa dia kenapa kakinya?. Dan kuniatkan untuk menemuinya.
“meiri~ya kenapa kakimu”
“oh annio, gwechanayo, kakiku Cuma keseleo”
“mwo!!! Keseleo. Cuma katamu. Aigoo~ meiri~ya kau ini, sini biar kuantar ke UKS”
“annio, gwechanayo”
“aisssh kau ini, sudah kau diam saja”ucapku dan menggendongnya di punggungku
“ya!! Kau bias jalan sendiri, turunkan aku”
“anni, sudah kau diam saja jangan bergerak”
Dia tak menjawabku. Aku bergegas membawanya ke UKS, aku sungguh khwatir. Aku tahu kekhwatiran ku ini berlebihan, tapi mau bagaimana lagi aku tak mau dia merasakan kesakitan yang lebih lama.
********
“untung saja kau cepat membawanya kesini hae, kalau tidak kakinya bias bengkak dan sulit berjalan selam seminggu atau lebih”ucap perawat yang menyelesaikan perbanannya.
“nde”
“ya!!! Kau dengar kata perawat tadi hah”bisikku
“nde dengar, eumh..gomawo sudah membantuku”ucapnya lembut dan tersenyum
Ya senyum itu. Senyum yang dapat membuatku terpesona. Sungguh indah
“tapi, apa saya boleh kekelas sekarang”Tanya meiri pada perawat itu
”nde, boleh. Tapi kamu harus berhati-hati jalannya”
“nde, ucapnya dan memasang sepatu
Aku dan meiripunkeluar UKS
“gomawo”ucap meiri di depan pintu UKS sambil bow
Kamipun melanjutkan langkah
“apa kakimu masih sakit”
“hu’um sedikit”
“apa perlu aku memapahmu”
“anni, gwechanayo”
“ya!! Sebenarnya kenapa kakimiu sampai keseleo begitu”
Dia hanya tersenyum sambil terkekek. Aneh
“lah malah ketawa”
“hahahah…. Aku malu mengatakannya hae”ucapnya dan wajahnya berubah merah
“ya!! Meiri katakana saja”paksaku
“okey, asalkau jangan tertawa ya”
“hmm, tergantung”
“aissh, tidak jadi saja aku mengatakanta padamu”
“ya!! Aku tidak akan tertawa”
“tadi setelah dari kantin aku mendengarkan orang2 membicarakan soal cara jalanya para model itu, merekapaun mempraktekan caranya”
“trus apa hubunganya dengan kakimu yang keseleo”
‘ya!! Kau diam saja aku belum selesai bicara”
“geure..geure”
“sampai mana aku tadi, lupa jadinya”
“sampai mereka menpraktekan cara berjalan model”
“ah iya itu, kemudiankan aku juga mau mempraktekannya, tapi tidak di hadapan mereka. Akupun mencobanya berjalan dengan kaki menyilang tapi ternyata eh ternyata aku kehilangan ke seimbangan alhasillllll aku terjatuh dan begini jadinya”jelasnya panjang lebar
“huahahahahahaahahahahahahahahahah”tawaku tak mampu kutahan
“ya!!! Babo, akukan sudah bilang jangan tertawa, tapi kau malah tertawa sekeras iti membuatku malu saja”
“hahah mianhae aku tak mampu menahan tawaku’
“aisssh, sudahlah ayo cepat kekelas nanti keburu gurunya duluan”ucapnya dan mempercepat langkahnya
“ya!! Tunggu aku”teriaakku
Author is me
Tittel : why why love (?)
Cast : chae ri, eunhyuk, meiri, donghae, and other cast
Chae ri pov’s
Aku memasuki kelasku dan aku melihatnya disana di tempat dududknya.
Ah dia sungguh tampan dan semakin tampan, akupun menuju bangkuku melaluinya.
“annyeong hae~ya, annyeong meiri~ah”sapaku pada mereka, yang stu teman sebangkuku meiri dan yang satu donghae oppa yang aku sayangi ah tidak mungkin juga aku cintai xp
“annyeong”balas mereka apalagi haeppa dia membalas sambil tersenyum eommo aku benar2 akan meleleh ini, ah tidak nanti aku tidak dapat melihatnya lagi.
Tak lama kemudia guru kami pun masuk ruangan
“pagi para muridku sayang”sapa guru kami dan menempati tempatnya
“ah~ tidak seperti biasanya tumben, dia ramah sekali”gerutu haeppa
“husss, nanti di dengar bu chully, bias berabe”ucapku
“hu’um, kamu ini jangan sembarangan ngomong, kaya gak tau bu chully gimana aja”sambung meiri
“tapi, beberkan apa halkah yang membuat bu chully seneng gituh”
“ah, au, eh tapi mungkin juga dia akan ada kencan nanti”
“ih, benar juga apa yang kau bilang chae ri”
“ya!!! Sudah kalian berdua ini tadi, melarangku tapi kalian sendiri ngegosip”
“heheheeh”
Pelajaranpun di mulai. Tak lama selang (?) waktu telah berganti-ganti dan akhirnya istirahat pun tiba.
“ya!! Kalian kekantinkah”ucap meiri yang bersiap keluar
“tidak aku nanti saja masih kenyang”ucapku
“kalau kau hae”
“ah~ aku. Tidak aku juga masih kenyang”
“oh, kalu begitu aku pergi dulu, dahhh”
Kini hanya ada aku dan haeppa ada di kelas, yah aku tak tau sejak kapan kelas ini jadi sunyi begini.
Ah kenapa kelas ini menjadi begitu panas, dan jantung ini8 juga memompanya terlalu cepat.
“umhh, ri~ya”ucap hae dan duduk di bangku sebelahku
“wae?”
”dapatkah kau membantuku”
“hmm, membantu apa, tapi soal yadongg ogahh”
“ah, bukan soal itu”uccapnya dengan wajah kaget
“okey, kau mau aku membantu apa?”
“chae ri bantu aku menyatakan perasaaanku pada meiri, aku sudah lama menyukainya aku tak tahan menahan perasaan ini terus menerus, kau mau ya membantuku”
CHARRRR>>>>>>
Hatiku terasa di sambar petir beberapa volt dan seluruh tubuhku kaku sat mendengar kata2 itu keluar dari mulutnya. Dada sesak tak dapat bernafas, jantungpun seakan berhenti dan tak mampu untuk memompa lagi. Air mataku kutahan agar tak jatuh membasahi pipi, biarlah sakit ini kutanah dulu.
“ya!! Chae ri mau tidak membantuku”ucapnya dengan wajah begitu gembira
“apa, apa yang harus ku perbuat”batinku
“ya chae ri”
“ah~ nde aku akan membantumu”kata itu keluar dari mulutku begitu saja yang sebenarnya bertolak belakang denga keinginana hatiku.
“jeongmal”
“hmm”
“gomawo chae ri~ya, kau memang teman terbaikku”ucapnya dan memeluku
“mwo!! Dia hanya mengangapku hanya teman kah selama ini”batinku dan dadaku semakin sesak
“ya!! Cheomna hae, tapi lepas aku aku sulit bernafas”ucapku
“huah mianhae chae ri”ucapnya melepas pelukannya yang sungguh erat tadi.
“hu’um”ucapku dengan memonyongkan bibirku.
“aigoooo!! Kau lucu sekali ri~ya”ucapnya dan mencubit pipiku
“eommo, apphoyu hae~ya”ucapku dan mengelus pipiku
“hehehe, mianhae. Kalau begitu aku keluar dulu, besok kau membantuku ya aku ingin mengungkapkannya”
“mwo!! Besokk”kagetku
“nde, wae”
“annio”
“aku sudah tidak sabar ri~ya”ucapnya semangat
“aku keluar dulu dadah ri~ya yang cantik”sambungnya dan berlalu
Apa besok secepat itukah. Ya tuhan apa aku dapat menghadapi semua ini apa aku kuat. Hatiku terlalu sakit untuk semua ini,tanpa terasa air mata yang kutahan tadi kini jatuh tertumpah (?) membasahi pipiku dengan derasnya.
Donghae pov’s
Ah~ senagnya. Ya kim chae ri kau memang teman terbaikku sedunia, memangkau yang dapat dia andalkan. Aku menelusuri (?) koridor sekolah, tapi apa!! Tunggu dulu aku melihat meiri, kenapa dia kenapa kakinya?. Dan kuniatkan untuk menemuinya.
“meiri~ya kenapa kakimu”
“oh annio, gwechanayo, kakiku Cuma keseleo”
“mwo!!! Keseleo. Cuma katamu. Aigoo~ meiri~ya kau ini, sini biar kuantar ke UKS”
“annio, gwechanayo”
“aisssh kau ini, sudah kau diam saja”ucapku dan menggendongnya di punggungku
“ya!! Kau bias jalan sendiri, turunkan aku”
“anni, sudah kau diam saja jangan bergerak”
Dia tak menjawabku. Aku bergegas membawanya ke UKS, aku sungguh khwatir. Aku tahu kekhwatiran ku ini berlebihan, tapi mau bagaimana lagi aku tak mau dia merasakan kesakitan yang lebih lama.
********
“untung saja kau cepat membawanya kesini hae, kalau tidak kakinya bias bengkak dan sulit berjalan selam seminggu atau lebih”ucap perawat yang menyelesaikan perbanannya.
“nde”
“ya!!! Kau dengar kata perawat tadi hah”bisikku
“nde dengar, eumh..gomawo sudah membantuku”ucapnya lembut dan tersenyum
Ya senyum itu. Senyum yang dapat membuatku terpesona. Sungguh indah
“tapi, apa saya boleh kekelas sekarang”Tanya meiri pada perawat itu
”nde, boleh. Tapi kamu harus berhati-hati jalannya”
“nde, ucapnya dan memasang sepatu
Aku dan meiripunkeluar UKS
“gomawo”ucap meiri di depan pintu UKS sambil bow
Kamipun melanjutkan langkah
“apa kakimu masih sakit”
“hu’um sedikit”
“apa perlu aku memapahmu”
“anni, gwechanayo”
“ya!! Sebenarnya kenapa kakimiu sampai keseleo begitu”
Dia hanya tersenyum sambil terkekek. Aneh
“lah malah ketawa”
“hahahah…. Aku malu mengatakannya hae”ucapnya dan wajahnya berubah merah
“ya!! Meiri katakana saja”paksaku
“okey, asalkau jangan tertawa ya”
“hmm, tergantung”
“aissh, tidak jadi saja aku mengatakanta padamu”
“ya!! Aku tidak akan tertawa”
“tadi setelah dari kantin aku mendengarkan orang2 membicarakan soal cara jalanya para model itu, merekapaun mempraktekan caranya”
“trus apa hubunganya dengan kakimu yang keseleo”
‘ya!! Kau diam saja aku belum selesai bicara”
“geure..geure”
“sampai mana aku tadi, lupa jadinya”
“sampai mereka menpraktekan cara berjalan model”
“ah iya itu, kemudiankan aku juga mau mempraktekannya, tapi tidak di hadapan mereka. Akupun mencobanya berjalan dengan kaki menyilang tapi ternyata eh ternyata aku kehilangan ke seimbangan alhasillllll aku terjatuh dan begini jadinya”jelasnya panjang lebar
“huahahahahahaahahahahahahahahahah”tawaku tak mampu kutahan
“ya!!! Babo, akukan sudah bilang jangan tertawa, tapi kau malah tertawa sekeras iti membuatku malu saja”
“hahah mianhae aku tak mampu menahan tawaku’
“aisssh, sudahlah ayo cepat kekelas nanti keburu gurunya duluan”ucapnya dan mempercepat langkahnya
“ya!! Tunggu aku”teriaakku
TOBECONTINYUUUUUU >,<"
Tittel : why why love (?)
Cast : chae ri, eunhyuk, meiri, donghae, and other cast
Chae ri pov’s
Aku memasuki kelasku dan aku melihatnya disana di tempat dududknya.
Ah dia sungguh tampan dan semakin tampan, akupun menuju bangkuku melaluinya.
“annyeong hae~ya, annyeong meiri~ah”sapaku pada mereka, yang stu teman sebangkuku meiri dan yang satu donghae oppa yang aku sayangi ah tidak mungkin juga aku cintai xp
“annyeong”balas mereka apalagi haeppa dia membalas sambil tersenyum eommo aku benar2 akan meleleh ini, ah tidak nanti aku tidak dapat melihatnya lagi.
Tak lama kemudia guru kami pun masuk ruangan
“pagi para muridku sayang”sapa guru kami dan menempati tempatnya
“ah~ tidak seperti biasanya tumben, dia ramah sekali”gerutu haeppa
“husss, nanti di dengar bu chully, bias berabe”ucapku
“hu’um, kamu ini jangan sembarangan ngomong, kaya gak tau bu chully gimana aja”sambung meiri
“tapi, beberkan apa halkah yang membuat bu chully seneng gituh”
“ah, au, eh tapi mungkin juga dia akan ada kencan nanti”
“ih, benar juga apa yang kau bilang chae ri”
“ya!!! Sudah kalian berdua ini tadi, melarangku tapi kalian sendiri ngegosip”
“heheheeh”
Pelajaranpun di mulai. Tak lama selang (?) waktu telah berganti-ganti dan akhirnya istirahat pun tiba.
“ya!! Kalian kekantinkah”ucap meiri yang bersiap keluar
“tidak aku nanti saja masih kenyang”ucapku
“kalau kau hae”
“ah~ aku. Tidak aku juga masih kenyang”
“oh, kalu begitu aku pergi dulu, dahhh”
Kini hanya ada aku dan haeppa ada di kelas, yah aku tak tau sejak kapan kelas ini jadi sunyi begini.
Ah kenapa kelas ini menjadi begitu panas, dan jantung ini8 juga memompanya terlalu cepat.
“umhh, ri~ya”ucap hae dan duduk di bangku sebelahku
“wae?”
”dapatkah kau membantuku”
“hmm, membantu apa, tapi soal yadongg ogahh”
“ah, bukan soal itu”uccapnya dengan wajah kaget
“okey, kau mau aku membantu apa?”
“chae ri bantu aku menyatakan perasaaanku pada meiri, aku sudah lama menyukainya aku tak tahan menahan perasaan ini terus menerus, kau mau ya membantuku”
CHARRRR>>>>>>
Hatiku terasa di sambar petir beberapa volt dan seluruh tubuhku kaku sat mendengar kata2 itu keluar dari mulutnya. Dada sesak tak dapat bernafas, jantungpun seakan berhenti dan tak mampu untuk memompa lagi. Air mataku kutahan agar tak jatuh membasahi pipi, biarlah sakit ini kutanah dulu.
“ya!! Chae ri mau tidak membantuku”ucapnya dengan wajah begitu gembira
“apa, apa yang harus ku perbuat”batinku
“ya chae ri”
“ah~ nde aku akan membantumu”kata itu keluar dari mulutku begitu saja yang sebenarnya bertolak belakang denga keinginana hatiku.
“jeongmal”
“hmm”
“gomawo chae ri~ya, kau memang teman terbaikku”ucapnya dan memeluku
“mwo!! Dia hanya mengangapku hanya teman kah selama ini”batinku dan dadaku semakin sesak
“ya!! Cheomna hae, tapi lepas aku aku sulit bernafas”ucapku
“huah mianhae chae ri”ucapnya melepas pelukannya yang sungguh erat tadi.
“hu’um”ucapku dengan memonyongkan bibirku.
“aigoooo!! Kau lucu sekali ri~ya”ucapnya dan mencubit pipiku
“eommo, apphoyu hae~ya”ucapku dan mengelus pipiku
“hehehe, mianhae. Kalau begitu aku keluar dulu, besok kau membantuku ya aku ingin mengungkapkannya”
“mwo!! Besokk”kagetku
“nde, wae”
“annio”
“aku sudah tidak sabar ri~ya”ucapnya semangat
“aku keluar dulu dadah ri~ya yang cantik”sambungnya dan berlalu
Apa besok secepat itukah. Ya tuhan apa aku dapat menghadapi semua ini apa aku kuat. Hatiku terlalu sakit untuk semua ini,tanpa terasa air mata yang kutahan tadi kini jatuh tertumpah (?) membasahi pipiku dengan derasnya.
Donghae pov’s
Ah~ senagnya. Ya kim chae ri kau memang teman terbaikku sedunia, memangkau yang dapat dia andalkan. Aku menelusuri (?) koridor sekolah, tapi apa!! Tunggu dulu aku melihat meiri, kenapa dia kenapa kakinya?. Dan kuniatkan untuk menemuinya.
“meiri~ya kenapa kakimu”
“oh annio, gwechanayo, kakiku Cuma keseleo”
“mwo!!! Keseleo. Cuma katamu. Aigoo~ meiri~ya kau ini, sini biar kuantar ke UKS”
“annio, gwechanayo”
“aisssh kau ini, sudah kau diam saja”ucapku dan menggendongnya di punggungku
“ya!! Kau bias jalan sendiri, turunkan aku”
“anni, sudah kau diam saja jangan bergerak”
Dia tak menjawabku. Aku bergegas membawanya ke UKS, aku sungguh khwatir. Aku tahu kekhwatiran ku ini berlebihan, tapi mau bagaimana lagi aku tak mau dia merasakan kesakitan yang lebih lama.
********
“untung saja kau cepat membawanya kesini hae, kalau tidak kakinya bias bengkak dan sulit berjalan selam seminggu atau lebih”ucap perawat yang menyelesaikan perbanannya.
“nde”
“ya!!! Kau dengar kata perawat tadi hah”bisikku
“nde dengar, eumh..gomawo sudah membantuku”ucapnya lembut dan tersenyum
Ya senyum itu. Senyum yang dapat membuatku terpesona. Sungguh indah
“tapi, apa saya boleh kekelas sekarang”Tanya meiri pada perawat itu
”nde, boleh. Tapi kamu harus berhati-hati jalannya”
“nde, ucapnya dan memasang sepatu
Aku dan meiripunkeluar UKS
“gomawo”ucap meiri di depan pintu UKS sambil bow
Kamipun melanjutkan langkah
“apa kakimu masih sakit”
“hu’um sedikit”
“apa perlu aku memapahmu”
“anni, gwechanayo”
“ya!! Sebenarnya kenapa kakimiu sampai keseleo begitu”
Dia hanya tersenyum sambil terkekek. Aneh
“lah malah ketawa”
“hahahah…. Aku malu mengatakannya hae”ucapnya dan wajahnya berubah merah
“ya!! Meiri katakana saja”paksaku
“okey, asalkau jangan tertawa ya”
“hmm, tergantung”
“aissh, tidak jadi saja aku mengatakanta padamu”
“ya!! Aku tidak akan tertawa”
“tadi setelah dari kantin aku mendengarkan orang2 membicarakan soal cara jalanya para model itu, merekapaun mempraktekan caranya”
“trus apa hubunganya dengan kakimu yang keseleo”
‘ya!! Kau diam saja aku belum selesai bicara”
“geure..geure”
“sampai mana aku tadi, lupa jadinya”
“sampai mereka menpraktekan cara berjalan model”
“ah iya itu, kemudiankan aku juga mau mempraktekannya, tapi tidak di hadapan mereka. Akupun mencobanya berjalan dengan kaki menyilang tapi ternyata eh ternyata aku kehilangan ke seimbangan alhasillllll aku terjatuh dan begini jadinya”jelasnya panjang lebar
“huahahahahahaahahahahahahahahahah”tawaku tak mampu kutahan
“ya!!! Babo, akukan sudah bilang jangan tertawa, tapi kau malah tertawa sekeras iti membuatku malu saja”
“hahah mianhae aku tak mampu menahan tawaku’
“aisssh, sudahlah ayo cepat kekelas nanti keburu gurunya duluan”ucapnya dan mempercepat langkahnya
“ya!! Tunggu aku”teriaakku
Author is me
Tittel : why why love (?)
Cast : chae ri, eunhyuk, meiri, donghae, and other cast
Chae ri pov’s
Aku memasuki kelasku dan aku melihatnya disana di tempat dududknya.
Ah dia sungguh tampan dan semakin tampan, akupun menuju bangkuku melaluinya.
“annyeong hae~ya, annyeong meiri~ah”sapaku pada mereka, yang stu teman sebangkuku meiri dan yang satu donghae oppa yang aku sayangi ah tidak mungkin juga aku cintai xp
“annyeong”balas mereka apalagi haeppa dia membalas sambil tersenyum eommo aku benar2 akan meleleh ini, ah tidak nanti aku tidak dapat melihatnya lagi.
Tak lama kemudia guru kami pun masuk ruangan
“pagi para muridku sayang”sapa guru kami dan menempati tempatnya
“ah~ tidak seperti biasanya tumben, dia ramah sekali”gerutu haeppa
“husss, nanti di dengar bu chully, bias berabe”ucapku
“hu’um, kamu ini jangan sembarangan ngomong, kaya gak tau bu chully gimana aja”sambung meiri
“tapi, beberkan apa halkah yang membuat bu chully seneng gituh”
“ah, au, eh tapi mungkin juga dia akan ada kencan nanti”
“ih, benar juga apa yang kau bilang chae ri”
“ya!!! Sudah kalian berdua ini tadi, melarangku tapi kalian sendiri ngegosip”
“heheheeh”
Pelajaranpun di mulai. Tak lama selang (?) waktu telah berganti-ganti dan akhirnya istirahat pun tiba.
“ya!! Kalian kekantinkah”ucap meiri yang bersiap keluar
“tidak aku nanti saja masih kenyang”ucapku
“kalau kau hae”
“ah~ aku. Tidak aku juga masih kenyang”
“oh, kalu begitu aku pergi dulu, dahhh”
Kini hanya ada aku dan haeppa ada di kelas, yah aku tak tau sejak kapan kelas ini jadi sunyi begini.
Ah kenapa kelas ini menjadi begitu panas, dan jantung ini8 juga memompanya terlalu cepat.
“umhh, ri~ya”ucap hae dan duduk di bangku sebelahku
“wae?”
”dapatkah kau membantuku”
“hmm, membantu apa, tapi soal yadongg ogahh”
“ah, bukan soal itu”uccapnya dengan wajah kaget
“okey, kau mau aku membantu apa?”
“chae ri bantu aku menyatakan perasaaanku pada meiri, aku sudah lama menyukainya aku tak tahan menahan perasaan ini terus menerus, kau mau ya membantuku”
CHARRRR>>>>>>
Hatiku terasa di sambar petir beberapa volt dan seluruh tubuhku kaku sat mendengar kata2 itu keluar dari mulutnya. Dada sesak tak dapat bernafas, jantungpun seakan berhenti dan tak mampu untuk memompa lagi. Air mataku kutahan agar tak jatuh membasahi pipi, biarlah sakit ini kutanah dulu.
“ya!! Chae ri mau tidak membantuku”ucapnya dengan wajah begitu gembira
“apa, apa yang harus ku perbuat”batinku
“ya chae ri”
“ah~ nde aku akan membantumu”kata itu keluar dari mulutku begitu saja yang sebenarnya bertolak belakang denga keinginana hatiku.
“jeongmal”
“hmm”
“gomawo chae ri~ya, kau memang teman terbaikku”ucapnya dan memeluku
“mwo!! Dia hanya mengangapku hanya teman kah selama ini”batinku dan dadaku semakin sesak
“ya!! Cheomna hae, tapi lepas aku aku sulit bernafas”ucapku
“huah mianhae chae ri”ucapnya melepas pelukannya yang sungguh erat tadi.
“hu’um”ucapku dengan memonyongkan bibirku.
“aigoooo!! Kau lucu sekali ri~ya”ucapnya dan mencubit pipiku
“eommo, apphoyu hae~ya”ucapku dan mengelus pipiku
“hehehe, mianhae. Kalau begitu aku keluar dulu, besok kau membantuku ya aku ingin mengungkapkannya”
“mwo!! Besokk”kagetku
“nde, wae”
“annio”
“aku sudah tidak sabar ri~ya”ucapnya semangat
“aku keluar dulu dadah ri~ya yang cantik”sambungnya dan berlalu
Apa besok secepat itukah. Ya tuhan apa aku dapat menghadapi semua ini apa aku kuat. Hatiku terlalu sakit untuk semua ini,tanpa terasa air mata yang kutahan tadi kini jatuh tertumpah (?) membasahi pipiku dengan derasnya.
Donghae pov’s
Ah~ senagnya. Ya kim chae ri kau memang teman terbaikku sedunia, memangkau yang dapat dia andalkan. Aku menelusuri (?) koridor sekolah, tapi apa!! Tunggu dulu aku melihat meiri, kenapa dia kenapa kakinya?. Dan kuniatkan untuk menemuinya.
“meiri~ya kenapa kakimu”
“oh annio, gwechanayo, kakiku Cuma keseleo”
“mwo!!! Keseleo. Cuma katamu. Aigoo~ meiri~ya kau ini, sini biar kuantar ke UKS”
“annio, gwechanayo”
“aisssh kau ini, sudah kau diam saja”ucapku dan menggendongnya di punggungku
“ya!! Kau bias jalan sendiri, turunkan aku”
“anni, sudah kau diam saja jangan bergerak”
Dia tak menjawabku. Aku bergegas membawanya ke UKS, aku sungguh khwatir. Aku tahu kekhwatiran ku ini berlebihan, tapi mau bagaimana lagi aku tak mau dia merasakan kesakitan yang lebih lama.
********
“untung saja kau cepat membawanya kesini hae, kalau tidak kakinya bias bengkak dan sulit berjalan selam seminggu atau lebih”ucap perawat yang menyelesaikan perbanannya.
“nde”
“ya!!! Kau dengar kata perawat tadi hah”bisikku
“nde dengar, eumh..gomawo sudah membantuku”ucapnya lembut dan tersenyum
Ya senyum itu. Senyum yang dapat membuatku terpesona. Sungguh indah
“tapi, apa saya boleh kekelas sekarang”Tanya meiri pada perawat itu
”nde, boleh. Tapi kamu harus berhati-hati jalannya”
“nde, ucapnya dan memasang sepatu
Aku dan meiripunkeluar UKS
“gomawo”ucap meiri di depan pintu UKS sambil bow
Kamipun melanjutkan langkah
“apa kakimu masih sakit”
“hu’um sedikit”
“apa perlu aku memapahmu”
“anni, gwechanayo”
“ya!! Sebenarnya kenapa kakimiu sampai keseleo begitu”
Dia hanya tersenyum sambil terkekek. Aneh
“lah malah ketawa”
“hahahah…. Aku malu mengatakannya hae”ucapnya dan wajahnya berubah merah
“ya!! Meiri katakana saja”paksaku
“okey, asalkau jangan tertawa ya”
“hmm, tergantung”
“aissh, tidak jadi saja aku mengatakanta padamu”
“ya!! Aku tidak akan tertawa”
“tadi setelah dari kantin aku mendengarkan orang2 membicarakan soal cara jalanya para model itu, merekapaun mempraktekan caranya”
“trus apa hubunganya dengan kakimu yang keseleo”
‘ya!! Kau diam saja aku belum selesai bicara”
“geure..geure”
“sampai mana aku tadi, lupa jadinya”
“sampai mereka menpraktekan cara berjalan model”
“ah iya itu, kemudiankan aku juga mau mempraktekannya, tapi tidak di hadapan mereka. Akupun mencobanya berjalan dengan kaki menyilang tapi ternyata eh ternyata aku kehilangan ke seimbangan alhasillllll aku terjatuh dan begini jadinya”jelasnya panjang lebar
“huahahahahahaahahahahahahahahahah”tawaku tak mampu kutahan
“ya!!! Babo, akukan sudah bilang jangan tertawa, tapi kau malah tertawa sekeras iti membuatku malu saja”
“hahah mianhae aku tak mampu menahan tawaku’
“aisssh, sudahlah ayo cepat kekelas nanti keburu gurunya duluan”ucapnya dan mempercepat langkahnya
“ya!! Tunggu aku”teriaakku
TOBECONTINYUUUUUU >,<"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar